Friday , September 22 2017
Home > Cerita Horor > Mengikuti ke Alam Ghaib Demi Genderuwo Perempuan

Mengikuti ke Alam Ghaib Demi Genderuwo Perempuan

Menikah Dengan Genderuwo Perempuan

 

Sebagai pegawai yang bertugas di bagian kehutanan, Reza mesti siap untuk ditugaskan dimana saja dan berpindah-pindah tempat dan Kali ini dia mesti terima diletakkan di ujung timur Pulau Jawa. Banyuwangi, kota yang sarat dengan nuansa mistik dan populer dengan magic-nya, yaitu santet. Di kota ini pun Reza harus juga diletakkan di Alas Purwo yang satu lokasinya adalah rimba yang ada di Banyuwangi serta bersebelahan dengan Samudera Indonesia di pantai selatannya.

Alas Purwo yang disebut taman nasional terdapat di Kecamatan Tegaldlimo serta Kecamatan Purwoharjo di samping selatan serta tenggara Banyuwangi. Arti kata Alas Purwo atau Rimba Purwo dipercaya mempunyai arti rimba yang pertama atau rimba yang dikira tertua di Pulau Jawa. Hal semacam ini ditandai dengan adanya banyak beberapa website yang dikira keramat oleh orang-orang seperti Gua Padepokan maupun Gua Istana.

Di Alas Purwo juga ada banyak satwa langka seperti banteng, lutung, burung merak, ayam rimba, rusa, macan tutul dan Tidak kalah menariknya Alas Purwo juga memiliki banyak pantai indah seperti Teluk Grajagan serta Plengkung yang memiliki satwa langka serta dilindungi seperti penyu lekang serta penyu belimbing.

Saat ini nyaris 1 tahun Reza tempati posisi pekerjaannya yang baru dan kemudian Beragam pengalaman didapatnya di Alas Purwo ini terutama menyangkut beberapa hal yang berbentuk gaib. Tetapi sepanjang setahun bertugas di alas Puwo ini, dia terasa rimba dengan luas 43. 420 hektar ini belum dijelajahinya dengan cara prima. Ada banyak beberapa tempat yang tersembunyi dan tidak tersentuh tangan manusia lantaran kewingitannya serta kebuasan alamnya.

Seperti pengalaman dia mesti mengantar serombongan pengunjung yang datang dari Surabaya dan kemudian Rombongan yang berjumlah lima orang menyebutkan bakal lakukan ritual di satu gua yang ada di Alas Purwo. Keangkeran Alas Purwo nyatanya juga adalah daya tarik untuk beberapa pelaku spiritual untuk menggerakkan selaku ditempat itu. Karenanya tidak aneh bila kerap diketemukan beberapa orang yang melakukan semedi di seluruh pelosok Alas Purwo.

Pak Iwan yang disebut pimpinan rombongan menyebutkan bila kehadiran mereka ke Alas Purwo untuk lakukan ruwatan atas Sigit. Reza lalu memandang ke arah pria paroh baya yang bernama Sigit itu. Pria itu terlihat duduk diam, pandangan matanya kosong tidak tahu menerawang kemana. Dia juga tidak menggubris apa yang berlangsung di sekelilingnya dan pada Awal mulanya Reza menduga yang berkaitan adalah orang yang terganggu ingatannya. Tetapi sesudah mendengar narasi yang dituturkan oleh Andi, salah seseorang kerabat Herman yang turut mengantarkan, Reza tercekat.

Kemudian 10 tahun dan waktu lalu Herman datang ke Alas Purwo untuk menggerakkan ritual sesudah perusahaan tempatnya bekerja gulung tikar, dan dia harus juga alami PHK dari perusahaannya itu. Lantaran terasa putus harapan juga terasa malu pada anggota keluarga yang lain Herman mengambil keputusan untuk pergi ke Alas Purwo serta menggerakkan ritual ditempat itu.

Satu diantara tempat yang dipakai oleh Herman untuk menggerakkan ritual yaitu gua istana, Ditempat itu dia bersemadi serta hidup sebagai pertapa selama 1 tahun. Hingga pada akhirnya dia merampungkan tapanya serta pulang kembali ke Surabaya dan Kemudian Herman berdagang baju anak-anak. Meskipun berjualan di emperan toko, jualannya itu laku manis serta senantiasa dipenuhi oleh beberapa konsumen.

Tetapi anehnya, anggota keluarga Herman sering menjumpai Herman tertawa serta bicara sendiri bila tengah ada dalam kamarnya dan kemudian anggota keluarganya juga kerap mendengar nada perempuan tertawa. Anggota keluarga yang lain awal mulanya menduga Herman tengah berduaan berbarengan seseorang gadis Tetapi sangkaan ini tidak dapat dibuktikan lantaran mereka tidak pernah lihat ada gadis dalam kamar Herman.

Peristiwa ini bahkan juga berjalan bertahun-tahun dan Setiap kali di tanya, yang berkaitan cuma tersenyum kecil seolah penuh arti, Jadinya keluarga Herman bertanya-bertanya. Tetapi lantaran tidak dikira mengganggu anggota keluarga Herman yang lain, jadi kelakuannya dilewatkan saja. Terutama Herman sendiri dengan usahanya yang lumayan itu sering menolong kesusahan ekonomi yang dihadapi oleh keluarganya itu.

Tetapi belakangan ini yang berlangsung yaitu perilaku Herman yang semakin aneh dan nyaris setiap malam mereka mendengar nada pertikaian didalam kamar Herman. Juga nada barang yang dibanting lantaran pertikaian yang ramai dan kemudian Mendengar beberapa nada ribut itu, saudara Herman segera masuk kamar. Tetapi lagi-lagi mereka tidak temukan siapa-siapa didalam kamar itu terkecuali Herman dan hanya saja keadaan Herman, terlihat pucat serta cemas. Dia juga berulang-kali berteriak untuk janganlah ditinggalkan.

“Siapa yang meninggalkan anda, Man? ” bertanya Andi saat lihat keadaan adiknya itu.
Herman tidak menjawab, cuma kembali berteriak, “Sar, janganlah tinggalkan aku…! Janganlah Sar! ”
Mendengar pengucapan Herman itu, Andi kembali ajukan pertanyaan “Siapa Sar itu, Man? ”
Herman yang awal mulanya tidak acuh dengan apa yang berlangsung melihat sepintas ke arah kakaknya sambil menjawab, “Sari, istriku…! ”
“Sari? Sari siapa, Man? ” bertanya Andi yang semakin terasa heran dengan perkataan Herman dan dia kemudian duduk disamping Herman berupaya menentramkan adiknya itu. Sesaat matanya berikan isyarat anggota keluarga yang lain tidak untuk masuk kedalam kamar dahulu serta membiarkan mereka berduaan.

Sesudah tinggal mereka berdua didalam kamar, Andi mencoba mencari tahu apa yang dihadapi adiknya. “Aku terasa bingung, Sari itu siapa? Mengapa anda tidak pernah bercerita padaku? ”
Herman melihat ke arah Andi dan menjawab, “Sari itu istri, Kami berteman di Alas Purwo”
Alas Purwo Banyuwangi? ” Andi memberikan keyakinan pendengarannya.
Betul, Mas. Bertahun-tahun waktu lalu saya kenal dengan Sari dan dia tinggal di satu perkampungan yang ada di Alas Purwo. Lantaran orang tuanya tidak merestui jalinan kami, maka dari situ dia kawin lari serta hidup sebagai istriku dan kemudian dia yang sampai kini membantuku berjualan di pasar, ” narasi Herman.

Kalau dia memanglah istrimu, mengapa anda tidak pernah memperkenalkan sama kami? Kami juga tidak pernah memandangnya? ” Kening Andi berkerut terasa heran dengan perkataan saudaranya itu.
“Sari itu takut ketahuan keluarganya serta dipaksa pulang, Maka dari itu saya tidak ingin memperkenalkan pada kalian, ” jawab Herman lagi.

Andi terasa pusing dengan jawaban-jawaban aneh dari Herman itu dan kemudian Dia lantas meninggalkan Herman serta mengambil keputusan untuk berunding dengan anggota keluarga yang lain. Tetapi sejak peristiwa itu perilaku Herman makin aneh dan menjadi-jadi dan pada saat ini dia bahkan juga serupa orang hilang ingatan lantaran kelakuannya itu. Sehingga pada akhirnya ditetapkan untuk memanggil Pak Anton, seseorang tua yang di kenal dapat mengobati orang yang kesurupan.

Dari hasil penilaian Pak Anton nyatanya memanglah benar Herman sampai kini melakukan jalinan dengan makhluk halus dari kelompok genderuwo. Genderuwo perempuan itu juga jatuh cinta pada Herman dan mengikuti dimanapun Herman pergi. Tetapi hal semacam ini tidak diakui oleh Herman.

Untuk Herman, Sari yaitu gadis desa dari satu desa di tepi Alas Purwo yang kawin lari dengan Herman lantaran jalinan mereka tidak di setujui oleh orangtua Sari. Saat ini rupanya Sari punya niat untuk pulang ke Alas Purwo tetapi Herman tidak bersedia serta pada akhirnya yang berlangsung seperti ini.

Mendengar pembicaraan mengenai Herman itu, Reza tidak terasa heran bila hal semacam itu berlangsung pada Herman dan Baginya Alas Purwo menaruh seribu kegaiban dan seribu keanehan yang akan tidak pernah habis. Pada saat ini rombongan itu dengan membawa Herman bergerak menuju ke Gua Istana yang ada di Alas Purwo. Kemudian sesampai disana Pak Anton dengan salah seseorang muridnya memandikan Herman dengan air kembang yang sudah disediakan.

Herman yang seakan tidak tahu dengan apa yang berlangsung dan tidak menggubris apa yang dikerjakan oleh beberapa orang kepadanya. Sesaat Andi sendiri ikut menolong ritual yang dikerjakan oleh Pak Anton. Sesudah demikian lama bersemedi terlihat Pak Anton buka matanya dan kemudian dia melihat Andi dan kerabat Herman. Rupanya susah untuk melepas Herman dari ikatan cintanya dengan Sari, ” katanya.
“Sebetulnya apa yang berlangsung, Pak Anton? ” bertanya Reza dengan berdebar-debar lihat hasil semedi Pak Anton. “Bagi orang pemula, Alas Purwo ini hanya adalah rimba yang lebat serta penuh dengan binatang buas. Tetapi tidak dalam pandangan batin, Alas Purwo adalah keraton makhluk halus yang berbagai macam. Beraneka makhluk halus menghuni tempat ini, Ada kuntialanak, banaspati, jin, ilu-ilu bahkan juga genderuwo. Tidakkah sekian Mas Andi? ” berkata Pak Anton pada Reza.

Benar apa yang disebutkan oleh Pak Anton, Saya sebagai penjaga rimba di sini kerap menjumpai keanehan yang tidak masuk akal, Maka dari itu sering kali orang katakan bila Alas Purwo ini gudang makhluk halus,” jawab Reza membetulkan perkataan Pak Anton.
Pak Anton lantas melanjutkan ceritanya. Menurutnya, lantaran putus asanya saat bersemedi dahulu, dengan cara tidak sadar Herman sudah masuk kedalam alam makhluk halus. Disanalah dia berteman dengan Sari.

Genderuwo perempuan ini rupanya juga memiliki perasaan yang sama juga dengan Herman Tetapi lantaran Herman tidak ingin tinggal di alam Sari, maka pada akhirnya mereka kembali pada kota asal Herman. Serta Sari tetaplah mengikuti Herman. Kemudian yang tidak diakui Herman, Sari yaitu seseorang genderuwo sehingga pada akhirnya sesudah bertahun-tahun Sari terasa tidak kerasan dan menginginkan kembali pada alamnya sendiri, kemudian hal semacam ini rupanya tidak dapat di terima oleh Herman.

“Lalu selanjutnya bagaimana Pak Anton? ” bertanya Andi.
Pak Anton tersenyum. “Hal ini saya kembalikan lagi pada sanak keluarga Herman. ”
“Maksud Pak Anton? ” Andi terasa bingung.
“Cinta Herman telah terlanjur mendalam serta susah dilepaskan, Mungkin saya menyingkirkan perasaannya pada Sari, tetapi yang berlangsung akal fikiran Herman akan tidak dapat berperan dengan normal. Setelah itu dia bakal ndleming selalu, ” terang Pak Anton.
Mendengar keterangan ironis itu Reza coba mengatasi. “Apakah tidak ada alternatif lain Pak? ”
“Ada. Namun ini dapat berat dan dikira tidak masuk akal, ” jawab Pak Anton sambil memandang ke arah Herman yang saat ini tertawa sendiri. “Sar, saya menyusulmu di kampung, guman Herman seseorang diri.
Kebanyakan orang terasa prihatin dengan apa yang berlangsung pada Herman Tetapi pada akhirnya kebekuan itu terputus dengan perkataan Pak Anton. Kita biarlah Herman hidup berbarengan Sari di alam Sari”.
“Apa? Maksud Pak Anton bagaimana? kejar Andi tanpa ada dapat menutupi rasa keingintahuannya yang besar, dan kemudian “dia bakal kajiman sambil beralih jadi makhluk halus seperti perihal dengan Sari, ” sepeerti yang disebutkan oleh expobia

Tidak…Saya tidak ikhlas adikku jadi genderuwo, ” tegas Andi, dia terasa bingung dengan apa yang berlangsung, Namun Andi sendiri juga tidak tega lihat apa yang berlangsung pada Herman kesempatan ini. Pada akhirnya sesudah memikirkan panjang, Andi mengambil keputusan untuk membiarkan apa sebagai hasrat Herman terwujud, bila memanglah mereka berdua telah sama-sama menyukai.

Pak Anton juga lalu meneruskan ritualnya dan kemudian dia memandang mata Herman dengan tajam serta membuatnya tertidur seolah tidak paham apa yang berlangsung. Lalu badan yang terlelap itu dibungkusnya dengan kain mori hitam yang sudah disiapkan dan Sesaat nyala menyan penuhi seluruh ruang yang ada di gua itu. Tidak berapakah lama bau menyan itu bercampur dengan bau singkong bakar yang penuhi ruangan.

“Genderuwo perempuan itu telah datang, tunjuk Pak Anton pada pojok ruang yang saat ini penuh dengan asap putih yang tidak tahu dari mana aslinya. Gumpalan asap putih itu menumpuk serta pada akhirnya berwujud seorang badan. Andi lihat sosok perempuan yang cantik dengan menggunakan pakaian hitam-hitam terlihat jalan ke arah badan Herman yang terbungkus mori.

Sesaat Reza yang telah punya kebiasaan lihat bentuk makhluk halus yang ada di Alas Purwo dapat tahu bentuk asli dari Sari. Terlihat sosok perempuan bertubuh tinggi besar penuh bulu dengan cuma menggunakan cawat serta payudara yg tidak tertutup dan berjalan ke arah badan Herman.

Sesosok genderuwo yang bernama Sari itu makin mendekat ke arah Herman yang terbaring dan kemudian Pak Anton terlihat mengatakan sesuatu pesan kepada Sari. Kemudian dia terlihat mengangguk-angguk mengiyakan pesan itu dan kemudian Sari lalu masuk menembus kedalam mori tempat Herman berbaring. Sesudah sebagian waktu, Pak Anton buka mori itu, Ajaib! Badan Herman telah tidak terlihat. Demikian juga Sari.

Mereka berdua telah kajiman serta masuk kedalam alam makhluk halus, tutur Pak Anton.
Andi hanya terdiam lesu melihat apa yang sudah berlangsung dan Sesaat Reza kembali merenung, sekali lagi dan dia melihat kegaiban Alas Purwo yang akan tidak pernah selesai hingga kapanpun.

Check Also

Gajah

Penanganan Dan Pencegahan Penyakit Kaki Gajah

Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *