Home > Cerita Horor > Rumah Kosong Dengan Pintu Terbuka

Rumah Kosong Dengan Pintu Terbuka

Cyndy dan Jimmy mengajakku pulang lewat jalan lain yang tidak biasa kami lewati ketika pulang sekolah, Karena sekolah kami berada didalam perumahan, jadi banyak jalan untuk menuju kesekolah. Mengetahui hal itu, aku pun tidak sungkan dengan ajakan mereka.

Di jalan, Cyndy membelikanku batagor, itu karena aku telah mau menerima ajakannya, Karena jimmy iri, cyndy kembali merogoh sakunya dan membelikan jimmy batagor. Kami lewat jalan berlawanan dari yang biasanya, nantinya akan memutar, tapi anggap saja ini untuk menghabiskan waktu diluar rumah. Dibanding menonton televisi atau di depan komputer seharian, jalan-jalan seperti ini lebih menyenangkan.

Banyak rumah yang tampak kusam dijalan yang kami lewati, karena Rumah yang tidak laku terjual dan tua dimakan waktu. Pekarangan sudah ditumbuhi rumput-rumput liat, seluruh cat ditembok sudah tampak kusam, atap rumah banyak yang bolong bahkan kaca jendela banyak yang hilang. Ulah para berandal, mereka pasti mencuri dan menjualnya ke tukang rongsok.

Tidak jarang pada beberapa tembok ada coretan-coretan para berandal itu dan Kebanyakan bertulis “disini ada setan”. Semua rumah di jalan ini memang terlihat mengerikan yang terlihat Kusam, dinding yang melapuk, rumput-rumput yang memenuhi pekarangan, dan atap yang bolong-bolong.

Tiba-tiba cyndy berlari menuju salah satu rumah di kiri kami yang Pintunya terbuka karena menggantung timpang pada satu engselnya. Cyndy berbalik dan meneriakki kami berdua pengecut lalu dia masuk. Jimmy merampas topiku dan berlari menyusul Cindy. “Dasar anak-anak” aku ikut berlari dan melangkah masuk.

Saat pertama masuk, aku yakin jika rumah ini pernah ditinggali, bukan rumah rusak yang tak laku dijual. Pada dinding lorong yang kulalui, banyak bingkai yang memuat foto perempuan dan Pigura-pigura itu amat berdebu sehingga aku malas menyentuhnya. Ada Beberapa foto selalu menampakan wajahnya dan Rambutnya dikepang dua, dan berwarna pirang. Dia selalu tersenyum ketika difoto. Ketika makan, piknik, bermain piano dan pada satu foto dia sedang berdiri disamping rak pajangan.

Banyak rekahan di lantainya, beberapa kali aku tersandung dan Tiba-tiba Cyndy berteriak. Aku tergopoh mencari asal suara. Jimmy yang berada di depanku berbelok dan masuk sebuah ruangan tak berpintu, Ketika aku melewatinya, Cyndy malah tertawa terbahak-bahak mungkin karena berhasil mengerjai kami. Perempuan itu terus tertawa sampai akhirnya ada suara gedebuk dari ruang sebelah dan kami semua terdiam.

Jimmy berjalan keluar ruangan lebih dulu, di belakangnya aku lalu Cyndy dan Kami memasuki ruang sebelah yang juga tak berpintu. Kayu-kayu berserakan dan beberapa benda yang kukenal juga berserakan di atasnya. Benda-benda itu adalah pajangan di dalam foto terakhir tadi, Berarti kayu-kayu itu adalah rak pajangan yang lapuk lalu terlepas dari tembok. Jimmy terkesan dengan salah satu pajangan yang berbentuk burung garuda “sepertinya dari perak” lalu jimmy memasukannya ke tas.

Aku sudah memperingatkan sebelumnya, tapi dia tidak menggubris dan kembali menemukan pajangan dari balik tumpukan kayu. “Hey lihat, pajangan dari perak lagi” jimmy menunjukan pajangan gitar berwarna keperakan lalu dia kembali memasukannya kedalam tas. Setelah puas dengan ruangan itu, kami menelusuri semua ruangan dan Aku jadi tahu tempat-tempat foto tadi diambil.

Ruang makan, ruang tamu, dan terakhir ruang kamar si perempuan dalam foto dan Kamarnya pun sudah kosong, mungkin seluruh barang dalam kamar ini sudah dibawa saat mereka pindahan. Cyndy sudah bosan dan jimmy pun sepertinya sudah puas mengambil barang-barang, jadi kami bergegas pulang. Baru saja kami meninggalkan kamar, sesuatu kembali berdebam, Kami menoleh bersamaan, dinding kamar itu runtuh.

Batu batanya masih berjatuhan ke lantai dan tampaknya tembok itu sangat tebal, tapi Kenapa? sebab itu bisa mengubur sebuah mayat. Aku yakin itu kerangka manusia dengan Posisi tengah meringkuk dan itu terjatuh dari rekahan tembok dan menimpa reruntuhan. Cyndy teriak sangat kencang sehingga memekakan telingaku lalu jimmy membekap mulutnya. Aku mendekati reruntuhan itu dan Tulang-tulang itu memang kerangka manusia.

Kami mesti memberi tahu polisi,lalu Kami bergegas untuk keluar dari rumah kosong tersebut namun sesuatu kembali menghalangi kami. Di ujung lorong yang jauh, di pintu keluar satu-satunya dari rumah ini, seseorang berdiri dan Wajahnya terlihat pucat sekali, rambutnya yang pirang dikepang dua, amat tidak asing bagiku, dia perempuan di foto. Dia berlari ke arah kami, cyndy kembali teriak, aku menyentaknya menuju kamar tadi Tapi ternyata tidak ada jendela.

Ketika aku berbalik untuk mencari kamar lain, si perempuan kini melata di dinding, melata sangat cepat, mulutnya menganga lebar sampai bawah telinga. Kami menuju dapur dan berlari ke pintu belakang jimmy paling belakang, dia terus berteriak jika perempuan itu makin cepat. “Dia melata diatas kita” jimmy menyentak tanganku. Aku mendongak dan melihat rambut perempuan yang berjumbai-jumbai itu dan dia melewati kami.

Dia melompat dan berdiri menghalangi pintu belakang dengan Mulutnya yang menganga dan dia kembali berlari, lalu Kami memutar arah secepat-cepatnya untuk lari dari hantu perempuan itu.  Jantungku hampir melompat keluar, aku melepaskan tangan cyndy dan mendahului jimmy dan Aku berada paling depan, melewati pintu dan berhasil keluar rumah. “Apa batagornya enak?” perempuan itu bertanya kepada teman-teman sambil menangkap kaki kedua temanku. Aku terpaku diluar, memandangi cyndy dan jimmy yang terus berteriak karena kakinya diseret mahkluk itu menuju kamarnya.

Seseorang menepuk bahuku, aku menoleh. “Kenapa kau masuk kedalam?”jimmy penasaran, “Kau tahu jika rumah ini sangat angker kan?” cyndy menimpali. Ketidak mengertianku akan hal yang terjadi barusan sama besarnya dengan rasa bersyukurku karena mereka tidak apa-apa. Aku menggeleng untuk keduanya, kupeluk mereka berdua dan “Kita mesti lapor polisi”.

Sehari setelah laporan kami, rumah itu diperiksa polisi. Tulang-tulang itu ternyata kerangka si perempuan berambut pirang. Menurut polisi, perempuan itu sudah lama hilang, Kerangkanya kini sudah dimakamkan. Beberapa minggu setelah itu, di meja belajarku ada sekantung plastik batagor dan kertas bertuliskan “terima kasih”. Kurasa perempuan pirang itu masih mengikutiku dan Mulai kini, aku tidak bakal lagi masuk ke rumah kosong dengan pintu terbuka.

Check Also

Jarangkong

Hantu Jarangkong,Hantu Pencuri Telur Yang Sangat Serem.

Di Jawa, ada hantu jarangkong. Dalam bahasa Indonesia bisa disebut Tengkorak. Kalau masyarakat Jawa sendiri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *