Friday , September 22 2017
Home > Cerita Horor > Kamar Kosong Dihuni Hantu Sinden
khas jawa
(Sumber ; Kamar Kosong Dihuni Oleh Hantu Sinden)

Kamar Kosong Dihuni Hantu Sinden

Aku adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dan Mungkin, bagi sebagian banyak orang menganggap bahwa aku selalu dimanja oleh kedua kakak ku. Tapi sayangnya itu tidak bertahan lama, kemudian Suasana bahagia di dalam rumahku ini berubah semenjak kedua kakakku beranjak dewasa.

Kakak pertama sudah sangat jarang tidak tidur lagi di rumah karena sibuknya pekerjaan dia dan Sementara kakak kedua, semenjak kuliah saja dia sudah jarang untuk kumpul dengan keluarga lagi. Apalagi setelah dia kerja merantau yang membuat aku hanya seperti anak tunggal di rumah. Sudah hampir 3 tahun ini aku lebih banyak menghabiskan waktu sendirian di rumah dan kemudian Orang tuaku sibuk dengan pekerjaannya, walaupun tiap malam dan weekend mereka pasti menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama.

Suara Sinden Dengan Lagu Tembang Khas Jawa

Beginilah hidupku sehari-hari, hanya Seorang diri di kamar yang berada di antara kamar-kamar kakakku yang sudah lama kosong, membuat banyak peristiwa aneh yang aku alami. Sudah biasa aku melihat sesosok makhluk berbaju serba putih yang sedang menyisir rambutnya ketika aku sedang bercermin. Mendengar suara nyanyian halus dari kamar kakakku, saat bocah kecil botak yang selalu menumpang tidur di atas lemari bajuku.

Mungkin, serangkaian peristiwa paling seram selama seminggu ini yang aku alami 6 bulan lalu dan kemudian Minggu ini adalah minggu yang melelahkan karena aku sedang mendapat tugas proyek dari kampus dan Aku selalu pulang pada sore hari yang menjelang petang. Namun, pada hari Rabu sorenya, saat pulang ke rumah tanpa pikir panjang aku langsung melemparkan badanku ke kasur yang ada di kamar kakakku.

Kamar kakakku yang satu ini sudah hampir 2 tahun tidak ditempati dan Kata orang bila 45 hari ruangan tidak dihuni, maka akan ada penunggu yang berada di dalamnya dan Sudah banyak kejadian di kamar itu. Setiap malam Jumat Kliwon, pasti akan ada suara perempuan sedang menyinden dari kamar itu, kemudian Tidak ada yang berani tidur di sana.expobia

Tapi saat itu tidak tau kenapa aku mendadak langsung tidur di kamar itu, Padahal saat itu aku tidak pernah mau untuk tidur lagi di salah satu dari 2 kamar kakakku. Mungkin, karena saat itu saking capeknya, jadi aku langsung saja menghampiri kamar yang mana saja dan Aku pun seketika terlelap karena terlalu capeknya.

Saat terbangun pada malam hari, bahuku terasa berat, kemudian Aku biarkan saja karena kupikir itu karena kelelahan dan kemudian 2 hari berjalan, tidak tau kenapa aku ketagihan untuk tidur di sana. Aku selalu tidur di sana ketika pulang pada sore menuju petang Tapi, tidak tau kenapa makin kesini bahuku ini terasa semakin berat dan kemudian Orang-orang di sekitarku pun bilang aku jadi berbeda dalam beberapa hari belakang ini.

Hingga keesokan harinya, pada hari Jum’at aku pulang ke rumah pada pukul 16:30 dan Aura di sekitar rumahku selalu berbeda ketika sudah memasuki petang hari dan Ayah ternyata sudah berada di rumah. Kata ayah, kalau kerjaan dia sudah selesai karena di malam sebelumnya ayah lembur sampai subuh dan Seperti biasa, aku langsung saja menuju kamar kakakku dan terlelap di sana. Aku terbangun sekitar jam 22:00 malam karena dibangunkan oleh ibuku.

Tapi, aku tidak bisa menggerakkan badanku, susah sekali rasanya menggerakan badan ini, kemudian tidak sengaja aku langsung bangun dan mendadak tanganku ini dengan gemulainya berlenggak lenggok kesana kemari. Tanpa sadar tangan aku terus menari jaipong sampai aku mulai tidak sadarkan diri…

Aku sudah tidak terkontrol dan seakan menuruti apa saja yang dilakukan oleh tubuhku ini, kemudian Aku mendadak menyanyi tembang khas Jawa dan pada saat itu juga aku membentak ibuku yang saat itu sedang ada di hadapanku. Mataku sangat memerah, sama sekali tidak ada warna putih di mataku dan setelah itu Aku terus berteriak ke ibuku dan sontak teriakan itu perlahan berubah menjadi cekikikan kecil. Itu jelas bukan kehendakku, ada sesuatu yang sedang menggerakkan badanku ini kemudian Aku bisa melihat dan merasakan keadaan sekitar, tapi tidak bisa mengontrol tubuh ini. Tidak lama ayahku datang dan langsung memegang kepalaku sambil membaca bacaan Arab.

Ayahku saat itu membaca ayat kursi berkali-kali kemudian kupingku terasa sangat panas dan tidak kuat untuk menahannya dan Sangat panas sekali sampai ke sekujur badan. Aku dengan sendirinya berteriak histeris lalu kembali menyanyikan tembang Jawa dengan lirih yang lambat. Aku semakin tidak terkontrol, sampai akhirnya Aku terbangun sambil terbaring di lantai di ruang keluarga dan Banyak tetangga termasuk ibu dan ayah yang berada di sekelilingku. Seorang lelaki bersorban yang sudah cukup tua berada persis di sebelahku, terus berusaha untuk menenangkanku sambil membacakan doa-doa. Kepalaku sangat berat dan aku masih belum bisa berucap sepatah kata pun.

Singkat ceritanya, aku sudah kembali sadar dan sudah melakukan aktivitas seperti normal dan kemudian Di kepalaku masih teringat peristiwa pada Jumat malam itu, kemudian aku beranikan diri untuk bertanya pada ayah apa yang terjadi pada diriku saat itu. Menurutnya, sesaat setelah aku masuk ke dalam rumah, ayahku melihat ada sesosok perempuan berbaju adat Jawa yang memegang bahu dan mengikutiku ke kamar kakak itu.

Ayah sontak kaget dan tidak bisa menahanku, karena saat dia memanggil namaku berkali-kali katanya aku terus cuek dan masuk ke dalam kamar saat itu. Sampai pada sekitar jam 22:00, ketika ibu membangunkanku, aku tiba-tiba menari-nari dan menyinden. Ibu melihat rambutku tiba-tiba panjang dan diikat seperti seorang pesinden, Padahal rambutku pendek sebahu dan Mataku melotot besar dan berwarna merah pekat, tambahnya.

Dua hari setelah kejadian itu aku masih sering melamun tidak jelas, sampai akhirnya ayah mendatangkan orang pintar ke rumahku. Ternyata, menurut orang pintar itu banyak sekali makhluk halus yang berada di 2 kamar kakakku yang lama kosong itu. Bahkan menurutnya, kamar tempat kejadian itu adalah tempat berkumpulnya teman-teman makhluk halus yang diundang oleh penunggu kamar itu setiap malam Jum’at.

Sejak saat itu, aku, Ayah, dan Ibu setiap hari sholat, mengaji, dan membaca Al-Qur’an di 2 kamar kakakku agar perlahan-lahan mulai berkurang keangkerannya. Sekarang, 6 bulan setelah kejadian itu, kedua kamar kakakku sudah nampak berkurang angkernya, Terutama pada kamar tempat peristiwa tersebut. Malahan, ibu dan ayah selalu bergantian tidur di situ, kecuali aku yang masih trauma akan peristiwa tersebut. Namun, secara keseluruhan keadaan sudah mulai membaik dan normal.

Tapi, masih ada satu yang janggal, pada Malam kemarin, baru saja aku sadar bahwa aku mendengar suara lagu tembang khas Jawa di bawah kasur kamarku sendiri.

Check Also

biji

Biji Dari Buah Jambu Biji Yang Dapat Menyebabkan Usus Buntu

Di zaman modern ini, Banyak orang yang beranggapan tentang biji dari buah jambu biji bisa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *