Home > Cerita Horor > Hantu Ingin Mencari Teman

Hantu Ingin Mencari Teman

alam kenal namaku Suci, Aku lupa antara tahun 2010 atau 2011, ya itu waktu pertama kali aku kerja setelah lulus SMK. Sore tepatnya sekitar pukul 18.00, aku bersiap-siap mau pulang kerja, tak berapa lama temanku lina lewat mengendarai sepeda motor berbonceng dengan temannya, dia pun sehabis pulang bekerja juga.

Mereka lewat didepanku, lina pun menegurku “Suci, aku pulang duluan ya” dan “iya” kataku. Aku tak menyangka itu adalah pertemuan terakhirku dengan Lina. Dan lebih kurang 50 meter dari kerjaanku dia pun Kecelakaan, dan yang gak habis pikirnya kenapa aku tak tahu kalau teman aku lina itu kecelakaan,padahal kecelakaannya tidak jauh dari tempat kerjaan aku. Sampai keesokan harinya temanku yang bekerja dilain kota denganku datang dengan mata yang berlinang.

Suci: ngapain kamu surti kesini, apa tidak kerja? Aku bertanya dengan penasaran.
Surti: aku telepon kamu tapi gak diangkat-angkat!

Aku pun baru ingat ponselku baterainya mati dan lupa aku charge, aku pun menjelaskan pada temanku.

Suci: ayo cerita, buat penasaran saja, kataku.
Surti: Lina, Lina.
Suci: iya kenapa Lina?
Surti: semalam dia kecelakaan sekarang dia sudah gak ada lagi ci, dan temanku bercerita sambil menangis.
Suci: gak mungkin semalam sore aku baru jumpa dengan dia.
Surti: aku tidak bohong dia kecelakaan disimpang harapan. Masa kamu gak tahu kan tidak jauh dari sini.
Suci: benaran aku gak tahu.

Dan setelah minta ijin dengan bos, kami pun pergi kerumah temanku itu dengan diantar teman yang lain. Sesampainya disana aku sangat terkejut melihat dia sudah terbujur kaku, aku cuma bisa terdiam dan tak ada sedikit pun menangis, mungkin karena saking terkejutnya. Karena memang kami yang ditunggu, akhirnya jenazah temanku itu segera dishalatkan, sebelum dishalatkan aku pun sempat melihat wajahnya yang seakan sedang tertidur.

Setelah dishalatkan, jenazah temanku itu segera dikebumikan. Kami pun ikut mengiringinya ketempat peristirahatan terakhirnya. Karena hari sudah mulai sore, aku pun pulang ke kostanku, sambil istirahat tak terasa air mataku berlinang, mengingat kejadian tadi. Aku ingat kata-kata terakhirnya “Suci, aku pulang duluan ya” ternyata dia memang menghadap Allah SWT, duluan. Ya mungkin dia lebih disayang Allah, pikirku.

Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 00.35 kurang lebih. Aku pun sudah mulai ngantuk. Tapi hawanya yang tadinya panas berubah jadi dingin, sampai-sampai bulu kudukku merinding. Aku sih coba tenang, dan aku dikamar kost sendirian. Tapi lama kelamaan hati gak enak, perasaanku kok ada yang datang. Tetap aku coba tenang. Dalam hati aku berpikir mungkin arwah temanku Lina datang kesini untuk menemuiku.

Tapi lama kelamaan aku mulai gak tahan, ya biarpun teman tapi dia kan sudah gak ada lagi pikirku. Dan aku pun melompat dari tempat tidurku menuju kamar ibu kostku. Aku pun mengetuk pintu kamarnya, tidak lama dibukakan olehnya dan bertanya “kamu kenapa?”, tidak apa-apa jawabku cuma merinding saja dikamar sendirian. “Mungkin dia datang menemuimu” kata ibu kostku. Dan aku pun tidur dengan ibu kostku.

Malam berikutnya sudah tidak ada yang aneh-aneh lagi. Mungkin dia cuma mau mengucapkan selamat tinggal padaku saja. Sampai sekarang pun aku sesekali dimimpikan dia dengan tak ada satu kata pun terucap dari bibirnya, didalam mimpi dia cuma tersenyum. Mungkin dia bahagia disana.

Maaf untuk temanku almarhumah Lina, aku sedikit menceritakan tentang kita. Semoga kamu bahagia disana karena aku tahu kamu orang yang baik.

Rupanya bukan aku saja yang didatanginya dan Adiknya si Surti namanya Evi pernah cerita, saat almarhumah Lina sebelum meninggal pernah dia datang kerumah Surti, saat itu Surti lagi kerja. Pokoknya beberapa minggu sebelum kejadian kecelakaan itu. Katanya saat lina datang dia langsung bercermin, dia bilang sama si Evi “vi aku cantik gak?” sambil terus lihatin cermin. Cantik kata Evi. Namanya gak tahu dia akan meninggal ya gak berpikir kearah sana kata si Evi.

Bermula sebelum temanku itu meninggal, malamnya dah lupa aku malam apa, mama lina mendengar suara Gagak didepan rumah. Katanya dalam hati “siapa ya, yang meninggal, mungkin orang dekat sini” katanya. Mitos atau benaran aku pun gak tahu kalau ada suara Gagak pasti ada yang mau meninggal. Besok harinya orang tua lina dikabari bahwa anaknya mengalami kecelakaan. Ayahnya lina pun sudah pasrah dia mengabari saudara-saudaranya bahwa lina sudah tiada. Mungkin filling seorang ayah ya.

Memangkan katanya beberapa minggu kalau orang mau meninggal bayangan dia dicermin akan kabur. Mungkin saat itu dia seperti itu juga melihat dirinya dicermin sudah gak jelas. Beberapa minggu setelah kejadian, Surti akan dapat cuti jadi dia pulang kampung. Saat malam katanya ada suara sepeda lewat didepan rumahnya. Mirip sekali kayak suara kalau almarhumah lina datang.

Karena dia sering datang naik sepeda kalau kerumah Surti. Sudah tengah malam itu kejadiannya, lama juga suara sepeda itu terdengar katanya diselingi bau harum. Sepupu Surti pun yang rumahnya disebelah rumah Surti pun sering mendengar suara orang naik sepeda tengah malam. Pernah juga Surti dengar suara almarhumah lina itu memanggil dia. “sur, sur, sur” begitu lah kira-kira, karena dia kalau datang pasti manggil duluan.

Surti pun pernah mimpi didatanginya, dalam mimpi itu dia rasa lina mau pergi jauh terus Surti meminta mau ikut, terus kata lina gak usah, kau disini saja biar aku yang pergi. Kalau Surti ikut mungkin dia? Entahlah. Sedikit cerita ya. Almarhumah lina itu orangnya baik sekali, sabar, saking sabarnya kami sebagai temannya malah gak sabar menghadapi kesabaran dia.

Banyak pelajaran yang aku ambil dari dia. Tapi dia ada lucunya juga orangnya dan lemot kali hadeh capek lah pokoknya menghadapi kelemotan dia.

Waktu kejadian tabrakan itu, lina dibonceng naik sepeda motor bersama temannya sebut saja Ratna. Aku pun kurang paham kejadiannya, cuma yang aku dengar kawannya itu tidak apa-apa. Sebenarnya lina pun tidak terluka parah, tapi mungkin luka dalam. Nah itu kejadiannya sore mungkin selang beberapa menit setelah dia menegurku. Setelah kejadian kawannya Ratna itu, langsung pergi menghilang begitu saja. Waktu pemakaman pun tidak ada nampak, mungkin trauma. Si Ratna itu pun temanku juga tapi kami tidak terlalu akrab.

Setelah kejadian itu orang tua lina sangat bersedih, maklum anak perempuan satu-satunya sedangkan adiknya laki-laki. Selang beberapa bulan lina meninggal nenek dari mamanya sering dimimpikan, katanya lina mau mengajak neneknya ikut. Ya begitu gak berapa lama neneknya pun meninggal. Terus kakek dari mamanya pun nyusul. Aku pun gak tahu kejadiannya karena aku gak dikampung waktu itu.

Setelah nenek sama kakek dari mamanya meninggal, terus gak lama juga selang beberapa bulan nenek dari ayahnya lina meninggal. Nenek dari ayahnya ini yang sering aku datangi sama Surti. Kalau kami datang neneknya selalu memeluk kami katanya mengingatkan dia sama cucunya lina. Karena kami dulu seringnya bertiga kemana-mana. Apalagi kalau kami kerumah lina, mamaknya selalu berlinang air mata.

Di pojok rumahnya pasti ada foto dia dipajang. Kami pun ikut sedih melihat orang tuanya seperti itu. Kayaknya mamanya lina sangat terpukul. Ya maklum lah seorang ibu pasti sering marah sama anaknya mungkin dia merasa menyesal. Memang sih mamanya lina itu sering kali marahin lina, apa-apa gak pernah betul dimata mamanya.

Tapi sekarang aku sudah gak pernah lagi mampir kerumahnya, kalau Surti sekali-sekali pernah katanya. Maklum aku sibuk kerja.

Check Also

Jarangkong

Hantu Jarangkong,Hantu Pencuri Telur Yang Sangat Serem.

Di Jawa, ada hantu jarangkong. Dalam bahasa Indonesia bisa disebut Tengkorak. Kalau masyarakat Jawa sendiri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *