Home > Cerita Horor > DiPeluk Kuntilanak

DiPeluk Kuntilanak

Saat itu aku kerja shift, masuk pukul 13:00 dan pulang pukul 21:30. Saat aku pulang kerja, badanku terasa sangat lemas sekali tapi aku tidak bisa langsung tidur, biasanya aku main game terlebih dahulu karena besok masuk siang.

Jadi aku tak harus merasa terburu-buru di pagi hari yang di mana saat mata masih berat tapi harus mandi dan berangkat kerja, jadi aku bisa santai ria tanpa khawatir telat kerja. So, aku nikmati pagi dengan berbaring di kasurku sambil merileksasikan diri. Aku tertidur di malam hari tanpa mimpi, Waktu terasa cepat hingga aku terbangun saat jam menunjukan sekitar pukul 06.00 pagi. “Ah santai” kataku dalam hati.

Aku sandarkan kepalaku di bantal kembali dengan posisi tidur menghadap ke kanan cuma dinding dengan cat hijau yang ada di pandanganku, entah apakah ada yang berbeda saat aku menoleh. Aku berbaring sambil menikmati suasana, sedangkan ibuku sedang sibuk bolak balik dari dapur yang letaknya bersebelahan dengan kamarku. Hingga beberapa saat aku merasa sesuatu yang aneh di sekelilingku.

Kesimpulannya “di kamar ini aku tidak sendiri”. Perlahan, demi perlahan, tubuhku seperti di tekan dari segala arah. Berat, tidak bisa bergerak sampai bicara pun sulit, Aku tau ini bukan hal yang biasa. Saat itu terdengar suara tertawa kecil tepat di belakang telingaku. Dekat sekali dengan telingaku seperti ibu yang gemas dengan anaknya tapi sedikit terdengar menakut-nakuti. Meski aku tidak bisa merasakan tangannya yang melingkari tubuhku, tapi aku sadar betul saat itu aku sedang di peluk oleh mahkluk halus.

Aku tak berani menoleh, Lagi pula aku pun tidak tahu apakah aku bisa menoleh atau tidak. Aku berusaha tetap tenang karena setiap aku melawan dengan tenaga akan makin berat tubuhku. aku pasrahkan diri pada yang Maha Kuasa sambil berdzikir. Lalu aku pejamkan mataku untuk menenangkan diri karena pikirku nanti pun dia akan pergi sendiri. Tidak sampai 10 detik tiba-tiba aku dapati posisiku melayang tepat di atas tempat tidurku.

Aku melayang sambil menghadap ke bawah dengan pandanganku yang agak blur, aku terkejut saat melihat wanita berdaster putih panjang dengan rambut sebahu, wajah putih sangat pucat, aku tidak bisa melihat bola matanya, yang aku lihat hanya mata bulat besar dan hitam. Dia sedang tidur di kasurku sambil menghadap ke atas tepat ke arahku. Saat itu pandangan sekelilingku menjadi abu-abu yang seperti pagi menjadi gelap dan sepi.

Dan seperti hanya aku dan dia yang berada di tempat itu dan Aku yakin kalau ini masih berada di dalam kamarku sendiri, aku yakin ini bukan mimpi. Aku masih ingat ini masih pagi, aku masih ingat ibuku sedang sibuk dengan dapurnya, dan aku ingat juga saat aku terbangun pagi dan melihat jam, aku sadar kalau semua itu barusan terjadi. Tapi aku tak bisa merasakan aktivitas di luar ruang kamarku, Aku merasa seakan-akan hanya aku dan dia di tempat ini.

Aku merinding dan takut tapi aku memaksakan diri untuk berani, Aku bawa tubuhku ke bawah menghampiri wanita itu dan memegang lehernya sambil mengancam “jangan ganggu! Atau ku bunuh”. Kata-kata itu ku ucapkan hanya untuk membawa diriku keluar dari rasa takut. Lagi pula aku pun sangat yakin kalau aku tak bisa membunuhnya. Saat aku berkata seperti itu dia hanya diam menatapku.

Meski jarak sedekat itu aku tetap tidak bisa melihat bola matanya tapi aku yakin dia sedang melotot. Aku bisa merasakannya saat itu. Jarak semakin dekat sampai dia berada di serong kiri dekat wajahku sangat dekat dan kurang dari satu jengkal. Tatapannya mengancam dan mencekam Dan tiba-tiba aku kembali membuka mataku, Sedangkan tubuhku masih berat tak bisa di gerakan, aku tidak boleh panik pikirku.

Seperti sebelumnya yang pernah terjadi, semua akan baik-baik saja. “Tetap tenang dan rileks” kataku, Aku berusaha menggerakan tubuhku perlahan demi perlahan, Aku mulai bisa menggerakan sedikit tanganku sampai kurang lebih 15 detik aku lepas dari pelukan makhluk itu. Aku menghirup nafas lega tapi suasana gelap mendung dan sepi masih terasa hingga akhirnya menghilang. Aku bangun langsung menuju kulkas di dapur tepat depan pintu kamarku yang sebenarnya belum sempat di pasang pintu saat di bangun.

Tapi aku tetap menyebutnya pintu karena jalur itu yang menghubungkan ruang kamarku dan ruangan dapur, Ibuku berada di luar sambil membenahi masakan untuk jualan. Aku kembali ke kamar sambil memainkan ponsel. Sampai akhirnya aku berangkat kerja dan kembali pulang malam. Lalu aku bercerita kepada saudaraku tentang kejadian itu yang kebetulan dia juga sudah lama berhubungan dengan nuansa gaib.

Tak lama dia ke kamar dan menutup pintunya, Lalu keluar sambil memberitahukan “iya, itu kuntilanak, kamu di kasih lihat” katanya. Aku mengangguk saja. “Itu kiriman. Ada yang belajar ilmu hitam, tapi itu bukan artinya sengaja kirim ke kamu, dia cuma tes-tes saja, bukan kamu saja yang di kirim, tapi banyak. Tetangga juga ada yang kena, tapi kuntilanaknya sudah mas suruh pergi” katanya.

Aku cukup menyimak saja dan semua kembali seperti biasa, Semua yang ada di langit dan di bumi itu ada dalam genggaman Allah. So, jangan pernah tunduk pada makhluk lain apa lagi sampai menyembah, Karena Allah jauh lebih kuat dari segalanya dan hanya dia yang pantas di sembah.

Check Also

Adat

Indonesia Begitu Terkenal Akan Keberagaman Adat Dan Suku

Tanah air tercinta Indonesia begitu terkenal akan keberagaman adat dan suku yang tersebar luas dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *