Friday , September 22 2017
Home > Cerita Horor > Di Datangi Makhluk Hijau Menyeramkan
Makhluk Hijau Menyeramkan
(Sumber : www.asalqq.com) Bermimpi di Datangi Makhluk Hijau menyeramkan

Di Datangi Makhluk Hijau Menyeramkan

Makhluk Hijau Menyeramkan berwujud, maka jin dapat dilihat secara transparan dengan kasat mata, dan dia juga bisa menjelma menjadi wanita yang sangat cantik, tetapi juga bisa menjelma menjadi makhluk yang sangat menakutkan dan menjijikkan.

Saya Bernama Reza dan dia bersama istrinya yang bernama Farida, mereka dikarunia seorang anak perempuannya yang bernama Amanda yang berumur sekitar 6 tahun. Berangkat dari Bandung ke Jakarta dengan kendaraan sendih untuk menghadiri resepsi pernikahan putera paman Farida. Namun setibanya di Puncak, Farida membujuk suaminya agar beristirahat sejenak di Telaga Warna sambil menikmati udara sejuk menyegarkan.

Reza mengomentari ajakan istrinya itu dan kemudian, “Kalau saja saya bisa mengetahui musibah mengerikan dan menjijikkan yang terjadi akibat beristirahat di tempat itu, permintaan istri saya itu pasti akan saya tolak mentah-mentah. Tetapi karena saya tidak tahu tempat itu angker, saya meminggirkan mobil dan parkir di kawasan Telaga Warna tersebut. Apa yang terjadi sesudahnya membuatku merinding dan tidak akan terlupakan seumur hidup. Setelah puas menikmati keindahan panorama Telaga Warna tersebut, mereka melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Waktu itu, jalan Tol Jagorawi sedang dalam proses penyelesaian, sehingga mereka masih harus melalui Jalan Bogor lama.

Makhluk Hijau Menyeramkan Menjelma Menjadi Istri ku

Setiba di Bogor, Farida meminta mampir di toko roti untuk membeli roti dan pada saat itu puteri mereka Amanda sedang lelah sekali sehingga tertidur di jok belakang, sedangkan Reza merasa malas turun dari mobil. Jadi, Farida saja yang turun dari mobil dan pergi ke toko roti tersebut. Akan tetapi beberapa saat kemudian, Reza melihat istrinya membawa bungkusan besar berisi roti dan makanan lainnya mendekat ke mobil, kemudian Reza membukakan pintu mobil. Saat istrinya memasuki mobil, sekilas tercium oleh Reza, aroma bunga kamboja bercampur kemenyan yang menyebabkan bulu kuduknya agak merinding. Tetapi karena melihat wajah istrinya berseri-seri seraya mengatakan bahwa dia telah membelikan beberapa roti kesukaan Reza, maka Reza segera melupakan keanehan yang dirasakannya muncul bersamaan dengan kedatangan istrinya itu.

Tanpa curiga dan berburuk sangka, Reza menghidupkan mobil, lalu meluncur menuju Jakarta Tapi sayangnya mata Reza kurang jeli. Dia tidak melihat bahwa beberapa detik sebelum mobil meninggalkan area toko roti, Farida muncul di pintu toko dengan membawa bungkusan besar dan melihat di dalam mobil ada wanita lain. Akibatnya Farida marah besar. Dia mengira, suaminya pergi meninggalkan dirinya dengan membawa wanita lain. Saking marahnya, dia membantingkan bungkusan belanjaanya ke tanah dan dengan air mata bercucuran dan kemudian pulang naik taksi ke Bandung. Hatinya dipenuhi emosi, marah, cemburu, benci, sedih dan kesal bercampur menjadi satu.

Awas kalau pulang nanti”, katanya berkali-kali sepanjang perjalanan kembali ke Bandung dan kemudian Hatinya yang terus menerus dipenuhi perasaan marah dan cemburu. Kemudian Farida bertanya-tanya siapa gerangan wanita yang pergi bersama suaminya itu? Mengapa dirinya sebagai istri ditinggalkan begitu saja tanpa menoleh sedikit pun? Mengapa Reza sampai hati meninggalkan dirinya? Bagaimana dengan Amanda, anak mereka? Apakah Amanda sedang menangis menanyakan ibunya? Jahat sekali Reza itu. Kalau saja dia tahu hati suaminya sejahat itu, tidak akan mau dia diperistri.

Perasaan benci semakin berkecamuk di dalam hatinya, Sedih dan luka bagai tertusuk sembilu, Akan tetapi setibanya di rumah langsung dia membanting tubuhnya ke atas tempat tidur dan menangis tersedu-sedu sambil tidak henti-hentinya mengeluarkan ancaman terhadap suaminya. Kemudian pada saat Farida marah-marah dan kecewa serta bersedih, Reza sama sekali tidak merasa bersalah dan tidak merasa telah menzalimi istrinya. Bahkan dia asyik berbicara dengan wanita yang dikiranya istrinya itu.

Sebab perjalanan itu sangat dinikmatinya dan Hanya ada yang agak mengherankan hatinya, yaitu istrinya bersikap genit dan ingin bermanja-manja, beberapa kali pipinya dicium mesra. Keheranan Reza bertambah ketika istrinya kemudian merapatkan duduknya dan merebahkan kepala ke pundaknya, sambil berkata “Maas, kalau bisa aku ingin peristiwa ini jangan cepat berlalu.” Pada waktu itu, Reza membatin, “Lho nanti kan banyak waktu sesampainya di Jakarta….” Ketika rambutnya menyentuh pipi Reza, kembali sekilas tercium oleh Reza aroma wangi bunga kamboja bercampur aroma kemenyan, sehingga bulu romanya merinding lagi. Di dalam hati dia berjanji akan membelikan istrinya shampo, karena bau wangi shampo yang digunakannya saat itu menimbulkan rasa tidak sedap di hatinya.

Setiba di Jakarta, Reza langsung ke hotel di kawasan Cikini, dan memesan kamar untuk satu malam, karena ingin beristirahat sejenak menjelang resepsi pada malamnya di rumah paman farida. Amanda, sangat senang dan bernyanyi-nyanyi kecil lucu sambil menyentuh barang-barang hiasan yang terdapat di kamar hotel. Pada sore harinya, setelah memandikan Amanda, istrinya mengajak Reza mandi bareng, kemudian ajakan itu dirasakan aneh oleh Reza, karena di luar kebiasaannya, tetapi dia mau juga. Di dalam kamar mandi, istrinya mesra berbisik meminta hubungan intim, Reza semula kurang setuju. Tetapi karena istrinya sangat aktif dan ‘terampil’ membangkitkan hasrat kelaki-lakiannya kemudian Reza akhirnya memenuhi keinginan istrinya itu. Pada saat berhubungan badan itu, Reza menemukan beberapa hal yang tidak lazim dialaminya.

Di antaranya gairah istrinya luar biasa, sampai-sampai Reza merasa kewalahan dan kemudian acara resepsi pernikahan yang dihadiri Reza bersama istri dan anaknya itu sangat meriah. Keluarga yang datang banyak sekali, sehingga bagaikan reuni keluarga besar. Mereka saling bertanya dan menceritakan keadaan terakhir keluarga masing-masing dengan gembira. Beberapa kali Amanda, meminta ayahnya membersihkan pipinya yang berubah menjadi merah bekas lipstik karena diciumi gemas oleh tante-tantenya. Ketika berfoto bersama, istrinya semula menolak keras, Tetapi setelah didesak-desak akhirnya dia mau juga. Akhirnya acara resepsi usai sudah dan seorang demi seorang para tamu pamit pulang, demikian juga Reza sekeluarga.

Dalam perjalanan kembali ke hotel Reza melihat istrinya sangat bahagia, bahkan komentarnya terhadap suasana resepsi bertubi-tubi. Amanda sendiri kelelahan dan segera tertidur pulas begitu kepalanya menyentuh bantal dan kemudian melihat Amanda telah tertidur. Farida melepaskan pakaian pestanya sehelai demi sehelai, lalu menggerak-gerakkan tubuhnya dengan erotis, berusaha memancing gairah Reza, dan setelah busananya terlepas semua, dia langsung menerkam Reza, dan mengajak bercinta. Pada malam itu berkali-kali hubungan intim mereka lakukan, membuat Reza merasa tulang-tulangnya lunglai karena kelelahan melayani hasrat istrinya yang menggebu-gebu, sehingga saat matahari telah tinggi mereka masih tertidur kelelahan.

Lewat tengah hari baru mereka berangkat pulang ke Bandung, Perjalanan pulang agak lambat karena mereka sering berhenti untuk belanja oleh-oleh. Lagi pula Reza menjalankan kendaraan perlahan karena masih agak mengantuk. Amanda, sepanjang jalan kembali tertidur pulas, mungkin karena masih kelelahan. Menjelang magrib, ketika mobil mendekati Puncak, Farida mendesak untuk berhenti sebentar agar kembali beristirahat di Telaga Warna. Reza menolak, Alasannya perjalanan masih jauh. Lagi pula sudah menjelang magrib, Tetapi karena Farida terus bersikeras dengan bujukan dan alasan yang sebetulnya sulit diterima akal, Reza akhirnya mengalah dan memarkir mobil di kawasan Telaga Warna. Udara saat itu masih agak terang.

Amanda, walaupun sudah terbangun namun masih menggeliat malas untuk berjalan, sehingga Reza menggendongnya turun mengikuti ibunya ke tepi telaga. Setelah duduk, suasana menjadi santai dan kemudian Farida berkata dengan serius, bahwa perjalanan ini tidak akan pernah dilupakannya dan dia mencium pipi Reza berkali-kali. Kelakuannya itu dirasakankan agak sedikit aneh oleh Reza, seakan mereka tidak akan pernah bertemu lagi. Ketika azan magrib berkumandang, terjadi kejutan dan sekaligus keanehan yang irasional. Di luar nalar Reza, istrinya terjun ke dalam Telaga Warna. Agus terkejut setengah mati dan cemas ketakutan. Apalagi setelah mendengar putrinya berteriak histeris dan kemudian menangis meraung-raung memanggil-manggil ibunya, “Mamaaaamaama…” Setelah menunggu beberapa saat, namun istrinya tidak muncul juga dari dalam telaga, Reza berteriak-teriak memanggil nama istrinya lalu kemudian terjun ke dalam air telaga untuk mencarinya. Beberapa orang berkumpul melihat kelakuan Reza yang dianggap aneh.

Reza menjelaskan apa yang terjadi dengan suara terbata-bata dan tubuh gemetar kebingungan dan kemudian Beberapa orang kemudian tergerak untuk ikut terjun berusaha mencari istri Reza di dasar telaga. Beberapa wanita yang hadir berusaha membujuk mendiamkan Amanda yang terus menangis. Lebih dari 2 jam mengobok-obok seluruh telaga dibantu banyak orang tanpa hasil. Akhirnya dengan baju basah kuyup dan tubuh menggigil kedinginan serta perasaan tidak menentu karena sangat sedih, Reza memutuskan untuk kembali ke Bandung dengan perinsip pencarian dilanjutkan besok paginya.

Apalagi Amanda terus menangis memanggil-manggil ibunya dan pada Saat itu pikiran Reza terus bertanya-tanya, “Mengapa istriku tega berbuat begitu? Apa salahku? Setelah cukup lama tidak juga muncul dari dalam air apakah mungkin dia telah mati….?” Dia menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi agar cepat tiba di rumah, dan berniat untuk mengabari saudara-saudaranya perihal istrinya yang “hilang” itu, agar besoknya, mereka dapat ikut membantu upaya pencarian. Perasaan sangat sedih dan terpukul atas musibah ini, Reza masuk ke dalam rumah dan Mendengar suara mobil memasuki rumahnya, Farida yang ternyata belum tidur, bangun dan meloncat mengintip dari jendela kamar.

Mengetahui suaminya pulang, emosinya kembali muncul dan diambilnya sepatu hak tingginya dan berlari ke pintu depan dan kemudian Reza sangat terkejut dan sekaligus merasa heran ketika membuka pintu depan. Sepasang sepatu hak tinggi mendarat telak di kepalanya, Dan perasaan herannya bertambah ketika melihat pelakunya adalah istrinya. Reza kaget setengah mati, bahkan ketakutan, wajahnya pucat pasi, sehingga rasa sakit pada kepalanya yang benjol-memar karena terbentur sepatu tidak dirasakannya lagi. Kata Reza di dalam hatinya, “Bagaimana mungkin istriku yang hilang tenggelam di Telaga Warna sekarang muncul di hadapanku dengan wajah marah menakutkan dan suara menggelegar keras. mengumpat dan memaki?” Dengan terpana, bengong dan perasaan tidak karuan, Reza hanya bisa berdiri mematung di depan pintu, sementara Farida masih terus melemparkan segala macam benda ke arahnya sambil memaki-maki.

Nalar Reza pada saat itu masih kacau belum jalan, dan masih bingung, sehingga dia tidak berusaha menghentikannya dan Kemudian baru buka mulut. “Ka..kaau …ternyata masih hidup? Kukira sudah mati tenggelam” Mendengar kata-kata itu, dan melihat keadaan suaminya yang kacau, kini giliran Farida yang bingung, apalagi kemudian Amanda yang berlari dan memeluk dirinya sambil berteriak keras, “Mama… jangan melompat lagi ke danau, Amanda takuuut.” Farida terkejut dan heran mendengar ucapan Amanda, sehingga kemarahannya terlupakan dan matanya melotot ke arah suaminya, meminta penjelasan sambil mendekap Amanda yang menangis tersedu-sedu di pelukannya.

Reza sendiri masih belum bisa mencerna dengan baik situasi di luar prediksinya itu, sehingga terpaku keheranan dan kemudian melihat Reza tidak memberikan jawaban. Emosi Farida timbul lagi dan berteriak keras, “Mengapa kau tinggalkan aku sendirian di Bogor dan siapa wanita sialan itu!” Pikiran Agus berusaha menyimak kata-kata istrinya, ditinggal di Bogor?, Siapa wanita itu? Apa yang sesungguhnya telah terjadi? Bukankah aku pergi dengannya ke Jakarta? Kalau yang pergi denganku itu bukan istriku. Jadi siapa wanita yang menyerupai istriku dari Bogor hingga terjun ke telaga itu? Setelah berpikir sejenak sambil mengingat-ingat apa yang dialaminya di telaga angker itu. Kemudian Reza sadar bahwa wanita yang bersamanya itu bukan istrinya, Tiba-tiba dia berteriak keras, ” Tidaaaak….! Aku tidak tahu bahwa wanita itu bukan kamu! Makhluk itu menyerupai kamu, dan kemudian kukira itu adalah kamu.

Kemudian Agus memeluk Tina dan berkata, “Syukurlah bahwa kau masih hidup, kukira sudah matiiiii !” Pelukan erat suaminya seakan takut kehilangan dirinya, membuat emosi Tina akhimya cair juga dan tenang, kemudian meminta penjelasan lengkap apa yang telah terjadi sebenarnya. Agus menjelaskan kronologis kejadian yang telah dialaminya. Tentu saja dengan menyembunyikan adegan hubunganintimnya dengan makhluk itu. Tetapi Tina tak percaya. Tak masuk di akalnya. Untuk lebih meyakinkannya, Agus mengajaknya menelepon ke Jakarta.

Paman Tina di Jakarta setelah mengetahui kejadian ini, atas permintaan Agus dan atas keingintahuannya atas peristiwa aneh yang membuat orang merinding itu, esok harinya dengan kereta api terpagi segera berangkat ke Bandung. Sang paman bersumpah meyakinkan Tina bahwa mereka bertiga – Agus,Tina dan Nanda – memang benar-benar datang ke resepsi pernikahan anaknya. Bahkan berfoto bersama, dan katanya nanti bila sudah diafdruk akan dikirim ke Bandung. Sang paman terpaksa bermalam di Bandung karena Tina sangat terpukul dan histeris dengan kejadian fantastis dan menyeramkan itu. Bagaimana pun sang paman meyakinkan keponakannya itu, ia tetap tak dapat mempercayainya.

Bahkan berkali-kali dia mengatakan apa yang diungkapkan itu tidak masuk di akalnya dan Besoknya salah seorang putera pamannya itu datang dengan keluarga yang lainnya dan ikut meyakinkan farida dengan kesaksian mereka membawa hasil cetakan foto-foto resepsi pernikahan. Farida dengan perasaan penuh keheranan memperhatikan foto yang di dalamnya terdapat foto Reza, suaminya sendiri, Amanda puterinya sedang menggandeng bayangan kosong. Ternyata makhluk berwujud Farida yang juga ikut berfoto itu tidak nampak di kertas foto. Tiba-tiba Farida terhuyung, mujur Reza cepat menangkap tubuhnya agar tidak jatuh dan Farida ternyata pingsan. Apa yang diceritakan kepadanya itu ternyata baginya cukup dahsyat menghantam jiwanya sehingga membuatnya shok. Mungkin terbayang di pikirannya apa saja yang dilakukan oleh suaminya dengan makhluk itu dan kemudian mengira bahwa mahluk itu adalah dia, isterinya. Sampai saat ini tidak seorang pun mengetahui siapa sesungguhnya wanita misterius itu, yang ikut naik mobil reza mulai dari toko roti di Bogor, tidur di hotel bersama Reza, dan akhirnya terjun ke Telaga Warna itu.

Amanda sendiri tidak pernah memikirkannya, karena pikirannya belum sampai ke sana, Bahkan dia sering bercerita kepada keluarga yang datang bahwa dirinya sangat senang diajak pergi jalan-jalan ke Jakarta bersama ibunya, menginap di hotel dan pergi ke pesta. Dia ternyata masih belum mampu memahami bahwa sesungguhnya orang yang dikiranya ibunya itu bukan ibunya. Kemudian pada suatu malam Reza bermimpi didatangi makhluk hijau menyeramkan, berbadan reptil seperti bunglon tetapi kepalanya menyerupai istrinya. Makhluk itu minta maaf telah mengacaukan keluarga Reza dengan menjelma dan menggantikan sosok Farida. Dia melakukan hal itu karena merasa tertarik mendengar celoteh Farida yang mesra di tepi telaga mengenai enaknya bepergian ke pesta pernikahan. Maka dia ikut dalam mobil Reza karena ingin tahu.

Begitu dia melihat Farida masuk ke toko roti, kesempatan itu tidak disia-siakannya lalu mendahului masuk ke mobil dengan wujud menyerupai Farida. Makhluk itu memberitahukan bahwa dia sangat menikmati perjalanan itu dan tidak akan pernah melupakannya, dan berharap semoga Reza juga demikian. Akhirnya dia minta maaf atas segala kelancangannya itu dan juga menitipkan permintaan maafnya kepada Farida. Reza yang sebelumnya marah dan benci kepada makhluk itu akhirnya luluh hatinya dan memaafkannya karena melihat tetesan air mata di pipinya tanda penyesalan dan ketulusan hatinya. Anehnya, makhluk itu kemudian menghilang setelah sebelumnya mendoakan agar keluarga Reza selalu rukun dan bahagia.

BACA JUGA :

Check Also

Gizi Buruk

Gizi Buruk Sangat Berbahaya Untuk Anak-Anak

Gizi Buruk adalah kondisi tubuh terparah yang mengalami kekurangan gizi dalam kurun waktu yang lama, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *