Friday , September 22 2017
Home > Cerita Horor > Gedung Tua Yang Angker Pada Zaman Belanda
Zaman Belanda
(Sumber : www.asalqq.com) Gedung Tua Yang Angker Pada Zaman Belanda

Gedung Tua Yang Angker Pada Zaman Belanda

Banyak sekali bangunan dalam masa penjajahan Belanda yang masih kokoh berdiri, bahkan masih ada yang tetap dihuni sampai sekarang. Setiap bangunan yang masih berdiri selalu saja identik dengan hal mistik, bahkan semua orang yang mengira bangunan belanda pasti ada hantunya. Ditambah lagi dengan cerita yang satu ini, jadi menambah keyakinan, bahwa bangunan tua zaman Belanda itu memang identik dengan hal gaib.

Rian adalah seorang pekerja bangunan, dan dia pernah mengalami kejadian misteri, disaat bertugas mengukur luas area tanah bangunan Belanda, rencananya bangunan itu mau diratakan dengan tanah dan mau dibangun plaza. Sebelum membongkar dia ditugaskan untuk mengukur luas tanah yang disekitar bangunan tua itu. Selagi mengukur, sudut matanya melihat ke arah bangunan tua itu. Kemudian dia melihat seperti ada wanita yang berdiri Memperhatikannya yang berada dibalik kaca kamar dilantai dua gedung itu dan Begitu dia melihat lebih jelas lagi, wanita itu pun berpaling dan hilang.

Sesosok Hantu Wanita Bernama Melisa di Bangunan Tua Zaman Belanda

Rian mengerutkan dahi, perasaan di gedung itu tidak ada orangnya, namun Rian pun beranjak menuju arah wanita itu berada, dan kemudian Melewati anak tangga yang melingkar hingga sampai dilantai dua. Kakinya pun melangkah ke arah kamar, dimana dia melihat wanita itu, perlahan pintu kamar itu pun dibuka, kenapa tidak ada orang ya….Mata Dodi melihat ke sekeliling ruangan yang kotor, perabotan tua yang berdebu diselimuti sarang laba-laba, kasur yang terbujur kaku diatas ranjang besi, dan dikelilingi kelambu putih.

Rasa penasaran membuat Rian masuk ke kamar, langkah kakinya membawa dirinya tepat didepan kaca saat wanita itu berdiri,
Matanya melihat ke bawah dimana dia mengukur tanah tadi. Selagi berdiri terpaku, tiba-tiba pintu kamar menutup kembali dengan sendirinya. Dodi terperanjat kaget serentak membalikan badannya dan menuju kearah pintu, pikirnya mau membuka pintu, namun pintu itu seakan terkunci rapat. Rian terus menarik sebisa mungkin, namun tetap pintu itu tidak bisa dibuka, Rian pun menggedor-gedor dari dalam dan berteriak-teriak supaya ada orang yang mendengarkannya dan membukajan pintu.

Beberapa kali dia berteriak namun tidak ada juga yang menyahutnya…sejenak Rian terdiam bersandar di belakang pintu.
Siapa ya? Aneh banget!! Perasaan tidak ada orang selain aku disini, selagi termenung dia melihat ada sebuah buku dibawah ranjang. Karena rasa penasarannya dia mengambil buku itu, buku yang penuh debu itu pun diusap nya, ternyata buku itu buku Diari. Didepan Buku diari itu tertulis pemiliknya bernama Melisa, selembar demi selembar dibuka, dan Rian membaca buku diari itu.

Ternyata ini kamar Melisa, gadis keturunan Belanda, Setiap kejadian dirumah itu tertulis lengkap, Melisa adalah anak selingkuhan tentara Belanda, ibunya keturunan Jawa. Bapaknya meninggal disaat perang melawan pejuang indonesia, ibunya juga ikut terbunuh dan pada saat itu tinggal Melisa sendiri yang selamat. Setelah kedua orang tuanya meninggal, dia diasuh oleh pembantunya, dan kemudian hari-hari yang dia lalui setelah itu, hanyalah kesedihan dan penderitaan.

Diujung kata terakhir dari diari itu tertulis “selamat tinggal Dunia” aku akan menemui papah dan mamahku”, Diduga Melisa mati bunuh diri. Rian tidak sadar kalau hari hampir menjelang magrib, dia masih disitu dan membaca dekat kaca keluar, jadi agak sedikit terang. Ruangan gelap pun tidak terasa, dan dia masih terkunci di kamar itu, Rian malah keasikan membaca diari milik Melisa.

Setelah selesai membaca buku itu tiba-tiba Pintu kamar itu terbuka perlahan-lahan…Dodi terperanjat melihat ke arah pintu, ternyata memang benar pintunya sudah terbuka. Segera Rian menuju pintu dan keluar sambil membawa buku diari itu dan Setelah keluar kamar baru dia sadar kalau magrib sudah lewat dan mulai gelap. Waktu itu dia hendak menuruni tangga, tiba-tiba sosok wanita seperti kuntilanak berjalan merayap naik ke arahnya.

Rian mundur, kemudian tubuhnya bergetar, dan baru seumur hidup ini dia baru melihat penampakan seperti itu, setelah itu Rian bertanya “siapa kau”??? Tiba-tiba saja wanita itu menghilang, Setelah hilang Rian kembali melanjutkan turun dengan
rasa takut yang luar biasa. Rian berjalan ketempat pengukuran tadi, semua barang dia beresin, karena memang sudah malam dan Rian tidak mungkin melanjutkan kerjanya lagi, dan akhirnya dia pun pulang.

Setelah sampai dirumahnya, Rian pun disambut istrinya bernama Anisa,
Anisa : “baru pulang pa?
Rian ; “Iya bu, oh iya bu tadi bapak mengalami kejadian aneh bu”, sambil menaruh tas bawaannya.
Anisa : “Aneh gimana Pa?
Rian : nanti saja lah bu, ceritanya panjang, bapak mau mandi dulu.
Anisa : Ya sudah Pa, bapak kan capek…itu ibu sudah siapin air hangat buat bapak mandi.
Rian : Iya bu makasih,,,
Akhirnya Rian pun mandi dan selagi dia mandi, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu, kemudian Anisa membukanya..
Siapa ya?
Aku Melisa bu, maaf bu saya mau mengambil buku milik saya yang tadi bapak meminjamnya, Oh iya, bentar ya…Bapaknya lagi mandi, coba saya cari ditasnya, barangkali ada.

Setelah dicari ditas, ternyata ada sebuah buku, pikir Anisa mungkin buku itu, lagian tidak ada buku lain lagi selain itu, hanya ada secewir kertas corat coret bekas mengukur tanah tadi. Serasa yakin itu bukunya, Anisa pun membawanya.
Buku ini bukan neng? tangan Salma mengangkat buku sambil bertanya. Iya bu, makasih ya bu,,,!!!iya neng sama-sama.
Setelah Rian sudah selesai mandi, Anisa bertanya, Pa Melisa itu siapa? Apa bu? Rian kaget kenapa istrinya tau nama itu?
Jangan pura-pura kaget dong pa, ibu tau bapak tadi pinjam buku kan dari seorang wanita cantik bule mudah dan sexy. Pinjam apa maksud ibu? itu buku ada dikamar kosong bangunan belanda itu Rian menjelaskan. Terus tadi wanita namanya Melisa mengambil buku itu apa maksudnya? Apa buuuuu??? Rian kaget luar biasa.

Bu, Melisa itu wanita yang ada dibuku diari itu bu, dia sudah meninggal puluhan tahun yang lalu. Apa Pa? jangan bohong, pantesan saja wajah dan bajunya kayak anak menir zaman dulu. Ibu tidak bohong kan?…Kenapa tidak kasih tau bapak. Iya bener pa,, bapak kan tadi lagi mandi, daripada Dia menunggu kelamaan, ya ibu kasih aja.
MasyaAlloh ko bisa ya!!!! Rian kaget luar biasa, Lalu Rian pun menceritakan semuanya pada istrinya apa yang dia alami.
Astagfirullohaladzim kenapa bisa ya pa?..
istrinya kaget sambil mengusap bulu kuduknya, berarti yang tadi ambil buku itu hantu pa??? Semalam Rian tidak bisa tidur dan kebayang kejadian sore tadi yang dia alami. Expobia

Keesokan paginya Rian berangkat lagi ke tempat bangunan tua itu Lagi, dia mau meneruskan pekerjaannya dan selagi dia bekerja sesekali matanya melihat ke arah kamar itu, pikirnya siapa tau wanita yang kemarin lihatin dirinya kembali dan memperhatikannya. Namun hingga sore wanita itu pun tidak terlihat. Karena rasa penasaran sama buku diari milik Melisa, Rian pun memutuskan untuk melihat ke kamar itu lagi.

Langkah kaki terayun membawa dirinya menaiki anak tangga menuju lantai 2 dan berjalan ke arah pintu kamar Melisa dan kemudian pintu pun dibuka sama Rian…. Dia tidak berani masuk, namun matanya tertuju langsung ke bawah ranjang dimana pertama kali dia melihat buku itu. Betapa kagetnya Rian saat melihat jelas sekali buku diari itu tergeletak dibawah ranjang, sama persis diwaktu pertama dia melihat.

Astagfirullohaladzim kenapa ada disitu? Selagi dia merasakan aneh, tiba-tiba ada suara tangisan, tepat di dalam toilet dibelakangnya. Rian pun terperanjat kaget, dan langsung membalikan badannya dan perlahan kakinya menuju toilet itu dan meninggalkan kamar Melisa yang masih terbuka. Rian membuka pintu toiletnya dan Baru saja membuka pintu toilet tersebut, tiba-tiba pintu kamar Melisa tertutup sendiri.

Astagfirulloh Rian terhentak kaget dan kemudian membalikkan badannya kembali dan matanya melihat ke arah kamar Melisa.
Kenapa tutup sendiri….!!aneh…Sambil matanya terbelalak. Maaf kalau aku menganggu kamu ya”, Rian teriak sambil kakinya melangkah pulang turun lagi kembali ke tempat semula dia bekerja. Rasa heran terus menyelimuti pikirannya, aku harus ngopi dulu nih kayaknya…Biar agak tenang. Rian pun mencari warung kopi, yang tidak jauh dari bangunan itu terlihat ada warung, Rian pun berjalan santai menuju warung kopi tersebut.

Tiba di warung itu, ada seorang lelaki tua, mungkin itu pedagangnya,
Rian : Pak ada kopi?
Penjual Kopi : ada Den,,kopi apa?
Rian : kopi hitam saja pak…
Penjual Kopi : Aden lagi ngapain di Bangunan tua itu,?si mang warung bertanya seakan sudah tau dirinya kerja disitu.
Rian : Lagi mengukur tanah mang.
Penjual Kopi : Ohhh…gitu… Memangnya mau di bangun apa Den?.Si mamang balik nanya sambil menyajikan kopi yang Rian pesan.
Rian : Kata majikan saya mau dijadikan Plaza mang,,,,!!!
Penjual Kopi : Ohhh…. Aden sudah tau tidak, tentang rumah itu,?
Rian : emang kenapa mang? Dodi bertanya matanya tertuju tajam melihat si mamang kopi seakan pengen tau apa yang si mang maksud.

Penjual Kopi : Rumah itu terkenal angker Den, warga disekitar sini sudah pada tau, disitu ada sebuah kamar, yang perabotannya masih utuh, pernah beberapa tukang rongsokan mengambil ranjangnya yang dari besi didalam kamar itu, lalu keesokan harinya lagi Ranjang itu hilang, dan kembali lagi kesitu. Kemudian pernah juga salah satu warga mengambil lemarinya, besoknya hilang dan kembali ketempat semula., begitu dan begitu Den, makanya kamar itu utuh tidak terganggu.

Rian : Oh gitu yaa mang? pantesan saya juga mengalami hal yang sama mang, saya mengambil buku diari, maksud saya pengen menulis kisah yang terjadi dibuku itu, makanya saya bawa ke rumah. Eh pas lagi mandi, ada seorang wanita bernama Melisa mengambil buku itu.
Penjual Kopi : Iya Den, memang namanya Melisa, konon tidak tau tahun berapa, dia gantung diri di toilet dan mayatnya tidak ada yang mengetahui hingga sampai jadi tulang pun masih tergantung. Makanya orang tidak tau mayat Melisa kapan meninggalnya.

Pada waktu mamang masih anak-anak juga, bangunan itu masih tetap seperti ini dan tidak tau kejadiannya kapan, mamang juga dengar dari ayah ,sekarang umur mamang 60 tahun.
Rian : Oh mamang asli orang sini ya.?
Penjual Kopi : iya Den mamang orang sini.

Dari kejadian itu Rian hanya sebatas mengukur tanah, setelah selesai dia tidak ikutan membongkarnya, alasan sama majikannya mau pulang kampung sebulan. Beberapa minggu kemudian Rian mendengar banyak pekerja yang meninggal, karena kecelakaan secara misterius disaat pembongkaran gedung itu.

BACA JUGA : 

Check Also

Gizi Buruk

Gizi Buruk Sangat Berbahaya Untuk Anak-Anak

Gizi Buruk adalah kondisi tubuh terparah yang mengalami kekurangan gizi dalam kurun waktu yang lama, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *