Home > Cerita Horor > Dendam Kuntilanak Ingin Membunuh Supir Taxi

Dendam Kuntilanak Ingin Membunuh Supir Taxi

Kuntilanak Ingin balas Dendam

Untuk apa kamu kerja sampai larut malam begitu? Apa kamu nggak pernah baca di koran-koran? Saat ini begal sedang merajalela! Pulang malam-malam, besoknya ditemukan sudah di kali, Ngambang!! Jadi mayat! Begitulah ibu saya kalau ngomong setiap saya pulang malam. Astaghfirullahalazim deh, Padahal saya kan kerja banting tulang semua demi keluarga, untuk adik, untuk ibu juga.”

Penumpang Asep berceloteh di belakang sana dan dia pun sesekali meliriknya dari spion tengah lalu dia turunkan sedikit spion itu agar matanya bisa langsung menatap mata gadis itu. Mata cokelatnya terlihat terbelalak lemudian Gadis itu melanjutkan obrolannya ke sebuah kisah beberapa tahun silam.
Sekitar setahun yang lalu ada perempuan yang tewas terbunuh di sekitar sini, Bang…?” katanya sambil melihat ke luar jendela.

Asep hanya mengangguk-anggukan kepala saja dan Sesekali ia sempatkan untuk mendelik dan bertanya tentang kejadian pembunuhan tragis itu. Menurutnya pembunuhan kala itu dilakukan oleh sopir taksi dan komplotannya. Asep tersenyum saja sambil kembali mengangguk.
Ya, tepat sekali, pembunuhan kala itu memang dilakukan oleh seorang sopir taksi Dan Si sopir taksi itu adalah Asep.

Wuuuusss… taksi yang dikemudikan Asep melaju kencang membelah jalanan yang Rintik gerimis malam ini membuat perasaannya menjadi sedikit melankolis. Titik-titik hujan di kaca depan mobil sengaja tidak dia sapu dengan wiper. Asep membiarkan saja air hujan itu menetes di sana dan membentuk titik-titik yang lebih besar lagi.

Suara penumpangnya jadi terdengar sayup-sayup dari belakang sana, kemudian dia masih menceritakan kisah pembunuhan malam itu. Kisahnya sudah sampai ketika si penumpang wanita mulai merasa ketakutan karena tiba-tiba dari arah belakang taksi masuk dua orang laki-laki berjaket hitam dengan penutup wajah. Wanita itu langsung menjerit histeris, kemudian dia sadar sekali bahwa nyawanya tengah terancam.

Yang lebib anehnya lagi, Si sopir taksi malah diam saja di depannya, Padahal cewek itu sudah minta tolong sama dia, bukannya menolong, malah makin ngebut, Jelas saja cewek itu makin panik dan histeris nggak karuan. Mau keluar takut kelempar dari mobil, tapi di dalam dia terus didesak sama dua laki-laki itu.

Yah… itu namanya sudah nasib, Mbak,” komentar Asep singkat.
Nasib sih nasib, tapi harusnya cukup diambil harta bendanya saja lagi pula Dia juga kan masih kepengen hidup!” bela wanita itu.
Asep melirik wanita itu dari spion tengah, yang Mata mereka langsung bertemu dan kemudian Wanita itu memandangi Asep dengan tatapan dingin.

“Kenapa, Mbak? Kok memandang saya begitu banget?”
Wanita itu menggeleng, lalu beringsut ke dekat jendela kiri Sambil memandang hujan wanita itu lalu kembali mengisahkan pembunuhan tragis itu.

“Bapak tahu bagaimana perasaan wanita itu? Wanita yang disiksa sebelum tewas mengenaskan… Kasihan… dia merintih… kesakitan…”Gadis itu kembali bercerita.

Seperti dibimbing, Asep jadi membayangkan kembali kejadian kelam malam itu, yang Tidak lama setelah 2 laki-laki masuk ke dalam taksinya mereka langsung menodongkan senjata ke arah gadis berambut coklat itu. Tangan salah satu dari mereka mulai jahil mencubit pipi gadis cantik itu.

“Aaarrhh… tolong, Bang… ampun! Ambil saja semua perhiasan dan uang milik saya, tapi tolong jangan bunuh saya…. Saya mohon, Bang kata wanita malang itu ketika salah satu lelaki itu mengalungkan celurit di lehernya.
“Jangan lakukan, Ucok…!!” kata Asep.

Asep memang bagian dari komplotan hitam itu, namun ia tidak mau terjadi pertumpahan darah di taksinya lalu Asep hanya mau uang dan harta benda wanita itu, sekali lagi, harta dan benda Bukan darahnya, apalagi nyawanya. Asep butuh pembagian jatah untuk biaya berobat anaknya. Asep tidak butuh nyawa wanita itu.
Tidak lama kemudian ia mendengar teriakan terakhir dan wanita cantik berpenampilan sexy itu, Ucok sudah menarik celuritnya yang berkilat tajam dan menggores kulit mulus leher si wanita tersebut. Ketika Asep menoleh, darah segar sudah merembes ke kerah baju dan semakin ke bawah, melumuri baju putih wanita itu. Kepalang tanggung, dia melihat tangan yang berotot, Ucok menyudahi semuanya tiba-tiba Kepala Asep langsung terasa berat.

“Tubuh wanita itu lalu dihabisi Harta bendanya dipreteli… dan tubuhnya dibuang ke kali, Tapi hingga kini jenazahnya masih di sana, sudah menjadi tulang-belulang yang terpisah-pisah,” kata wanita di belakang Asep mengakhiri kisahnya.

Asep menginjak rem mendadak, sebab di depan seekor kucing hitam menyebrang dengan anggunnya… Sialan!
“Maaf mbak, ada kucing lewat tiba-tiba…” kata Asep memberi penjelasan dan Asep pun kembali menjalankan mobilnya.

Hingga beberapa menit berlalu penumpang Asep yang tadi ceriwis itu tidak juga berkomentar,Anehnya Asep pun kembali melihatnya melalui spion tengah. Spion itu mengarah ke tengah bangku dan tiba-tiba wanita itu tidak ada di sana kemudian Asep menggeser spion ke kiri dan ke kanan tapi Wanita itu tidak juga terlihat. Astaga… ke mana wanita itu?!

Asep segera menengok ke belakang dan… Astaghfirullah… kosong, Tidak ada siapa pun di bangku belakang.
“Mbak Mbak…!!” kata Asep sambil terus melihat ke seluruh sudut,Aneh sekali. Kemana perginya wanita itu?
“Mbaaak…!!
Tidak ada jawabanapa pun.

Tiba-tiba Asep menyadari satu hal, ada wanita yang sejak tadi bercerita tentang kasus pembunuhan itu mengapa bisa tahu secara rinci? semua hal yang terjadi pada malam pembunuhan itu dan dia juga tahu di mana wanita malang itu menyetop taksi. Dia juga tahu bagaimana proses pembunuhan malam itu, bahkan… bahkan ia tahu di mana Asep dan komplotannya membuang jenazah korban.
Tiba-tiba hidung Asep menangkap aroma bau darah bercampur bunga melati, lalu Asep menelan ludah. Jangan-jangan wanita tadi????

Asep memacu mobilnya dengan kencang dan Pandangan lelaki yang berkulit sawo matang itu lurus ke depan hingga sekelebat ia melihat sesosok wajah penempuan seperti menempel di jendela kanannya. Asep melirik sedikit dan yang Benar saja?? Ada sesosok wajah yang tengah memandangnya dengan tatapan yang sangat dingin. Di bagian bawahnya tampak kelebatan kain putih melambai tertiup angin, Wanita itu seperti berlari menyamai kencangnya laju taksi Asep.

Asep mengingak gas, sekencang mungkin Namun semakin ia menarik gas, semakin cepat pula juga wanita itu berlari. Entah berlari atau terbang, lalu wanita itu tersenyum kepada Asep, mendekatkan wajahnya ke jendela dan astaga… wajah pucatnya seperti menembus kaca jendela.

Tengah malam itu mobilnya menabrak pembatas jalan dan Beruntungnya tidak ada seorang pun di sana. Asep mengangkat sedikit wajahnya yang berdarah sedang menetes dari dahinya.

“Bang…?”
Telinga Asep menangkap suara wanita dari bangku belakang dan Tubuhnya sedikit gemetar ketika mengangkat wajah dan menengok ke belakang.

Di sana duduk dengan tenang seorang wanita muda, Wajah dan tubuhnya serupa sekali dengan wanita yang tewas setahun lalu. Pakaiannya penuh darah segar, wajahnya pun hancur sebagian Dan yang tidak bisa Asep lupa adalah sayatan lebar pada leher yang menganga seadanya.

Tak kuat menahan cengkeraman ketakutan membuat Asep keluar dari taksinya dan melangkah untuk meninggalkan tempat itu. Namun tanpa dia sadari wanita yang di dalam taksi itu juga keluar melalui jendela, melesat, melayang sambil tertawa dengan suara yang mendirikan bulu roma.
“Ingat Asep, kematianmu pasti datang! Cepat atau lambat kamu dan komplotanmu akan binasa ditanganku.

Check Also

Makhluk Halus

Hewan yang ditakuti Makhluk Halus Dan Jin Dan Lain Lain Nya

Ternyata hewan memiliki kepekaan terhadap hadirnya Makhluk Halus, mitos mengatakan hewan-hewan Ini memiliki tanda-tanda bila …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *