Home > Cerita Horor > Rumah Kosong Yang di Kabarkan Berhantu
Rumah Kosong
(Sumber:www.asalqq.com) Rumah Kosong Yang di Kabarkan Berhantu

Rumah Kosong Yang di Kabarkan Berhantu

Apa reaksi yang akan anda lakukan jika motor yang anda kendarai tiba-tiba terhenti tanpa sebab di dekat rumah Kosong yang dikabarkan berhantu? Rumah kosong itu mempunyai magnet yang bisa menghentikan motor yang melintas tepat dirumah tersebut. Apalagi kalau bertepatan dengan malam selasa kliwon atau jumat kliwon maka magnet itu semakin kuat saja.

Seperti biasa saya bertanya dahulu kepada penduduk sekitar, sebut saja pak Parman, kemudian dari cerita beliau yang mengatakan bahwa dahulu rumah ini milik seorang pengusaha batik yang sukses. Tapi karena dikabarkan sering mendapat teror dari mahkluk halus sehingga memakan korban anak dari pengusaha batik tersebut. maka pengusaha batik itu memutuskan untuk meninggalkan rumah itu.

Teror Rumah Kosong Yang Angker

Saya lalu meneruskan pertanyaan kepada pak Parman karena saya sangat penasaran, apakah pernah pengusaha itu melakukan perlawanan, dalam arti memakai jasa paranormal untuk melawan teror itu? Pak Parman hanya mengatakan bahwa bukan cuma satu atau pun dua paranormal saja, Bahkan pengusaha itu pernah memakai sampai puluhan paranormal tapi hasilnya tetap saja nihil.

Teror mahkluk halus itu makin menjadi-jadi setelah rumah itu ditinggalkan dan dibiarkan kosong, kemudian selain teror motor yang macet, juga adanya penampakan-penampakan mahkluk aneh. Membuat penduduk sekitar tidak berani melintas di dekat rumah itu bila senja telah tiba.

Saya kemudian meminta ijin kepada pak Parman untuk menyelidiki rumah kosong itu nanti malam, kemudian Pak Parman tampak sangat bergembira dan menanyakan asal usul saya. Saya hanya menjawab singkat, saya adalah musafir dan Pak Parman makin gembira saja.

Rupanya di timur Pekalongan itu status musafir masih mendapat tempat yang baik di hati masyarakat karena kebetulan ada di dekat sini yang mewajibkan santrinya untuk berkelana minimal 1 tahun agar bisa lulus nyantri. Pak Parman lalu menawarkan kepada saya untuk beristirahat sejenak di rumahnya dan tentu saja saya menerima ajakan beliau. Maklum badan ini sudah lelah sejak perjalanan yang panjang.

Sesampai di rumah pak Parman saya meminta ijin untuk membersihan diri alias mandi. Segar rasanya. Alhamdulilah ternyata istri pak Parman sudah menyediakan kopi panas serta pisang goreng untuk saya. Pak Parman kemudian mempersilakan saya duduk di teras rumah sambil menyantap makanan yang sudah disediakan dan kemudian kami kembali ngobrol.

Dari hasil obrolan saya tau bahwa pak Parman ini adalah guru TU sebuah SMU Negeri di timur Pekalongan Dan karena ini hari minggu maka tentu saja libur. Kemudian saya mencoba kembali mencari informasi tentang rumah kosong berhantu tersebut. Tujuannya jelas agar saya mendapat gambaran hal-hal yang berkaitan dengan rumah itu.

Kemudian saya mendapat informasi penting, ternyata sebelum di bangun rumah itu, tanah itu adalah tanah pekuburan tua yang tidak terawat. Pengusaha itu membelinya dari ahli waris nya secara murah, kemudian pengusaha itu asal membangun saja tanpa melalukan proses ritual macam khataman al quran dll. Walau pernah diingatkan oleh sesepuh kampung ini tapi dia tidak perduli akan hal itu.

Budi ketemu saya dengan riwayat rumah itu dan hal ini mempermudah saya karena bisa menebak jenis-jenis mahkluk halus apa yang ada dirumah itu.

Tanpa terasa senja sudah tiba, kami kemudian sholat mahrib di masjid yang berjarak 200 meter dari rumah pak Parman. Setelah sholat mahrib, saya kemudian mengobrol sebentar dengan pak Erwin sesepuh kampung itu, dan mengatakan maksud tujuan saya serta meminta ijin untuk menyelidik rumah kosong berhantu itu. Pak Erwin tampak bergembira lalu memberi saya restu.

Singkat cerita selepas shalat isya saya kemudian berjalan menuju rumah kosong berhantu itu. Makin mendekat rumah itu bulu kuduk saya berdiri dan ternyata kuat juga getarannya.

“Assalamuualaikum“ saya mengucapkan salam, sambil melangkahkan kaki masuk kedalam rumah kosong tersebut. Saya melihat jam yang masih menunjukan pukul 21:00 malam. Masih banyak waktu sebelum jam 24:00 malam. Saya kemudian duduk bersila sambil mengucapkan asma-asma Allah dan hanyut di dalamnya.

Terdengar ketukan pintu serta terpaan angin yang tidak wajar, dan kemudian terdengar tangisan bayi serta suara ketawa. Seru juga ini pikir saya. Kemudian saya bangkit serta berjalan memasuki ruang demi ruang rumah itu dan ada penampakan sosok lelaki tua yang berpakaian jawa. Saya mencoba berkomunikasi tapi gagal karena lelaki itu berbicara dengan nada tidak jelas.

Ada bola api merah yang menyerang saya secara tiba-tiba tidak tau dari arah mana datangnya. Tapi syukur saya dapat menghindari bola api itu dan setelah menyerang saya bola api tersebut menghilang tiba-tiba .

Tiba-tiba kaki saya kaku, tidak dapat bergerak dan ternyata ada tangan panjang yang memegang kaki saya, kemudian tangan saja tanpa anggota badan lain. Sontak saya melantunkan ayat qursi sambil memegang tangan panjang itu dan kembali tangan panjang itu terbang dan menghilang.

Kini ada siluman harimau yang menghadang saya Kemudian kembali saya menangkisnya dengan bacaan-bacaan dzikir dan tidak puas dengan siluman harimau, tiba-tiba terdengar suara rintihan yang memilukan meminta tolong. Saya masih ingat bahwa sebelum rumah ini dibangun, ini adalah tanah pekuburan tua. Mungkin masih banyak jiwa-jiwa yang tersesat, meminta tolong agar didoakan.

Saya kemudian berdoa, memohon kepada yang kuasa, pada saat belum selesai saya berdoa, ada 3 pocong sekaligus menampakkan diri di depan saya. Setelah pocong kemudian disusul dengan kuntilanak merah.

Saya kemudian maklum mengapa puluhan paranormal tidak mampu untuk menetralisir rumah ini, ya dikarenakan sungguh sangat banyak mahkluk halus yang tinggal dirumah kosong ini.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 03:00 dan godaan mahkluk halus pun sudah mulai berkurang dan saya memutuskan untuk meninggalkan rumah kosong berhantu itu, dan kembali ke masjid. Ada yang mau saya bicarakan selepas subuh dengan pak Erwin sebagai sesepuh kampung itu.

Lepas subuh, saya kemudian berbicara di masjid dan saya menyarankan diadakan khataman Al quran di rumah kosong itu, dan pak Erwin sebagai sesepuh saya minta mendoakan jiwa-jiwa yang belum sempurna itu serta memohon kepada Allah agar teror mahkluk halus itu dapat berhenti.

Pak Erwin dan warga lain langsung menyetujui saran saya, terlebih saya menjamin selama diadakan khataman Al quran, saya akan mendampingi warga kampung itu agar tidak ada gangguan mahkluk halus. Saya kemudian kembali beristirahat di rumah pak Parman dan kali ini saya meminta ijin untuk tidur sejenak.

Singkat ceritanya, hari kemudian berjalan cepat, tanpa terasa proses khataman al quran akan segera dimulai. Ada sekitar 30 warga yang hadir dan masing-masing membaca 1 juz. Saya hanya berjaga-jaga setelah sebelumnya membuat pagar ghaib agar proses khataman itu lancar dan tidak ada gangguan dari mahkluk halus.

Setelah selesai khataman, pak Erwin pun membaca doa agar jiwa-jiwa yang tidak sempurna itu dapat menemukan jalan pulang dan agar tidak lagi terjadi teror dari mahkluk halus.

Kemudian pada pagi harinya saya berpamitan kepada Pak Erwin, pak Parman dan warga kampung lainnya serta berjanji untuk suatu saat saya akan datang lagi. Banyak ucapan terima kasih yang datang, khususnya dari pak Erwin. Kepada pak Erwin saya hanya berpesan bahwa kita harus yakin dengan keimanan kita.

Saya kemudian melangkah pergi dari kampung yang terletak di Pekalongan timur itu dan berjanji dalam hati untuk suatu saat akan datang kembali. Sejak saat itu tidak ada lagi teror mahkluk halus dari rumah kosong tersebut.

BACA JUGA :

Check Also

Kegagalan

Kegagalan Selalu Ada di Dalam Permainan Yang Pemain Lakukan

Sering kali pemain judi selalu tidak seberuntung pemain lainnya dan banyak kesalahan yang mereka lakukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *