Home > Kesehatan > Tidur Setelah Makan Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Stroke
Stroke
(Sumber:www.asalqq.com) Tidur Setelah Makan Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Stroke

Tidur Setelah Makan Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Stroke

Merasa ngantuk setelah makan adalah hal yang cukup sering terjadi di setiap orang, sehingga langsung tidur setelah makan pun tidak bisa dihindari dan tanpa kita sadari, ini membawa dampak yang negatif terhadap kesehatan tubuh dan Meningkatkan Risiko Penyakit Stroke. Pernahkah Anda tidur setelah makan dan bagian atas perut Anda terasa panas? Ini merupakan salah satu akibatnya. Tidur setelah makan membuat tidur tidak nyaman dan juga dapat mengakibatkan dampak lainnya.

Langsung tidur setelah makan dapat membuat kualitas tidur Anda tidak optimal, bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti stroke. Sebaiknya makan malam terakhir dilakukan beberapa jam sebelum tidur, jika Anda sangat lapar dan terpaksa harus makan sebelum tidur, sebaiknya pilih makanan yang mudah dicerna dan makan dalam porsi kecil, seperti buah.

 Dapat Meningkatkan Risiko Stroke

Jika Anda makan makanan berat mendekati waktu tidur, Anda akan mengalami akibat, seperti:

1. Heartburn

Jika Anda makan mendekati waktu tidur, apalagi makan makanan yang tinggi lemak, Anda akan merasa penuh dan kembung. Lebih dari itu, langsung tidur setelah makan dapat menyebabkan heartburn, yaitu sensasi panas pada perut bagian atas atau terkadang sampai ke tenggorokan yang disebabkan oleh naiknya asam lambung. Sensasi panas ini membuat tidur malam Anda menjadi tidak nyenyak.

Makan malam mendekati waktu tidur juga mungkin membuat Anda kurang lapar di pagi hari, sehingga Anda melewatkan sarapan. Melewatkan sarapan dapat membuat Anda makan berlebihan pada saat makan siang atau mengonsumsi makanan ringan yang tidak sehat secara berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan dampak berkepanjangan dan membuat pola makan Anda rusak.

Tidur setelah makan juga membuat sistem pencernaan Anda sulit untuk mencerna makanan yang Anda makan dan ini akan menyebabkan masalah pada sistem pencernaan Anda, bahkan dapat meningkatkan risiko stroke.

2. Stroke

Penelitian oleh University of Ioannina Medical School di Yunani menunjukkan bahwa tidur setelah makan dapat meningkatkan risiko penyakit stroke. Penelitian ini melibatkan 500 orang sehat yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu 250 orang yang mempunyai riwayat penyakit stroke sebelumnya dan 250 orang yang didiagnosis sindrom koroner akut. Sindrom koroner akut adalah jenis penyakit jantung yang paling umum, di mana aliran darah ke jantung menurun yang disebabkan oleh penyumbatan arteri dan dapat mengakibatkan sesak pada dada sampai serangan jantung.

Penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang memiliki jarak paling lama antara makan dan tidur berada dalam risiko terendah untuk terkena stroke. Mereka yang setidaknya makan satu jam sebelum tidur menurunkan risiko stroke sekitar 66%. Sedangkan mereka yang mempunyai jarak antara makan malam dan tidur sebesar 70 menit sampai 2 jam dapat menurunkan risiko stroke sebesar 76%.

Penelitian ini tidak menjelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Tetapi terdapat teori yang mengatakan bahwa makan mendekati waktu tidur meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke tenggorokan sehingga menyebabkan sleep apnea yang berhubungan dengan stroke.

Teori lain yang juga mungkin dapat menjelaskan hubungan antara makan sebelum tidur dengan stroke adalah bahwa setelah makan terjadi perubahan kadar gula darah, kadar kolesterol, dan tekanan darah. Ketiga perubahan ini mungkin dapat berdampak pada peningkatan risiko stroke. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hal ini.

Beberapa orang beranggapan bahwa makan malam sebelum tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Namun, ini belum tentu benar. Kenaikan berat badan terjadi ketika kalori yang masuk ke tubuh Anda lebih dari kalori yang keluar melalui aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari. Sehingga jika Anda makan siang berlebihan melebihi kalori yang Anda butuhkan dan melewatkan makan malam, Anda bisa saja mengalami kenaikan berat badan. Ini berarti kapan Anda makan tidak sepenting berapa banyak makanan yang Anda makan. Makan siang atau makan malam, kalori tetaplah kalori, yang jika berlebihan akan menyebabkan kenaikan berat badan.

Mungkin saja makan mendekati waktu tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan karena apa dan berapa kalori yang Anda makan. Biasanya orang akan lebih tertarik untuk makan makanan dengan kandungan lemak tinggi, seperti mi instan, pizza, atau gorengan, dibandingkan dengan makanan sehat, seperti buah atau salad pada malam hari. Hal inilah yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan jika Anda sering makan malam. Sekali lagi, bukan masalah waktu Anda makan, tetapi lebih kepada apa yang Anda makan.

Check Also

Pagi Hari

Sangat Bahaya Tidur Pagi Sebelum Jam 11.00 Pagi

Bahaya tidur pagi sebelum jam 11.00 atau di Pagi hari sangat penting untuk kita ketahui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *