Home > News > Erdoğan Mendukung Hukuman Mati Pada Usaha Kudeta Turki

Erdoğan Mendukung Hukuman Mati Pada Usaha Kudeta Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menegaskan kembali dukungannya untuk mengembalikan hukuman mati dan mengancam akan memotong kepala pengkhianat dalam sebuah pidato emotif dan agresif untuk menandai ulang tahun kudeta tahun lalu.

Puluhan ribu orang berkumpul di Istanbul, berbaris menuju Jembatan Bosphorus dimana 36 orang tewas oleh tentara kudeta tepat setahun yang lalu, untuk pidato pertama. Yang kedua diadakan di depan kerumunan besar di parlemen Turki di Ankara untuk menandai saat saat kudeta saat parlemen dibom oleh para komplotan.

Dalam sebuah pidato yang dikemas dengan referensi keagamaan, Erdoğan mengatakan bahwa terdakwa dalam uji coba kudeta harus memakai seragam standar “seperti di Guantanamo”, dan memperingatkan bahwa Turki akan “memotong kepala dari” pengkhianat yang membungkuk pada ketidakstabilan negara tersebut. Dia juga mengacungkan komplotan kudeta sebagai “orang kafir”.

“Senjata paling kuat tanpa ampun digunakan oleh musuh bangsa kita,” katanya kepada orang banyak. “Orang-orang kita hanya memiliki bendera dan iman.”

Presiden tersebut dengan keras mengecam partai-partai oposisi, mengindikasikan bahwa tidak akan ada konsensus pasca-kudeta.

Selama percobaan kudeta, tank dan jet tempur dikerahkan di jalan-jalan dan langit di Ankara dan Istanbul, ketika sebuah faksi di dalam militer berusaha untuk menggulingkan pemerintah terpilih.

Kudeta tersebut dikalahkan setelah warga semua garis politik turun ke jalan untuk menantang tentara tersebut. Pemerintah menyalahkan Fethullah Gülen, seorang pengkhotbah yang diasingkan yang berbasis di AS dengan sebagian besar akar rumput mengikuti, dan gerakannya untuk mendalangi usaha kudeta tersebut.

Upacara di parlemen dimulai dengan sebuah bacaan dari Al Qur’an, dengan ayat-ayat tentang pengkhianatan, syahid dan berdiri tegak melawan musuh. Seorang penyiar membacakan nama-nama korban kudeta dengan kerumunan yang berkumpul, yang berjumlah ribuan orang, menanggapi: “di sini!”
Erdoğan menyamakan kudeta tersebut dengan perjuangan masa lalu lainnya seperti perang kemerdekaan republik, dan sekali lagi mengindikasikan bahwa kembalinya hukuman mati adalah sebuah kemungkinan setelah anggota kerumunan meneriakkan: “Kami ingin eksekusi.”

Check Also

Strategi Dan Tips Bermain Di Agen Poker Terpercaya

Strategi Dan Tips Bermain Di Agen Poker Terpercaya

STRATEGI DAN TIPS BERMAIN AGAR MENANG DI AGEN POKER TERPERCAYA Strategi dan Tips Bermain Di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *