Home > Cerita Horor > Penghuni Hutan Dan di Pindahkan Jin ke Kolam

Penghuni Hutan Dan di Pindahkan Jin ke Kolam

Cerita pengalaman seorang teman saya waktu jaman SMA dulu, beliau bernama joko. peristiwanya terjadi ditahun 1999.Waktu itu joko masih kuliah disalah satu Universitas diJogjakarta (UPN), seperti biasa setiap hari sabtu pagi, joko dengan Honda GL Pronya solo riding dari Jogja ke Semarang untuk menemui kekasihnya didaerah Semarang. Dan malamnya selalu langsung pulang ke jogja. Temen saya ini termasuk mahasiswa yang budiman, disamping tidak nakal juga rajin belajar serta setiap apel tidak mau menginap walau sipemilik kos-kosan sudah menawarinya menginap tentu dikamar yang lain bukan sekamar dengan pacarnya,rute yang biasa dilewati joko adalah jogja-Magelang-secang-Ambarawa-Ungaran-semarang.
Suatu ketika setelah joko mengunjungi kekasihnya disemarang, dia benar-benar kemalaman. Biasanya jam 21.00 sudah pulang, joko pulang terlalu malam.

Start dari Semarang jam 24.00. Joko nekat melewati jalur yang konon kalau malam penuh dengan aura mistis, Jalur antara Ambarawa hingga Secang, lampu penerangan jalannya masih kurang dan sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Karena jalanan sepi dan malam hari, joko memacu Honda GL pronya dikecepatan antara 70-80 km/jam. Joko membawa tas ransel tapi dicangklong didepan (dada) agar dada terlindung dari hempasan angin malam.
Memasuki jalan Semarang – Temanggung sekitar jam 01.00 malam dan suasana gelap gulita, sepi, senyap dan dikiri kanan jalan banyak pohon-pohon (seperti hutan rimba) dan hawanya dingin menusuk tulang. Ditengah jalan tiba-tiba terdengar suara seperti seng jatuh yang terseret…sreng..sreng..sreng… Reflek joko langsung memberhentikan motornya dan berhenti dipinggiran jalanan yang begitu sepi, mesin motor dan lampu masih keadaan menyala joko masih diatas motor dan check plat nomer belakang… “wah..plat nomornya jatuh..”joko mau membelokkan motornya kekiri bermaksud balik arah untuk mencari plat nomor yang jatuh, lalu membelokkan setang kekiri tiba-tiba terdengar suara dari samping kiri agak belakang “nggole’i iki mas?”(Mencari ini mas?) dan karna keadaan gelap gulita, dan suara itu datangnya dari samping kiri belakang, maka joko tidak bisa melihat dengan jelas sosok yang berbicara itu..hanya terlihat tinggi besar dan memakai kain sarung yang dicangklongkan dipundak kanan dan tiba-tiba tangan dari sosok yang bicara itu menyodorkan plat nomer ke joko.
Joko langsung menerima plat nomer tersebut dengan tangan kanan dan segera memasukkan plat nomer itu kedalam tas yang ditaruh didada. saat joko menerima dan membuka resletting tas untuk memasukkan plat nomer motornya lalu terlintas dibenak joko, “Orang itu kok jari-jarinya gede bener..sebesar pisang ambon dan hitam berbulu. Namun joko belum sadar kalau yang berbicara itu adalah sosok dari penunggu hutan itu. Joko turun dari motor, bermaksud mau mengucapkan terima kasih.. “Pak?.. pak?..” Lho yang dipanggil-panggil kok nggak ada.. tengak-tengok sekeliling hanya ada kegelapan malam.Mulai muncul perasaan takut, badan merinding, dalam hati joko berkata jangan-jangan ini genderuwo penunggu hutan ini, atau arwah penasaran korban kecelakaan”…Hhiiii.. joko langsung loncat naik keatas motornya dan langsung ngibriiitt… sepanjang jalan joko nggak berhenti, padahal biasanya kalau pas nggak ketemu sesosok itu, joko selalu berhenti sejenak untuk makan. Joko terus memacu motornya sambil harap-harap cemas “tadi yang dimasukkan kedalam tas, plat nomer beneran apa bukan ya?”. Akhirnya Jam 3 pagi sampai juga joko ditempat kosnya. Setelah masuk kamar kos..pelan-pelan joko membuka tasnya…dan… Ternyata plat nomer beneran.. joko nggak bisa tidur sampai pagi, karena kuatir “sosok” tersebuttadi mengikut sampai ke kos.

Dipindahkan Jin Muslim ke Kolam

Muhammad, seorang yang pernah nyantri di sebuah pondok pesantren salafiyah di Jawa Timur, menuturkan kisahnya kepada saya. Berikut saya ringkaskan untuk para sahabat:
Peristiwanya terjadi di tahun 2005 silam. Waktu itu saya sedang dalam perjalanan dan kebetulan kehabisan ongkos. Ya, namanya saja santri. Kondisi keungannya memang selalu saja cekak.
Karena kemalaman, saya dan 2 orang teman sesama santri memutuskan untuk nginap di sebuah musholla kecil yang ada di sebuah desa yang terletak di jalan antara Pasuran dan Surabaya.
Mulanya kami bertiga hanya tidur di teras musholla. Kira-kira pukul setengah dua dinihari, kami pindah ke dalam, soalnya di luar udara sangat dingin menggigit persendian. Salah seorang temanku, Ilham namanya, tidur di tempat pengimaman. Waktu itu, Aku dan Ramzi, teman yang santri yang satunya lagi, memang tidak begitu memperhatikannya, sebab mungkin karena kami mengantuk berat, jadi tidak sempat lagi mengingatkan Ilham agar jangan tidur di tempat pengimamanku dan Ramzi bangun pukul 04.30, dan kami tidak melihat Ilham. Namun sekali lagi, kami masih belum sepenuhnya sadar bahwa Ilham hilang. Baru sehabis sholat subuh, kami sadar kalau Ilham tidak ada. Ah, kami pikir mungkin dia sedang mencari makanan untuk sekedar mengganjal perut.
Tapi celakanya, sampai pukul 06.00 itu Ilham tak juga muncul. Ketika itu kebetulan ada seorang ibu yang ingin memandikan anaknya di kamar mandi mushola tersebut. Ibu ini tiba-tiba menjerit histeris sambil menunjuk-nunjuk ke kamar mandi.
Aku dan Ramzi kaget, sebab sejak berada di mushola itu kami memang tidak tahu ada kamar mandinya. Mendengar jeritan ibu itu, apalagi dia mengatakan ada mayat, kami pun bergegas menghampirinya. Astaga! Aku kaget bukan kepalang. Antara takut dan sulit percaya, kulihat tubuh Ilham tergeletak di bak mandi, dengan kepalanya masih nongol di luar. Anehnya, meski posisinya seperti itu Ilham masih tidur pulas. Bahkan, seolah-olah dia sama sekali tidak mendengar kegaduhan yang terjadi.
Setelah aku dan Ramzi berusaha membangunkannya dengan menggoyang-goyang tubuhnya, Ilham akhirnya bangun juga. Dengan santainya ia keluar dari bak mandi. Dia benar-benar seperti orang bingung dan sedikit bego.
Ketika aku ceritakan apa yang terjadi dengan dirinya, Ilham pun mendadak ketakutan. Dia kemudian menceritakan kalau semalam setelah dirinya pindah tidur ke pengimaman, dia mimpi ada seorang tinggi besar melarangnya tidur di situ. Karena membandel, orang itu kemudian melemparkan tubuhnya.
“Setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi. Cuma aku merasa dingin sekali, tapi sekujur tubuhku terasa kaku dan sakit,” cerita Ilham. Mungkin, perasaan ini terjadi karena ia tidur di dalam bak mandi yang masih berisi sedikit air.
Menurut cerita salah seorang sesepuh di lingkungan musholla itu, dikatakan bahwa musholla itu termasuk bangunan tua yang ada penunggunya. Dia menyebutkan bahwa Ilham kemungkinan besar dipindahkan tidurnya oleh Jin Muslim yang ada di musholla itu karena dia tidur di tempat imam. Sang sesepuh pun mengaku sering merasa kalau tadarus malam-malam di musholla, kerap ada yang mengikuti bacaanya.

Pernah suatu malam, saya sholat Isya, waktu itu sudah jam 23.00 Wib. Ketika saya membaca Al-Fatihah, ada yang menjawab “amin” di belakang saya. Padahal waktu itu saya sholat sendirian. Mungkin itu adalah bangsa Jin ikut jadi “makmum”.

Check Also

Jarangkong

Hantu Jarangkong,Hantu Pencuri Telur Yang Sangat Serem.

Di Jawa, ada hantu jarangkong. Dalam bahasa Indonesia bisa disebut Tengkorak. Kalau masyarakat Jawa sendiri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *