Home > Cerita Horor > Binatang Siluman Yang Merupakan Jelmaan Dari Manusia
Jelmaan
(Sumber:www.asalqq.net) Binatang Siluman Yang Merupakan Jelmaan Dari Manusia

Binatang Siluman Yang Merupakan Jelmaan Dari Manusia

Bagaimana ceritanya seekor babi ngepet yang bisa tertembak oleh seorang pemburu? Sepertinya cerita ini sulit dipercaya, karena mana mungkin seekor binatang jejadian bisa ditembus dengan timah panas. Seperti kita ketahui, babi ngepet adalah binatang siluman yang merupakan jelmaan dari orang yang mempraktekkan pesugihan babi ngepet. Babi ngepet ini bisa menghilang seketika, jika ia sedang dalam bahaya, namun babi ngepet ini sedang apes, mungkin masalah apapun bisa menimpanya.

Pada sekitar tahun 1993, ada seorang pemburu yang bernama Pak Bambang mengajak rekannya yang bernama Rudi untuk menemani berburu babi hutan di daerah hutan sekitar wilayah kecamatan Weleri. Pada sore hari mereka memasuki hutan, yang dimana terdapat banyak babi hutan disitu. Kedua pemburu ini memanjat sebuah pohon besar dan keduanya berdiam diri di atas pohon untuk menanti Babi Hutan yang lewat. Jika ada babi hutan melintas di bawahnya maka, Senapan yang dibawa oleh Pak Bambang akan menyalak dan pelurunya akan menerjang ke tubuh babi hutan.

Babi Ngepet Jelmaan Dari Manusia Mempratekkan Ilmu Hitamnya

Malam itu udara yang cukup dingin dan tidak ada suara apapun kecuali hanya suara jangkrik mengerit serta suara-suara siulan binatang hutan pada saat malam hari. Sesekali ada suara burung malam atau biasa disebut dares menjerit merobek keheningan malam. Gelapnya malam di tengah hutan benar-benar mencekam, sementara itu dua orang pemburu yang berada di atas pohon tidak boleh mengeluarkan suara sedikitpun agar babi hutan berani mendekat. Hanya nyamuk-nyamuk nakal yang menemani mereka dengan menggigit kaki dan tangan yang secara terus menerus. Mereka harus rela mengorbankan dirinya untuk menjadi mangsa nyamuk-nyamuk hutan yang ingin berpesta darah segar milik pemburu tersebut.

Namun rupanya penantian kedua pemburu ini tidak sia-sia meskipun mereka harus bertahan berjam-jam diatas pohon dan menerima cubitan genit dari para nyamuk. Tepat pada tengah malam ada seekor hewan besar berkaki empat berada di kejauhan yang bergerak semakin mendekat. Binatang hitam itu tadinya berbaur dengan sekelompok kerbau yang digembala oleh pemiliknya di pinggir hutan, namun kini ia keluar dari sekelompok kerbau dan berjalan mendekati pohon besar tempat kedua pemburu tersebut memanjat.

Perlahan-lahan binatang besar tersebut mendekat ke arah pohon besar dan semakin jelas yang akhirnya pemburu itu bisa melihat dengan jelas bahwa binatang hitam tersebut adalah seekor babi hutan yang berukuran cukup besar. Dengan penuh hati-hati pak Bambang mulai mengarahkan moncong senapannya ke tubuh babi hutan yang berjalan sambil mengendus tanah. Babi hutan besar tersebut bergerak semakin mendekat, suara dengkurannya yang semakin terdengar jelas, sehingga menambah deg-degan jantung kedua pemburu ini. Setelah binatang besar tersebut berada tepat di bawah pohon, Moncong senapan perbakin milik pak Bambang menyalak dengan mengeluarkan sebutir timah panas.

Babi hutan besar tersebut langsung melompat tinggi seketika, lalu terjatuh dan kabur dan kemudian dia berlari kearah hutan sambil terseok-seok. Akhirnya kedua pemburu inipun turun dari pohon dan mengikuti jejak babi hutan tersebut yang melarikan diri dengan membawa lampu senter. Di atas tanah terlihat ceceran darah yang menuju ke dalam hutan, dan kedua pemburu tersebut mengikutinya. Sekitar 150 meter kemudian, maka kedua pemburu berhasil menemukan hewan buruannya tergeletak. Ternyata babi hutan tersebut berukuran cukup besar dan tidak seperti biasanya.

Pada akhirnya mereka berdua menggotong hewan buruan tersebut ke mobil yang mereka parkir di kampung terdekat. Ketika tiba di kampung, waktu telah menunjukkan lewat tengah malam dan mulai ada beberapa pedagang yang hendak pergi ke pasar. Beberapa warga pun mendekati dan ingin menyaksikan babi hutan besar tersebut dari dekat. Namun ternyata ada beberapa keanehan pada tubuh babi hutan tersebut.

Apanya yang aneh? Ternyata kaki belakang babi hutan tersebut memiliki jari-jari seperti jari kaki milik manusia, dan kaki depannya memiliki jari-jari yang mirip seperti jari-jari manusia. Selain itu, kedua bola mata babi hutan tersebut sangat mirip dengan bola mata manusia. Betapa seramnya, ternyata babi hutan tersebut adalah babi hutan siluman yang diduga jelmaan dari seorang manusia.

Mengapa hewan tersebut diduga jelmaan dari manusia? Menurut penuturan beberapa warga, di desa tersebut pernah ada seseorang yang diduga melakukan praktek pesugihan babi ngepet yang sangat meresahkan warga. Lantas warga berusaha mengusir babi ngepet tersebut dengan meminta petunjuk ke orang pintar. Konon pada hari-hari tertentu orang yang memiliki pesugihan babi ngepet akan merubah dirinya menjadi seekor babi siluman pada malam hari.

Sebelum merubah dirinya menjadi seekor babi, pada sore harinya dia akan pergi ke hutan atau di tempat sepi di luar desa untuk melepas semua pakaiannya. Setelah itu ia akan berubah wujud menjadi seekor babi ngepet dan masuk ke desa untuk menggesekkan tubuhnya di tembok rumah atau pagar milik orang kaya. Konon harta kekayaan milik orang kaya tersebut nantinya akan segera berpindah menjadi milik si babi ngepet dalam waktu yang relatif singkat. Setelah selesai menggesekkan tubuhnya ke tembok atau pagar milik orang kaya, maka babi ngepet tersebut akan kembali ke hutan dimana ia meletakkan semua pakaiannya tadi. Kemudian babi ngepet tersebut akan berubah wujud kembali menjadi manusia.

Namun, jika ada seseorang yang memindahkan atau merubah posisi pakaian milik si babi ngepet, saat ditinggal pergi, maka babi ngepet tersebut nantinya tidak bisa merubah wujudnya lagi menjadi manusia. Akhirnya selamanya ia akan tetap menjadi seekor babi, dan tentunya babi siluman yang memiliki ciri-ciri aneh seperti babi yang tertembak pemburu tersebut.

Menurut warga setempat, babi yang ditembak oleh pemburu tersebut adalah jelmaan dari seorang warga yang memiliki pesugihan babi ngepet. Karena warga kesal, maka beberapa warga mengikutinya dan pada saat pelaku pergi ke hutan pada sore hari. Ketika tiba di suatu tempat, pelaku masuk ke dalam rimbunan alang-alang di pinggir hutan dan tidak lama kemudian seekor babi hutan besar mencul dari dalam rimbunan alang-alang tersebut.

Lantas beberapa warga mendatangi rimbunan alang-alang tersebut dan menemukan sepasang pakaian yang dikenakan oleh pelaku, pada saat ia pergi ke hutan tadi. Kemudian pakaian tersebut dibakarnya di tempat itu juga dan besoknya dikabarkan bahwa pelaku tidak kembali ke rumahnya hingga selamanya. Warga percaya bahwa kini si pelaku babi ngepet tersebut telah menjadi babi hutan selamanya, karena pakaian yang ia gunakan ritual telah dibakar oleh warga.

Maka dari situlah timbul dugaan bahwa babi hutan aneh yang tertembak oleh pemburu tersebut adalah babi ngepet jelmaan dari seorang warga yang kaminungsan, yaitu tidak bisa kembali ke wujud aslinya sebagai manusia tetapi menjadi babi siluman selamanya. Akhirnya, babi hutan jadi-jadian tersebut dijual di daerah lokalisasi di Gambilangu, di daerah Kaliwungu, sekitar 15 kilometer di barat Kota Semarang.

Check Also

Annabelle

Kisah Misteri Boneka Annabelle Yang Menyeramkan Sebenar Nya

Awal mula boneka tersebut di apartemen tidak ditemui keanehan, namun seiring waktu, Donna dan Angie …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *