Home > Cerita Horor > Makhluk Hitam Bertandung Menjelma Menjadi Pocong

Makhluk Hitam Bertandung Menjelma Menjadi Pocong

Jin Yang Ganas Menjelma Menjadi Pocong Untuk Menakuti Warga

 

Kisah Nyata Horor – Asalamuallaikum warahmatullahi wabarakathu, Balik lagi dengan Regi disini, kebetulan beberapa hari waktu lagi rada santai nih, jadi bisa berbagi cerita buat sobat sobat disini. Kisah ini sederhananya di ceritakan oleh kawan kecil aku yang dahulu sekali pernah tinggal satu kampung dengan mang Udin, namun tetap Regi kasih judul seperti di atas karena ada masalah besar dari mang udin sendiri dalam menangani kasus ini. Aku dengan mang udin sudah berteman lama dan beberapa tahun silam, berkat dari beliau sebut saja ini bernama Iwan, dan kang iwan ini dahulu tinggal dekat sekolah yang berada di kampung serang Banten, dimana tempat mang udin tinggal hingga sekarang.
kisah cerita ini sudah lama sekali terjadi kalau tidak salah waktu itu masih duduk di sekolah dasar.

Masa berkabung keluarga pak Rosidi ayah dari almarhum kang Badrun belum juga usai, kini muncul berita menghebohkan mengenai sosok pocong kang Badrun yang selalu nongol meneror dan menghantui warga kampung sekitar. Desas desus makin ramai saja dari mulut ke mulut, hampir warga sekampung tak terlepas selalu memperbincangkan arwah gentayangan penjelmaan pocong anak nya pak Rosidi yang baru saja meninggal kurang lebih 2 hari 3 malam tersebut.

Semasa hidup anak nya pak Rosidi terkenal sangat di takuti alias jagoan atau istilah di sini jawara. Sebut saja kang Badrun dia di takuti lawan dan bahkan di segani kawan, semasa hidupnya dia juga di duga memiliki ilmu kanuragan apa itu namanya, yang jelas katanya tidak mempan peluru dan senjata tajam. Sayang pilihan langkah hidup nya malang melintang kecemplung di dunia hitam dan tindakan kriminal.

Pada suatu pagi yang dingin, tanah lapang di kampung di sana sini masih di basahi oleh embun pagi, bahkan hangat sinar mentari pun belum juga keluar dari peraduan nya. Tiba tiba, dari speaker toa masjid terdengar lantang sebuah informasi duka cita yang mengatakan bahwa kang badrun telah meninggal dunia. Ditemukan di tanah lapang oleh salah satu warga yang hendak menunaikan solat subuh berjamaah di masjid. Badrun di temukan dengan kondisi mengerikan, terdapat luka tembak di dada kiri serta terlihat jelas lubang peluru yang terlihat menganga di dahinya. Tidak ada yang tau siapa yang nembak dan dengan peluru apa, yang jelas kang badrun,Mayat nya di biar kan tergeletak di rerumputan basah.

Beberapa warga yang sudah terbangun dan hendak memulai aktifitas pagi, sempet pada tercekat dengar berita kalau kang badrun meninggal. Rupanya agak kurang percaya atas berita yang dikumandangkan barusan, tanpa perlu menyita waktu lama. Rumah duka bapak rosidi selaku ayah nya kang badrun di kerubungi warga sekitar kayak lalat ngerubungi makanan basi. Katanya orang gak bener tapi pas meninggal kok banyak yang nengok, usut punya usut rupanya yang nengok bukan hendak berbela sungkawa atau turut berduka cita. Menurut salah satu warga, kata nya terus terang aja aku kesini, bukan untuk ikut berbela sungkawa tapi sekedar memastikan bahwa apa betul si badrun itu sudah benar-benar meninggal? kalau benar, bagus deh,biar aman kampung kita, kira kira begitulah menurut salah satu warga yang tengah celingak celinguk di sekitar rumah duka.

Setelah 2 hari kematian badrun, pada suatu malam di tengah-tengah kampung, tepat nya di sebuah gardu pos siskamling sebut saja beno, saprul dan sulaiman. Tengah kebagian tugas ronda, mereka bertiga tengah asik mendengarkan radio sambil memunguti ranting-ranting dan daun kering dan berselendangkan sarung untuk di bakar membuat api unggun. Tentunya guna mengusir nyamuk nakal sekaligus menghangat kan badan yang di terpa dingin nya hawa malam

tiba tiba ada suara “Bruuuuggkk”….Seketika atap pos gardu bergoyang hebat seperti ada sesuatu benda berat yang jatuh atau hinggap di atap pos ronda dan tanpa menoleh sulaiman yang tengah asyik merem melek di gardu. Dengan selonjoran nempelin kuping deket spiker radio, Kaget dan berceloteh, “kamu ini no kerja nya kalau gak usil gak puas. Beno yang merasa tidak melakukan keusilan tersebut dan Beno menjawab “usil apa sih lawong aku dari tadi disini lagi bakarin kayu. Kembali ke sulaiman “lah terus ini siapa yang di atas atep gardu dari tadi goyang ngecoor sampe seng nya bunyi cekat cekot kaya mau copot.

beno dan saprul serentak untuk memandang ke atas atap gardu siskamling, seketika saprul dan beno terperangah, diem memaku, bersuara kagak, Cuma mulut nya aja pada nyelangap. Sukirman yang melihat situasi seperti itu jadi bingung dan keheranan sambil mengangkat setengah kedua tangan bergaya diva tingkat kelurahan. Seakan sebuah kode bertanya di atas ada apa broo? Namun beno dan saprul Cuma bisa nyelangaaap saja sambil nunjuk-nunjuk keatas atap, membuat Sulaiman jadi geregetan.

Baru saja sulaiman hendak menyusul kedua rekan nya yang berlagak aneh, ketika baru saja mau turun dari dari gardu, tiba-tiba tepat di wajah sulaiman muncul sosok pocong bergelantung. Menyerupai wajah badrun dengan mata melotot berwarna merah darah menyala yang lengkap dengan atribut kapas yang masih menyumbat di hidungnya. Hanya saja lubang di dahi nya terus menerus mengalirkan cairan darah dan nanah yang menetes dan bau nya tidak ketulungan. Sulaiman yang seketika berhadap-hadapan tanpa janjian dengan pocongan badrun dan sulaiman langsung sukses tepar sampai pagi, begitupun dengan beno dan saprul.

Semenjak kejadian tersebut pemuda-pemuda di kampung kagak ada lagi yang mau ronda, yang di upahi dengan rokok sebungkus juga tidak mau. Pada menolak pada akhir nya warga semua pada resah, sudah beberapa kali teror hantu pocong badrun berkali-kali terulang. Bahkan ini gak tanggung-tanggung, bener-bener super berani ini pocong, suka nongol gak peduli biar di tempat terang dan banyak orang juga. Bikin warga kocar kacir, yang suka nangkrong di warung kopi pada ngilang semua sampai yang punya warung kopi nya juga ikut ngilang karena ketakutan di teror sama hantu pocong nya kang badrun. Hingga kampung yang biasa nya ramai, kini lebih sepi dari pada kuburan, jangan kan menjelang malam siang hari saja orang kalo sendirian dirumah mending pingsan duluan biar sampe nunggu jadi rame.

Hingga pada suatu saat kekacauan yang di sebab kan oleh hantu pocong kang badrun terdengar dan sampai ketelinga kang Maman, kang maman ini adalah termasuk orang yang memang di segani oleh masyarakat kampung ini. Karena di duga selain punya nyali besar semasa badrun masih hidup pun badrun sedikit hormat pada kang Maman. Kang Ujang rupanya kakak kandung asli dari kang Udin, Teror mengenai hantu pocong badrun akhir nya terdengar oleh kang Maman. Singkat cerita setelah di adakan musyawarah dan di dapat keputusan akhir nya menghasilkan sebuah rencana. Pada suatu malam para pemuda yang di pimpin oleh kang Maman akan menangkap sosok ghoib dari pocong kang badrun yang sudah sangat meresah kan.

Dari jam 22.00 malam penampakan sosok pocong kang badrun yang selalu mengganggu warga di nanti dengan harap-harap dan cemas, tentunya tidak bagi kang Maman. Dia mondar mandir di depan gardu dengan memegangi gagang golok yang terselip di pinggang, namun gak tau kenapa si hantu kagak nongol-nongol membuat kang maman semakin sewot dan naik pitam kemudian akhir nya lambat laun menjadi sombong. Berteriak-teriak menantang si pocong, namun tetap saja si hantu pocong badrun tak kunjung datang, sekitar 00.30 malam di saat mereka tengah merasa tinggi hati dan sombong. Saat sela-sela kang maman dan kawan-kawan pada tertawa di gardu sambil ngomongin hantu pocong badrun yang mereka kira tak berani datang lantaran ada kang maman yang di jagokan ternyata mereka salah besar.

Ngedadak tercium bau bangkai yang sangat kuat saking bau nya sampai-sampai salah satu warga yang ikut suka rela hendak meringkus pocong kang badun, tak kuat menahan bau hingga ada yang muntah. Tak berapa lama… Groooossssaaaaakkkhh.. dari arah pohon kelapa dekat warung kopi mang santo terlihat terbang sosok putih kecoklatan kumal dan muncul di hadapan mereka. Terlihat wujud pocong kang badrun dengan wajah udah semakin ancur rusak menghitam mata merah menyala dan menebar bau busuk bangkai di sela kening nya terlihat menganga luka seperti bolong yang terus mengeluarkan cairan kental. Pocong kang badrun mengeluarkan suara serak seperti orang tercekik. Menurut nara sumber, pada situasi seperti itu pemuda-pemuda yang suka rela ikut rencana hendak menangkap pocong badrun. Mendadak langsung lemes semaput seperti gak bertulang, mau kabur takut apalagi mau nangkep yang ada pada melongo dan pada ngacir dan sebagian pingsan.

Beda lagi dengan kang maman, memang momen ini yang tengah di nanti tanpa banyak bicara kang maman langsung menghunus kan golok dan golok nya seketika di hantamkan ke leher pocong itu. Namun yang terjadi kang maman malah mental terpelanting seakan seperti membacok ban karet yang super kenyal. Sejurus kemudian dengan sigap kang maman bangkit dan berteriak menghunuskan kembali golok nya namun begitu lagi yang terjadi malah kini golok nya kang maman mental entah kemana dan kang maman menyerang si hantu pocong dengan membabi buta tanpa membuahkan hasil.

Di lain tempat kang udin yang baru pulang, mendengar kabar dari sang ibu yang katanya kakak nya bersama teman-teman nya hendak menangkap hantu pocong, mendadak gelisah mang udin. Sehingga menyusul sang kakak ke pos gardu, dan yang benar saja kala itu beberapa meter dari lokasi mang udin melihat kang maman, kakak nya tengah berkelahi. Namun yang di lihat oleh mata batin mang udin, kalau kakaknya tidak sedang berkelahi dengan pocong tapi justru sedang berkelahi dengan sosok mahkluk astral hitam besar dan berbulu. Mahkluk sosok hitam berulu itu ada tanduk tumbuh di tengah kening nya yang terlihat panjang sekali, menandakan jika si mahkluk ghoib atau jin ini sudah berumur sangat tua.

Tiba tiba kang Maman terpelanting mental jauh sekali di saat dia tengah berusaha menangkap kaki pocong kang badrun, setidak nya itu visualisasi yang terlihat oleh kang maman. Tapi dengan sekaligus dia di pentalkan hingga kepalanya terbentur kedinding tembok dan seketika itu juga tak sadar kan diri. Mang Udin yang melihat kakak nya di tendang sedemikian rupa akhir nya marah dan langsung masuk ke arena pertempempuran dengan di awali kalimah bismillah, mang udin melemparkan semacam serbuk. Mang udin sengaja membawa dari rumah yaitu berupa garam dapur yang sudah di bacai mantra,lalu tubuh si mahkluk dan terdengar seperti suara letupan-letupan kecil memercik api saat terkena tubuh si mahkluk, namun itu hanya membuat si mahkluk semakin marah dan menggeram buas.

Kini amarah si mahkluk tertuju ke pada mang Udin dan dengan tenang mang Udin memandang sosok mahkluk hitam yang terlihat melotot tajam penuh amarah, dengan mengatur ilmu pernafasan dan mendawamkan kalimah sakti. Secara mata batin terlihat tangan mang udin bersinar terang keputihan, di saat mahkluk itu menerkam menyerang dengan gema takbir bersamaan melesak cahaya putih menghantam tubuh si mahkluk dan di iringi suara letupan. Jeritan keras suara kesakitan si mahkluk yang selalu mengganggu dengan berwujud pocongan kang badrun tiba-tiba berubah seperti asap berterbangan. Dimana saat mahluk itu berdiri terlihat seperti tumpukan abu seakan ada sesuatu yang telah terbakar kemudian sirna seketika tak berbekas.

Dengan tubuh yang lemas, akhir nya mang Udin menggotong tubuh kakaknya seorang diri dan beberapa pemuda yang pingsan di naikan ke gardu dan di biarkan di situ hingga sadar pagi hari Namun terjadi satu musibah yang cukup fatal terhadap kang maman rupanya kang maman terkena ludah dari si mahkluk yang menyebab kan tubuh nya menjadi bau tak sedap. Namun selain itu kang maman menjadi seperti orang stres hilang ingatan alias rada gak waras, derita ini cukup lama di derita kang maman. Setelah di obati dengan perlahan dan penuh kesabaran akhir nya kang Maman berangsur normal.

Baiklah sobat-sobat begitulah kira-kira berlangsung nya duel antara mang maman dan hantu pocong yang selalu meneror warga kampung yang belakangan ini di ketahui ternyata sosok hantu pocong yang selalu usil menakut nakuti warga. Ternyata jelmaan dari jin ganas tersebut yang sudah lama nempel dan merasuk ketubuh kang badrun, sebagai jelmaan dari ilmu hitam yang menjadi pegangan nya.

Check Also

Makhluk Halus

Hewan yang ditakuti Makhluk Halus Dan Jin Dan Lain Lain Nya

Ternyata hewan memiliki kepekaan terhadap hadirnya Makhluk Halus, mitos mengatakan hewan-hewan Ini memiliki tanda-tanda bila …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *