Home > Cerita Horor > Orang Yang Terjebak ke Dunia Ghaib.

Orang Yang Terjebak ke Dunia Ghaib.

Menemukan Arwah Yang Telah Meninggal Dunia di Pantai

 

Selamat datang di blog Misteri Nyata Tengah Malam yang akan selalu menyajikan kisah-kisah yang berhubungan dengan misteri dan kegaiban.Update kali ini akan berbagi kisah orang kalap. Orang kalap adalah orang yang terjebak ke dunia ghaib.

Pantai Parangtritis menjadi saksi bisu perpisahan kami dan Kekasihku kalap ditelan ganasnya ombak setempat, kemudian Peristiwa itu terjadi sekitar 8 tahun yang lalu. Masih segar dalam ingatanku, satu hari bertepatan dengan hari Minggu, dia pamit kepadaku ingin pergi ke Pantai bersama teman-temannya dan Kalau saja waktu itu aku tidak punya kesibukan yang tidak bisa aku tinggalkan, tentu akan dengan senang hati aku mengantarnya.

“Maaf Lia, aku tidak bisa ikut bersamamu ke Pantai, kataku kala itu, kemudian beberapa jam menjelang kepergian kekasihku bersama kawan-kawannya.
“Kamu tahu sendiri, hari ini Om Hendra sedang ada acara dan tidak mungkin aku tidak bantu-bantu…”
“Aku mengerti, Mas Jefri.. Santai saja, Mas Jefri tidak bisa ikut ke Pantai, tidak masalah, karena aku ada teman-teman,” kata Lia sambil berusaha menenangkanku. “Tetapi kalau aku mohon sekali ini saja, mau kan, Mas Jefri?!”
“Apa?”
“Antarkan aku ke rumah Dian dan Teman-teman, nanti kami kumpul di sana lalu Kami akan berangkat ke pantai dari rumah Dian jelas Lia kepadaku.
“Dhuh, kamu ini Lia…Lia…! Begitu saja sampai kamu harus bilang mohon sekali ini saja! Seperti tidak akan pernah ketemu lagi saja.. Ha.. ha.. .ha kataku setengah meledeknya.

Dengan senang hati, akupun mengantarkan Lia ke rumah Dian Yang tidak pernah kuduga, ternyata itu merupakan kebersamaan terakhir kami dan kemudian Lia ditelan ganasnya ombak laut selatan Pantai Parangtritis, saat bermain di bibir pantai.

Beberapa saksi mata mengatakan, saat Lia bermain di bibir pantai bersama kawan kawannya, tiba-tiba muncul sebuah ombak yang menyeretnya ke tengah samudera dan kemudian Jasad Lia yang tidak pernah bisa diketemukan itupun akhirnya dianggap terjebak kedunia ghaib.

Aku benar-benar merasa kehilangan dan terpukul atas peristiwa itu dan pada saat itu Kesedihanku tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, yang Seolah-olah sulit sekali bagiku untuk menerima kenyataan pahit itu. Berbagai usahaku untuk melupakan Lia, menguburnya dalam-dalam di liang lahat kenangan, serasa sia-sia saja. Bayangan wajah Lia seolah tidak mampu aku lupakan dan Semakin aku lupakan, justru semakin segar dalam ingatan.

Aku kira, akupun telah berusaha mencari tempat persembunyian yang paling tersembunyi, Namun bayang-bayang wajah Lia hampir selalu bisa menemukan tempat persembunyianku. Akupun merasa sangat letih dan hampir putus asa karenanya dan tidak ada yang bisa aku lakukan, kecuali hanya bersedih saja.

Sungguh, aku merasa tidak lagi mempunyai kemampuan untuk menghentikan cintaku kepada Lia dan kemudian Logika pikiranku sebenarnya mengatakan sia-sia, karena mencintai sesuatu yang tidak pasti. Tetapi anehnya, aku merasa sangat bahagia dengan keadaan yang demikian itu. Benarkah hidupku ini sudah absurd? Entahlah, aku tidak tahu. Aku hanya ingin menjalani saja apa yang sudah menjadi keyakinanku.

Keyakinanku yang membuatku hingga sampai di Candi Sawentar ini dan Bermula dari sebuah informasi yang aku peroleh dari seorang kawan, sebut saja Erwin. Seperti yang didengar Erwin atas cãndi yang terletak di Desa Sawentar, Provinsi Jawa Timur itu, konon banyak dipercayai sebagai singgasananya orang-orang yang terjebak dialam ghaib. Akupun kemudian berpikir begini, “Jika memang benar demikian, berarti Lia ada di candi itu bersama orang-orang yang senasib dengan dirinya..

Entah kenapa, begitu mendapatkan informasi tersebut, aku tergoda untuk mengunjungi Candi Sawentar Yang lebih tidak terjangkau oleh pikiranku, mengapa pula tiba-tiba aku percaya dan meyakininya begitu saja. Bukti dari semua itu dan aku pun melakukan ritual tabur bunga di sebuah titik di dalam kawasan candi itu dan kemudian Titik yang dimaksud lazim disebut Pager Sawentar.

Wujud Pager Sawentar ini adalah berupa sebuah batu persegi panjang yang Di tempat inilah aku menabur bunga tiga warna yang biasa digunakan untuk aktivitas spiritual nyekar. Bunga tiga warna itu sendiri terdiri dari sekuntum mawar merah, kembang kenanga dan sekuntum kantil. Doa-doa kupanjatkan kepada Yang Maha Kuasa untuk kebahagiaan Lia di alamnya Dan anehnya, di puncak kekhusukanku berdoa, seolah aku melihat wajah Lia yang berseri-seri dengan senyum terkembang di sudut bibirnya. Lia tidak bicara apapun, kecuali hanya menatapku sambil tersenyum.

Setelah kunjunganku yang pertama itu, aku semakin yakin dan percaya saja, bahwa Lia memang berada di Candi Sawentar sebagai bagian dari entitas gaib setempat. Akupun tidak lagi sering ke Pantai Parangtritis seperti sebelumnya, ketika ingin menziarahanya. Aku menganggap, meski Lia terjebak dialam ghaib di Pantai Parangtritis, namun bersemayamnya di Candi Sawentar.

Menurut beberapa referensi yang aku baca, Candi Sawentar ini secara fisik hampir sama dengan Candi Kidal dan Candi Kidal sendiri terletak di Desa Rejo Kidul, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Karena kesamaan secara fisikal tersebut, kemudian muncul sebuah dugaan, bisa jadi Candi Sawentar merupakan tempat pendharmaan Anusapati yang dikenal sebagai Raja dan Kerajaan Singosari yang ke dua.

Pembangunan Candi Kidal sendiri seperti informasi yang aku dapatkan dari sebuah referensi, diperuntukkan sebagai bentuk penhormatan atas jasa besar Anusapati yang bertahta di Kerajaan Singosari selama kurang lebih 20 tahun. Riwayat hidupnya berakhir di tangan Tohjaya yang menghabisinya dan kemudian Anusapati tewas dalam sebuah konflik perebutan kekuasaan yang terjadi di Kerajaan Singosari kala itu. Tetapi ada keyakinan lain lagi di balik kematian Anusapati yang tragis itu, yakni sebagai bagian dari kutukan MPU Gandring.

Candi Kidal sendiri pada tahun 1990 mengalami pemugaran yang Begitu halnya dengan Candi Sawentar, Bahkan pemugaran yang terjadi di Candi Sawentar tidak hanya terjadi di jaman kemerdekaan saja. Semasa pemerintahan Hindia Belanda, telah mengalami 3 kali Pemugaran yang dilakukan oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda itu terjadi pada tahun 1915,1920 dan 1921.

Pemugaran Candi Sawentar kala itu sebagai akibat dari dampak letusan Gunung Kelud yang berada sekian kilometer di sebelah utaranya. Ketika terjadi erupsi, sebagian badan Candi Sawentar terbenam oleh material vulkanik Gunung Kelud. Nah, setelah diadakan proses penggalian, barulah bisa terangkat tubuhnya hingga seperti keadaan semula. Sampal sekarang belum bisa diketahui secara pasti, kapan sebenarnya Candi Sawentar pertama kali dibangun. Ini sebagai akibat tidak adanya angka tahun atau prasasti yang bisa dijadikan petunjuk.

Yang jelas, Candi Sawentar mi berada pada areal lahan seluas 1.565 meter persegi. Keadaan candi, sepintas terlihat unik karena seperti berada di tengah kolam. Karena posisinya yang demikian itu, maka sekalipun tinggi badan candi mencapai 10, 5 meter, namun tidak tampak menjulang tinggi.

Candi Sawentar dibangun sebaga tempat pemujaan dan bersemedi yang ikonografi reliefnya tidak begitu banyak Lukisan pada candi didominasi oleh gambaran Kala yang cukup besar pada 4 sisi candi bagian atas. Kala yang dimaksud berupa gambaran kepala raksasa atau dalam dunia pewayangan disebut Buto. Pada bangunan utama candi terdapat pintu masuk di sebelah barat dan Pintu tersebut merupakan akses jalan menuju tempat pemujaan yang Untuk mencapainya harus meniti tangga yang terbuat dari batu.

Kemudian di dalam ruangan tempat pemujaan itu terdapat lambang kesuburan dan relief Surya Majapahit yang melekat di langit-langit ruangan. Relief Surya Majapahit ini konon merupakan lambang kebesaran Kerajaan Majapahit itu sendiri dan Raja Hayamwuruk disebut-sebut pernah melakukan meditasi di Candi Sawentar ini.

Dan sumber sejarah yang aku baca, memang aku tidak mendapatkan sekecil pun informasi mengenai Candi Sawentar sebagai persemayamannya roh orang-orang yang terjebak didunia ghaib. Tetapi anehnya, hal itu tidak pernah mempengaruhi sesuatu yang terlanjur menjadi kepercayaanku. Aku percaya dan sangat yakin, bahwa Lia yang kalap di Pantai dan jasadnya tidak pernah bisa ditemukan itu, secara gaib rohnya bensemayam di Candi Sawentar bersama mereka yang senasib dengan dirinya.

Keyakinan demikian, seolah semakin erat saja memelukku dan kemudian Tiba-tiba saja, aku merasa sangat bahagia, setiap kali berada di Candi Sawentar. Entahlah, setiap kali melakukan ritual tabur bunga di candi itu sambil memanjatkan doa-doa untuk Lia, aku merasa diriku sedang berada di kediaman perempuan yang sangat aku cintai itu. Bahkan, bukan hanya sekedar berada di rumahnya, tetapi lebih dari itu seolah aku bisa bertemu dengan Lia dan bercakap-cakap.

Sosok Lia yang semula muncul secara imajinasi, lambut-laun seakan-akan menjadi sangat nyata dan Mungkin karena ini pula, hampir dalam setiap kunjunganku ke Candi Sawentar, rasanya berat sekali bagiku ketika harus pulang meninggalkannya. Aku seperti tidak tega membiarkan Lia sendiri.

Tetapi setiap muncul perasaan demikian, tiba-tiba saja Lia seperti mengingatkanku, bahwa di peninggalan purbakala yang sangat bersejarah itu, dirinya tidak sendiri, namun Banyak sekali kawannya yang senasib dengan dirinya sebagai orang-orang kalap.

Bahkan, Lia pun seakan-akan menasehatiku, bahwa takdir tiap-tiap manusia tidaklah sama, dan aku harus menjalaninya seperti apa adanya dengan penuh ikhlas dan tawakal. Aku kira sebuah nasehat yang bijak, yang membuatku merasa tercerahkan untuk menapaki perjalanan hidup yang masih berlangsung.

Check Also

Makhluk Halus

Hewan yang ditakuti Makhluk Halus Dan Jin Dan Lain Lain Nya

Ternyata hewan memiliki kepekaan terhadap hadirnya Makhluk Halus, mitos mengatakan hewan-hewan Ini memiliki tanda-tanda bila …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *