Friday , September 22 2017
Home > Gaya Hidup > Kolesterol Tinggi Bisa Menjadi Penyakit Jantung
Kolesterol
(Sumber : www.asalqq.com) Kolesterol Tinggi Bisa Menjadi Penyakit Jantung

Kolesterol Tinggi Bisa Menjadi Penyakit Jantung

Hari yang tidak akan pernah dilupakan dalam kehidupan Ridwan, pada Hari itu, tidak seperti dia memiliki Kolesterol Tinggi, Bisa Menjadi Penyakit Jantung dia bangun dengan tubuh yang tidak enak dan Dada kirinya terasa nyeri, punggungnya terasa sakit. Kami kira hanya masuk angin biasa, Karena itu Ridwan minum obat antimasuk angin dan istirahat,” cerita Ridwan yang pada saat itu berumur 45 tahun .

Makin siang, rasa sakit itu tidak hilang dan Perutnya terasa mual, kemudian Tubuhnya pun mulai berkeringat dan setelah itu Ridwan jatuh pingsan saat hendak ke kamar mandi. Istrinya yang panik segera membawa ke rumah sakit untuk diperiksa dan setelah sampai Di rumah sakit, Ridwan langsung ditangani di Unit Gawat Darurat, dan selanjutnya masuk ke ruang ICU.

Penyakit Jantung Karena Kolesterol Tinggi

Ternyata Ridwan terkena serangan jantung dan Setelah beberapa hari di ruang ICU, Ridwan langsung operasi by pass jantung. Alhamdulillah sampai sekarang Ridwan tetap sehat. Ridwan tidak pernah menduga, bahwa dirinya bakal terkena penyakit jantung koroner. Namun dia mengakui selama ini tidak menjaga makanan, kemudian dia adalah seorang perokok dan hampir tidak pernah olahraga. “Ternyata kesehatan itu mahal, Saya sampai jual rumah untuk biaya operasi,” tutur Ridwan.

Walaupun banyak mengeluarkan biaya untuk berobat, Ridwan mengaku beruntung, nyawanya terselamatkan dan kemudian penyakit jantung koroner seperti yang menimpanya ini banyak berakhir dengan kematian.

Menurut dokter spesialis penyakit jantung dari RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, dr Doni Firman, SpJP, penyakit jantung koroner adalah bagian dari penyakit kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah. Selain jantung koroner, penyakit kardioavaskular lainnya adalah penyakit jantung bawaan, penyakit jantung karena hipertensi, penyakit jantung reumatik, penyakit jantung aritmia, dan lain-lain.

Penyakit kardiovaskular merupakan pembunuh nomor satu di dunia dan Indonesia, Berdasarkan data Federasi Jantung Dunia, kematian akibat penyakit jantung 17,1% juta orang dan kemudian 19% total kematian per tahun. Jumlah ini empat kali jumlah penduduk Singapura.

Di Indonesia, berdasarkan catatan Yayasan Jantung Indonesia, prevalensinya 7 s/d 12% per tahun dan artinya, minimal ada 16,8 juta penduduk mengidap penyakit jantung dari 240 juta penduduk di Indonesia. Dari jumlah itu, yang berusia produktif, 30-50 tahun, mencapai 50%.

Jumlahnya penderita penyakit ini tiap tahun semakin meningkat , kemudian Di RSJPD Harapan Kita misalnya, Pada tahun 2011 rumah sakit yang menjadi rujukan nasional untuk penyakit jantung dan pembuluh darah ini, menerima 360 pasien kasus jantung. Sedangkan pada tahun 2013, di RS yang mempunyai 12 orang dokter spesialis jantung yang standby selama 24 jam dan tujuh hari seminggu ini, ada lebih dari 400 pasien penyakit jantung yang menjalani tindakan.

Ahli penyakit jantung lainnya, Isman Firdaus, SpJP (K) FIHA mengatakan ada 5 faktor utama yang menjadi penyebab utamanya penyakit jantung. Yaitu, kencing manis, merokok, darah tinggi, kolesterol, dan riwayat keturunan jantung.

Data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2007, menunjukkan prevalensi faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti berat badan lebih (obesitas) 19,1% dan obesitas sentral 18,8%, diabetes mellitus (kencing manis) di daerah perkotaan 5,7%, konsumsi makanan asin (24,5%) dan makanan berlemak tinggi (12,8%). Selain itu kurang mengkonsumsi serat seperti buah-buahan dan sayuran (93,6%), kurang aktivitas fisik 48,2%, gangguan mental emosional 11,6%, perokok aktif setiap hari 23,7%, dan konsumsi alkohol dalam 12 bulan terakhir sebesar 4,6%.

Kalau punya salah satu dari kelima faktor resiko utamanya itu, sebaiknya waspada. Apalagi kalau punya lebih dari satu faktor resiko, misalnya darah tinggi dan merokok, resiko untuk terkena penyakit jantung akan lebih besar.

Mencegah dengan Rumus 035140530

Untuk mencegah penyakit kardiovaskular papar Isman Firdaus, rumusnya cukup sederhana yakni 035140530 dan Kumpulan angka yang mirip nomor telepon itu, memberikan panduan apa yang harus dilakukan seseorang untuk menghindari terkena penyakit jantung dan kardiovaskular.

Dia menjelaskan, angka 0 artinya no smoking, Yakni tidak merokok. Asap rokok mengandung lebih dari 4.800 zat kimia yang sangat berbahaya untuk kesehatan. Menurut Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rokok telah membunuh 5,4 juta orang per tahunnya atau rata-rata setiap enam detik penyakit yang disebabkan oleh rokok dapat membunuh satu orang.

Rokok adalah musuh jantung, kemudian Di bungkus rokok sudah jelas-jelas tertulis bahwa merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Jadi hindarilah merokok kalau tidak ingin kena penyakit jantung. Apalagi yang sudah ada indikasi penyakit jantung, sudah harus berhenti merokok total.

Angka 3 : menyimbolkan olahraga berjalan kaki paling kurang 3 kali seminggu sejauh 3 kilometer dan selama 30 menit. Olahraga secara teratur akan mencegah timbulnya ciri penyakit jantung.

Angka 5 : artinya makan sehat dengan 5 porsi buah dan sayur. Makanan tinggi serat seperti buah-buahan dan sayuran sangat bermanfaat untuk kesehatan pembuluh darah dan jantung.

Angka 140 : artinya tensi yang ditolelir adalah 140 mm/Hg. Tekanan darah yang normal pada manusia dewasa adalah di bawah 120/80 mm/Hg. Umumnya, tekanan darah di atas 140/90 dianggap tinggi. Tekanan darah tinggi bila tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan jantung bekerja terlalu berat sehingga mengalami kerusakan serius. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, dan stroke. Jadi jika tensi melebihi 140 itu harus waspada.

Angka 5 : artinya kadar kolesterol total yang dibolehkan adalah 5 mmol/L. Kolesterol berbahaya karena dapat memicu serangan jantung akibat peredaran darah yang tidak lancar. Kolesterol terdiri atas 2 jenis yaitu kolesterol HDL dan kolesterol LDL. Kolesterol LDL, adalah kolesterol jahat, yang bila jumlahnya berlebih di dalam darah akan diendapkan pada dinding pembuluh darah membentuk bekuan yang dapat menyumbat pembuluh darah. Kolesterol HDL, adalah kolesterol baik, yang mempunyai fungsi membersihkan pembuluh darah dari kolesterol LDL yang berlebihan.

Bahaya jika kolesterol tinggi adalah penyumbatan pada pembuluh darah jantung yang dapat menimbulkan serangan jantung. Penyumbatan pada pembuluh darah otak dapat menimbulkan serangan stroke.

Angka 3 : artinya kadar LDL atau kolesterol jahat yang dibolehkan adalah 3 mmol/L. Pembuluh darah koroner mengalami penyempitan akibat kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL) yang mengendap. Kolesterol jahat adalah faktor risiko utama penyebab penyakit jantung koroner.

Harus dipantau agar LDL ini tak melebihi 3 mmol/L,” saran Isman.

Angka 0 : artinya no obesity. Obesitas artinya kelebihan berat badan. Obesitas merupakan faktor resiko bebas bagi penyakit kardiovaskular. Kelebihan berat badan mempengaruhi faktor resiko penyakit kardiovaskular seperti peningkatan level kolesterol LDL, trigliserida, tekanan darah, level gula darah dan menurunkan level kolesterol HDL serta meningkatkan resiko perkembangan penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, dan aritmia jantung.

Berat tubuh perlu dijaga agar ideal untuk menurunkan resiko penyakit kardiovaskular.

Periksa sejak dini

Kasus jantung koroner, sering tidak didahului oleh gejala tertentu kemudian penderitanya hanya merasakan nyeri di dada atau punggung, masuk angin, keringat dingin, dan merasa tidak nyaman. Jika seseorang mempunyai penyakit dasar yang merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter. Ini untuk mengontrol penyakit tersebut dan mendeteksi dini, jika ada kelainan penyakit jantung koroner

Seseorang yang telah terdiagnosis penyakit jantung koroner harus secara rutin kontrol ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah terdekat untuk mencegah perburukan penyakit. Faktor umur juga berpengaruh pada seseorang untuk terkena penyakit kardiovaskular termasuk jantung. Makin tua umur seseorang, semakin besar potensi untuk terkena penyakit jantung. Namun begitu penyakit jantung juga banyak mereka yang masih berumur muda.

Mereka yang berumur di atas 30 tahun sebaiknya melakukan check up untuk mengetahui apakah ada gejala kelainan pada jantung, Lebih cepat diketahui lebih baik. Pengecekan kesehatan jantung dilakukan melalui rekam jantung (elektro cardiography), tes lari (treatmill test), USG jantung (echo cardiography), CT Scan jantung, dan kateterisasi jantung. Dengan pengecekan, kondisi kesehatan jantung bisa diketahui. Dengan begitu, jika seseorang mulai terdeteksi risiko serangan sakit jantung dapat dilakukan pengobatan lebih dini.

Jika ada sakit nyeri di dada dalam jangka waktu agak lama, jangan dianggap remeh, Harus curiga bahwa itu berasal dari jantung, sampai hasil diagnosis membuktikan bahwa itu bukan berasal dari jantung. Yang terbaik untuk menangkal penyakit ini adalah dengan mencegah penyakit jantung koroner dengan mengendalikan faktor risiko. Semakin banyak faktor risiko dan semakin parah penyakit jantung koroner maka biaya pengobatan akan semakin besar, karena membutuhkan tindakan seperti intervensi koroner perkutan primer atau operasi bedah pintas koroner.

Penyakit jantung menyerang semua lapisan masyarakat tidak terkecuali golongan bawah. Penanganannya memerlukan biaya besar yang sering kali tidak terjangkau sehingga menyebabkan angka kematian yang tinggi. Deteksi dini diperlukan agar bisa dicegah dan ditangani lebih awal. Agar tidak seperti Ridwan yang terpaksa menjual rumahnya untuk operasi penyakit jantungnya.

BACA JUGA :

Check Also

Pertumbuhan

Kebotakan Rambut Terjadi Karena Pertumbuhan Keratin

Kebotakan rambut baik itu disengaja ataupun tidak disengaja, biasanya mengakibatkan seseorang akan menjadi kurang percaya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *