Home > Cerita Horor > Hantu Jagung Bakar (Real Story)

Hantu Jagung Bakar (Real Story)

AsalQQ- Cerita ini berdasarkan kisah nyata yang aku dan teman teman ku alami sendiri..
kisah mengerikan ini berawal dari rencana liburan bersama kami. Tonny, Irvan, dan aku sendiri Reza.
kami telah merencanakan untuk menikmati liburan kali ini di vila puncak, bertiga hanya diantara 3 lelaki petualang.

Perjalanan pun kami mulai pada malam hari dengan menggunakan mobil Toyota Avanza kepunyaan Tonny.
Pejalanan menuju puncak kali ini agak sedikit berbeda dengan turun nya hujan, suasana terasa begitu suram, sepi, dan lebih dingin dari biasa nya. Sesekali mata ku menerawang menatap keluar dari balik kaca mobil yang berembun.. apa yang ku lihat hanya gelap dan cahaya lampu rumah dari kejauhan. “hmm.. sepi sekali” gumam ku.

Ditengah perjalanan, setelah sampai dikawasan puncak teman ku Irvan yang melihat beberapa tukang jagung bakar dipinggir jalan tiba tiba memberi usulan untuk mampir sejenak dan menikmati jagung bakar sebelum sampai di villa tempat kami akan menginap nanti. Tapi Tonny tetap ingin meneruskan perjalanan, entah karena firasat nya yang tidak enak atau mungkin dia lupa cara ngerem mobil.
Tapi karena Irvan terus mendesak Tonny untuk mampir sejenak menikmati jagung bakar akhirnya dia bersedia untuk mencari tukang jagung bakar sembari melanjutkan perjalanan. Aku tak begitu menghiraukan perdebatan antara kedua teman ku itu. Aku terlalu sibuk menatap aneh suasana diluar dengan mobil yang ku tumpangi, seperti ada kekuatan besar yang jahat diluar sana yang menunggu dan siap menelan kami kedalam kengerian dan kematian.

“yaudah, kita cari tukang jagung bakar dulu deh, rese luh!” ujar Tonny agak ketus seperti minta diludahin muka nya.
Perlahan kami menyusuri jalan sambil melihat kesisi kiri dan kanan kami mencari tukang jagung bakar, tapi tak kami temukan tukang jagung bakar atau warung yang buka.

Setelah kurang lebih 30 menit kami mencari tapi belum juga ketemu tukang jagung bakar, akhir nya kami mencoba bertanya kepada orang sekitar, kebetulan ada kakek kakek, entah dari mana datangnya kakek itu kayak di sinetron sinetron gitu karna jalanan sudah sepi.

kami berhenti, lalu aku bertanya kepada kakek itu, “maaf kek, numpang tanya.. kalo tukang jagung bakar yang deket-deket sini dimana ya?” sang kakek menjawab “anak muda, lebih baik kalian lanjutkan perjalanan kalian, dan jangan berhenti sampai ditujuan, demi keselaamatan kalian”. Aku dan teman teman agak bingung dengan maksud dari ucapan kakek misterius itu. “Emang kenapa kek? kami cuma mau mampir sebentar kok, pengen makan jagung bakar, kebetulan kami lapar” tambah ku, “kalian tidak tau sejarah tempat ini, jangan pernah makan jagung bakar di daerah ini atau kutukan dan hal yang mengerikan akan menimpa kalian!” jawab si kakek seperti menakut-nakuti, kami tersentak mendengar ucapan kakek itu, “i..i..iiya kek, terimakasih” bertambah bingung lalu kami meninggalkan si kakek dengan berjuta pertanyaan yang menggelayuti benak kami.
Perjalanan kami lanjutkan.. aneh, ketika aku melihat kebelakang si kakek sudah tidak ada lagi, aku coba berfikir positif, mungkin si kakek sedang terburu buru..

Tak lama kemudian dari kejauhan kami melihat samar samar seperti ada seseorang menggunakan topi caping tertunduk lesu, dia hanya menunduk terdiam di depan meja, asap mengepul dari atas meja yg tersusun jagung-jagung dihadapan nya.

“Eh, didepan ada tukang jagung bakar tuh kayak nya, mampir yuk sebentar!” kata Irvan, “nanti aja, kita ke vila aja dulu, besok pagi baru kita cari makan” sanggah ku, “gua laper nih, pengen banget makan jagung bakar, sebentar aja!” jawab Irvan sedikit memaksa. “Oke, tapi kalo ada apa-apa tanggung sendiri ya akibat nya?!” lanjut ku yang masih khawatir mendengar pesan dari kakek misterius tadi. “Iya, tenang aja, takut banget sih!” jawab Irvan lagi.

Lalu kami memutuskan mampir sebentar untuk makan jagung ditempat tersebut. Malam itu sangat sepi, tak ada orang satu pun yang lewat disekitar tempat itu, agak aneh kalo ada tukang jagung yang berjualan ditempat seperti ini, pikir ku.
“Bang, jagung bakar nya 3 dong bang. Buatkan yang enak ya bang dan agak pedes bang, gak pake lama..” celetuk Irvan tak sabar, “iyaaa..” Jawab tukang jagung bakar dengan suara lirih menyedihkan membuat suasana malam semakin kelam dan menakutkan. Angin berhembus menciptakan suara gesekan antara ranting-ranting pohon disekitar kami yang berdiri tegak disisi jalan.
Awan mendung dan bulir embun yang jatuh menambah dingin dan angker nya tempat tersebut. diam-diam aku memperhatikan gerak gerik abang tukang jagung bakar itu, denagan menggunakan topi caping dia sama sekali tak pernah mengangkat wajah nya, membuat ku semakin sulit untuk melihat atau mengenali wajah nya, bahkan dia sama sekali tak bicara kecuali menjawab permintaan Irvan tadi, itu pun cuma satu kata.

Jagung bakar sudah matang disajikan di satu piring plastik, dengan sigap Tonny dan Irvan melahap jagung bakar nya, aku hanya terdiam melihat mereka, rasa takut membuat nafsu makan ku hilang. “lo gak doyan jagung bakar ya Reza??” tanya Irvan, “nggak van, lagi males makan, lo buruan deh makan nya trus kita cabut dari sini” jawab ku, “iyaaa! tapi jagung bakar lo buat gua ya? gak lo makan ini, hehehe” sahut Irvan cengengesan karna senang mendapatkan jatah jagung bakar ku, “ah lo mah emang rakus, jembut rontok aja lo makan, van! hahaha” celetuk Tonny mengejek.

Sementara mereka makan jagung bakar, aku menunggu di mobil untuk menghilangkan rasa takut ku, sekejap saja aku lalu tertidur.

“BRAKKK!! BRAKK!!” suara pintu tiba-tiba dibanting sebanyak 2x, aku terkejut dan seketika terbangun dari tidur ku, dengan tergesa-gesa Tonny mencoba menyalakan mobil dan langsung menginjak pedal gas sekencang kencang nya. “EH KENAPA SIH??!!” tanya ku bingung atas apa yang terjadi “JAGUNG BAKAR NYA UDAH DIBAYAR BELUM??!” tambah ku penasaran. Mereka hanya terdiam, tubuh Tonny dan Irvan terlihat gemetar sepeti orang kedinginan.
“van, kenapa sih?? tadi jagung bakar nya udah dibayar belom?? kembali ku lontarkan pertanyaan yang sama, tapi kali ini khusus kepada Irvan, “hhmmm, itu dia masalahnya Reza, tadi pas gue sama Tonny mau bayar jagung bakar nya, waktu gue nengok ternyata abang tukang jagung nya udah gak ada, meja tempat jagung bakarnya juga udah menghilang” jawab Irvan masih ketakutan.

“Lu makannya kelamaan kali, jadi abang tukang jagung nya langsung pulang” kata ku mencoba menenangkan Irvan, “nggak kok, kita gak lama makan nya, lagian aneh banget kalo sampe abang tukang jagung sekaligus meja nya menghilang secepat itu” sanggah Irvan mencoba meyakinkan ku atas apa yg terjadi, “iya Reza, beneran, lo tidur di mobil sih tadi, jadi gak tau apa yg baru aja kita yg alami, beneran aneh, emang nya itu tukang jagung gak mau dibayar?!” tambah Tonny berargumentasi. “yaudah kita langsung ke villa aja, kita bahas disana aja. Malam itu seolah sangat panjang, entah mengapa seolah perjalanan kami pun terasa sangat jauh, tak kunjung sampai. semoga itu hanya perasaan ku saja, semoga semua baik baik saja.

Belum lagi sampai ditempat tujuan kejadian aneh pun kembali terjadi, Tonny dan Irvan mengeluh sakit perut dan ingin buang air besar (BAB) dalam waktu bersamaan. “aduuuh, perut gua mules banget nih, gak tahan pengen BAB” kata Tonny, “iya, sama Ton, gua juga mules banget. Gak tahan!” sahut Irvan. “Yaudah, minggir aja dulu, cari semak-semak buat lo berdua BAB” ucap ku. “iya, kita berhenti dulu ya, nyari tempat buat BAB” tambah Tonny

Tonny pun menepikan mobil di dekat semak-semak, mereka bergegas keluar mobil menuju semak-semak untuk BAB. Aku menuggu diluar mobil, duduk dipinggir jalan di tepi pohon pohon besar sambil menghisap rokok ku.

sudah 30 menit lebih aku menuggu, 3 rokok sudah ku habiskan, tapi tak ada tanda-tanda kalau mereka sudah selesai Buang Air Besar (BAB), aku coba memanggil-manggil mereka tapi tak ada jawaban, kekhawatiran ku pun menjadi-jadi. Aku coba menghampiri mereka untuk memeriksa keadaan.

Aku benar benar terkejut dan ngeri sejadi-jadi nya atas apa yang ku lihat, aku tak mampu bergerak atau mengucapkan sepatah kata pun. Aku hanya mampu berdiri terpaku dengan dengkul bergetar. “APA INI??! APA YANG SEDANG TERJADI??!!” pertanyaan itu berputar putar dalam benak ku???

Aku melihat Tonny dan Irvan buang air besar dengan mengeluarkan jagung bakar utuh lengkap dengan lumuran mentega dan saos nya, lalu mereka dengan lahap memakan nya lagi sampai habis tak tersisa, lalu mereka BAB lagi dan kembali mengeluarkan jagung bakar utuh dari anus nya sekali lagi aku jelaskan, jagung bakar nya lengkap dengan mentega n saos, terlihat hangat seperti baru matang, lalu mereka memakan nya lagi seperti tak pernah kenyang, seperti setan yang kelaparan. lalu mereka boker lagi dan keluar jagung bakar utuh lagi, kemudian mereka memakan nya lagi. Terus menerus seperti itu, mereka seperti terjebak dalam fatamorgana, mereka BAB lalu memakan Kotorannya sendiri.

APAKAH INI KUTUKAN YG TELAH DIPERINGATKAN DARI KAKEK KEPADA KAMI?? APAKAH INI AKHIR DARI HIDUP KAMI?? APAKAH INI MITOS HANTU JAGUNG BAKAR PUNCAK YG DULU PERNAH AKU DENGAR??! APA YG HARUS AKU LAKUKAN???

Pertanyaan-pertanyaan mengerikan tersebut terus bergelayut di kepala ku. Lalu aku coba menguatkan diri dan berlari mencari rumah warga untuk meminta pertolongan, namun aku malah tersesat di hutan, hingga akhirnya aku pingsan dan terbangun di pagi hari nya dalam keadaan lemas.

Aku kembali berjalan dan mencoba mencari pertolongan, lalu tanpa sadar aku malah kembali ke semak-semak tempat dimana teman-teman ku boker malam tadi.

Tapi aku sudah terlambat, aku menemukan kedua teman ku itu sudah tewas dengan anus tersumbat jagung bakar dan berlumuran darah serta mulut berbusa dengan gigi terselip biji jagung bakar yang sedikit gosong.

Aku terduduk lemas, tak berdaya, lalu datang kakek-kakek yang kami temui malam tadi yang telah memperingatkan kami untuk tidak makan jagung bakar ditempat yang kami lewati semalam. Kakek tersebut membangunkan ku dan berusaha menolong ku.

“Kamu beruntung tidak ikut memakan jagung bakar tersebut” kata kakek itu, aku hanya bisa mengangguk-gangguk mendengar ucapan dari kakek tersebut dan aku masih keadaan lemas karena pingsan semalaman.

Check Also

Jarangkong

Hantu Jarangkong,Hantu Pencuri Telur Yang Sangat Serem.

Di Jawa, ada hantu jarangkong. Dalam bahasa Indonesia bisa disebut Tengkorak. Kalau masyarakat Jawa sendiri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *