Home > Cerita Horor > Buto Ijo Terbakar Bersama Pemiliknya

Buto Ijo Terbakar Bersama Pemiliknya

Buto Ijo Dengan Bau Busuk Terbakar Oleh Garam Yang Dibacakan Mantra

 

Cerita Pesugihan Buto Ijo.Rahmat cuma dapat menarik nafas dalam-dalam serta menghembuskannya kuat-kuat untuk menyingkirkan yang menekan dadanya. Bagaimana tidak, belum genap 6 bulan dia merantau ke Jakarta. Seseorang adiknya yang bekerja di satu toko hasil bumi paling besar yang ada di kotanya wafat dunia tanpa ada sebab yang pasti.

Rahmat tidak mungkin saja meratapi nasib keluarganya yang seakan tidak lekang dilanda kemiskinan, maklum, semenjak sang ibu wafat dunia sesudah melahirkan Andi, si bungsu, serta sang bapak juga menyusul 1 tahun yang lalu. Mulai sejak itu, kehidupan keluarga kecil itu jadi tanggung jawab Rahmat sebagai anak lelaki tertua. Walaupun masih berumur 15 tahun namun, Rahmat tidak pernah mengeluh untuk menyerah dan kemudian sejak pagi, dia menjual koran di sekitar terminal, sekiar jam 10:00, dia kembali pada tempat tinggalnya dengan menenteng 3 bungkus nasi rames untuk ketiga adiknya yang masih kecil-kecil itu. Sesudah makan berbarengan, dia juga kembali menjual korannya hingga mendekati tengah hari.

 

Demikian yang dikerjakan oleh Rahmat pada sehari-harinya dan Mendekati Maghrib, dia senantiasa mengajak ketiga adiknya untuk mengaji di surau Ustadz Erwin, lelaki paruh baya yang tidak bosan-bosannya mengajarkan Rahmat serta ketiga adiknya untuk mengaji, ditambah dengan membaca serta menulis. Oleh karenanya, walaupun tidak pernah memperoleh rapor seperti anak-anak yang bersekolah biasanya, tetapi, Rahmat serta ketiga adiknya bisa dikata cukup kuasai bermacam pelajaran yang didapatkan di sekolahnya.

Oleh karenanya, lumrah, bila Rahmat serta ketiga adiknya berasumsi Ustadz Erwib sebagai bapak angkatnya dan tenyata tidak cuma itu, diam-diam,. Apa yang dikerjakan Rahmat sampai kini menjadi pendorong untuk ke-2 adiknya. Adi serta Rudi, untuk mengikuti jejak sang kakak. Adi serta Rudi berkemauan, sesudah lancar untuk mengaji, dan membaca serta menulis, keduanya bakal bekerja di toko hasil bumi yang ada di kotanya.

Sesudah mantap, jadi, ketiganya segera menghadap Ustadz Erwin untuk mengungkapkan semua hasratnya, pada Awalnya, Ustadz Erwin melarang dengan argumen belum waktunya ketiganya berjuang sekeras itu. Mengingat Undang-undang Tenaga Kerja juga melarang anak di bawa usia untuk bekerja, Namun apa daya, kemauan ketiganya seakan tidak terbendung lagi. Terlebih, Rahmat bersikeras untuk mengadu nasib di Jakarta.

Cerita singkatnya, Rahmat pergi ke Jakarta, dan Adi serta Rudi bekerja di toko hasil bumi, kemudian Lihat kesantunan serta kepolosan keduanya, sontak, sang juragan juga memberi perhatian lebih pada mereka. Bisik-bisik diantara pekerja juga merebak,
“Jangan-jangan akan dijadikan tumbal selanjutnya, ” sekian kata Parman, salah seseorang yang sudah lumayan lama bekerja ditempat itu.

“Hush.., ” sergah yang lain mengingatkan.

“Lihat saja kelak, ” sambung Parman.

Lama-lama, bisik-bisik itupun hingga ke telinga Adi serta Rudi dan Hati keduanya segera kecut. Untuk menenteramkan hati, Adi segera bercerita hal semacam itu lewat SMS pada sang kakak, Rahmat. Darman mengingatkan supaya keduanya tidak berburuk kira terlebih pada orang yang sudah berbuat baik padanya.

Jawaban sang kakak, bikin Adi serta Rudi jadi tenang, maka mereka tidak pernah lagi pikirkan bisik-bisik yang makin ramai di kelompok pekerja. Sampai disuatu malam, tidak tau mengapa, malam itu, Rudi terasa situasi kamar jadi teramat pengap dan dia langsung memohon izin pada sang kakak untuk tidur diluar, tepatnya di gudang. Terlebih, telah tiga hari Adi menderita batuk serta demam.

Bersamaan malam yang semakin larut dan kegelisahan yang menerpa hati Rudi juga semakin menjadi-jadi, kemudian dia juga segera melantunkan ayat-ayat yang dihapalnya untuk menentramkan dirinya. Lalu, sadar serta tidak, mendadak ujung mata Rudi lihat kelebat sesosok badan tinggi besar dengan penuh kehijauan melintas sembari tersisa bau busuk yang teramat menyengat.
“Astagfirullah, cuma tersebut yang terlontar dari mulut Rudi Serta dia segera menyambungnya dengan kalimat ; “Allah …Allah … Allah, ” hingga tertidur.

Sesaat, ditempat yang lain, Adi yang tengah terlena tidak mengerti begitu maut tengah mengintainya, Serta benar dalam hitungan detik, badan tinggi besar yang memancarkan sinar kehijauan itu segera menerkam batang lehernya. Adi tidak bisa melawan serta selang beberapa saat, dia juga meregang nyawa dengan muka kesakitan yang teramat.
Berbarengan itu, dibarengi kesiur angin yang teramat keras, badan yang memancarkan sinar kehijauan itu menghilang dengan meninggalkan bau busuk yang teramat menyengat.
Paginya, semuanya jadi ramai, kemudian Rudi yang barusan membangun salat Subuh serta punya niat bangunkan Adi, segera berteriak “Tolong … tolong! ”

Semuanya pegawai yang bermalam segera saja menghambur ke arah Rudi, yang pada Saat lihat kondisi Adi yang telah terkujur kaku dengan badan membiru, semua cuma dapat berkata, “Sabar serta mudah-mudahan almarhum memperoleh tempat yang layak di sisi-Nya. ” Tidak berapa lama, terlihat jalan tergopoh-gopoh sang juragan.

“Astagfirullah bila sakit, mengapa tidak katakan? Harusnya katakan serta segera ke dokter, sekian tuturnya dengan muka penuh perhatian. Rudi cuma tergugu dan kemudian dia segera menelepon Rahmat untuk memberitahukan serta memohon pertimbangan untuk pemakaman Adi. Pada akhirnya ditetapkan, hari itu juga, Adi selekasnya dimakamkan di TPU yang ada di desanya serta berdekatan dengan makam ke-2 orang tuanya. Serta semuanya jadi tanggung jawab sang juragan dan diluar itu, Rudi memperoleh cuti spesial sepanjang 1 minggu.

Keesok kan harinya, saat Rahmat datang, Rudi cuma dapat memeluknya sambil menangis pilu serta memohon maaf lantaran tidak dapat melindungi almarhum kakaknya dengan baik.
“Ikhlaskan bila itu kehendak Allah, Namun bila dikarenakan lain, saya akan bela pati, ”demikian desis Rahmat.

Ustadz Erwin yang mendengar desisan itu segera menggamit bahu Rahmat sambil berkata, “Ikhlaskan, biarlah Allah yang menghukumnya. ”Rahmat cuma mengangguk dengan lesu dan kemudian Hatinya segera dingin saat bertemu, memandang sambil dengarkan kalimat sang Ustadz.

Cuma satu hari Rahmat tinggal di kampung halamannya, esoknya, sebelumnya pulang, dia berpesan pada Rudi “Kalau engkau bakal kembali bekerja disana, kembalilah. Namun ingat, demikian terasa sakit, kembalilah pulang ke tempat tinggal. ”
“Baik kak, ” saya bakal senantiasa mengingat pesanmu.

Seperti umum, sesudah berziarah di makam bapak, ibu serta adiknya dan memohon doa restu serta menitipkan ke-2 adiknya pada Ustadz Erwin, Rahmat juga pergi menuju ke Jakarta. Sekali ini, di Terminal Bus antar kota, dia bersua dengan Toni, sahabatnya yang saat kecil keduanya sama menjual koran di terminal.

Sesudah sama-sama bertanya berita semasing, pada akhirnya, Toni juga menanyakan mengapa Rahmat pulang ke kampung halamannya. Dengan singkat, Rahmat pun bercerita musibah yang barusan menimpanya, kemudian Toni juga berkata, “Kalau Rudi sakit serta anda pulang, janganlah lupa jumpai saya disini. “Ingat itu, ” paparnya lagi. Rahmat cuma mengangguk serta selekasnya menaiki bus yang bakal membawanya ke Jakarta.

Kelelahan badan serta beratnya fikiran, bikin Rahmat segera tertidur dengan lelap. Serta benar, 6 bulan lalu, dia memperoleh SMS yang berisi Rudi diserang batuk serta demam tinggi. Rahmat tidak ingin berlama-lama, dia segera menelepon serta memohon Rudi untuk segera pulang ke tempat tinggalnya itu juga.

Robin menuruti semua pesan sang kakak, sesudah mengungkapkan tujuannya pada sang juragan dengan argumen rindu pada Adi, si bungsu, pada akhirnya, dia lantas memperoleh izin. Pada selagi yang sama, sesudah menelepon Ustadz Erwin serta sahabatnya, Toni, Rahmat lantas segera pergi ke Surabaya.

Singkat ceritanya, saat bertemu dengan Toni, lelaki yang mulai sejak muda benar-benar senang menekuni kebatinan ini segera menuliskan huruf Jawa di secarik kertas putih dan kemudian “Ilmu ini di kenal orang dengan sebutan Caraka Balik. Pengetahuan tua yang ampuh untuk memerangi semua masalah iblis serta setan, ” yang dikatakan oleh Toni.
“Caranya? Potong Rahmat. “Tiap tengah malam, kelilingi rumahmu sambil membaca mantra sebanyak tujuh kali sambil menggenggam garam. Sesudah itu, taburkan garam yang tadi dibawa keempat penjuru tempat tinggal, ungkap Toni dengan muka serius.

Rahmat segera pulang ke tempat tinggalnya disambut oleh Ustadz Erwin dan kemudian dia langsung memohon izin untuk lakukan ritual, meskipun dilarang, namun, Rahmat nekat untuk melaksanakannya. Malam pertama, tiada peristiwa apa pun, Demikian halnya malam yang
ke dua mendekati malam yang ketiga, godaan lantas mulai datang. Seiisi rumah ditimpa olah rasa kantuk yang teramat benar-benar. Rasa kantuk itu semakin menjadi-jadi mendekati tengah malam Rahmat yang telah berkeinginan bela pati lantas bertahan dengan melafalkan Caraka Balik berkali-kali.

Pada waktu tengah malam, dia lantas kembali jalan melingkari tempat tinggalnya sambil membaca Langkah Balik, kemudian Pada putaran yang kelima, dia menyaksikan badan besar dengan pancaran kehijauan serta bau busuk teramat benar-benar, dan berupaya masuk ke halamannya. Sekali ini makhluk kegelapan itu terkena batunya, dan Pagar gaib yang dibuat oleh Rahmat membuatnya berkali-kali terpental serta pas pada putaran ketujuh. Rahmat yang telah kesal serta muak pada makhluk yang membunuh adiknya itu segera menyambitkan garam yang digenggamnya ke arah makhluk berpancar sinar kehijauan itu.

Dibarengi lolongan panjang, makhluk itu segera menjauh dengan badan terbakar, seperti obor raksasa dan kemudian jauh di sana, tempat tinggal juragan hasil bumi, mendadak terbakar tanpa ada sebab yang pasti. Api dengan cepat membakar semua bangunan tanpa ada tersisa apa pun. Sang juragan dan istrinya mati terpanggang tidak ada yang dapat menepis.  Sehingga saat ini, Cara itu masihlah kerap kali diperlukan beberapa orang sebagai penangkal ilmu hitam, Bahkan ada juga akibat dari pesugihan buto ijo badan menjadi seperti kayu.

Check Also

Kegagalan

Kegagalan Selalu Ada di Dalam Permainan Yang Pemain Lakukan

Sering kali pemain judi selalu tidak seberuntung pemain lainnya dan banyak kesalahan yang mereka lakukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *