Home > Cerita Horor > Bercumbu Dengan Hantu Cantik Dan Membuatku Tidak Sadarkan Diri
hantu cantik
(sumber; Asalqq.org) Bercumbu Dengan Hantu Cantik

Bercumbu Dengan Hantu Cantik Dan Membuatku Tidak Sadarkan Diri

Sayup-sayup aku mendengar tangisan pilu yang menyayat hati, kemudian Semakin lama semakin mengusikku dan Kulangkahkan kaki menuju hantu cantik¬†itu. Astagfirullah…siapakah gerangan gadis cantik berambut panjang sebahu itu…?

Tiga tahun menumpang hidup di rumah mertua, memaksaku harus berpikir keras dan Berpikir bagaimana caranya agar aku mandiri, tidak selalu hidup di rumah mertua dan kemudian Aku ingin segera membawa isteriku pindah, meski itu hanya di rumah kontrakan. keinginan itu pernah ditolak mentah-mentah oleh mertua, namun tekadku sudah bulat dan Bagaimana pun aku tetap ingin mencari rumah kontrakkan.

Bercumbu di Rumah Kosong Yang Dihuni Oleh Hantu Cantik

Setelah berpikir soal rumah kontrakan, sebulan kemudian aku mendapatkan rumah yang kuinginkan dan Rumah itu tidak terlalu bagus, namun cukup besar untuk ukuran keluarga kecil. Apalagi, kami belum memiliki seorang anak pun, Maka tanpa pertimbangan yang macam-macam, rumah itu jadi kukontrak. Sebelum ditempati, kami mesti mengadakan selamatan dulu, Itu adalah sudah menjadi tradisi yang tidak boleh dilanggar,itu pesan dari mertuaku. expobia

Memang tidak salah jika mertuaku berpesan seperti itu, Soalnya sejak aku belum resmi menikahi anaknya, aku dikenalnya sebagai menantu yang suka tidak percaya dengan hal-hal yang di luar nalar kami. “Insya Allah, Bu!” hanya itu jawabku pada waktu itu.

Seiring perkembangan waktu, tibalah saatnya aku mulai menempati rumah milik Pak Anto, yang dikontrakan kepada dengan harga relatif murah. Sepeninggal Pak Anto yang seorang duda, praktis rumah itu kosong. Karena dikosongkan selama lebih hampir 2 tahun lamanya, keadaan rumahnya sangat kotor. Selain banyak terdapat sarang laba-laba, juga keadaan temboknya sudah banyak yang kusam dan mengelupas.

Niatku, sebelum aku menempati rumah itu, aku akan membersihkannya sendiri, Daripada memberikan uang kepada tukang untuk membersihkannya, mending kubersihkan sendiri saja, biar ngirit, maksudku. Pada akhirnya pada hari Minggu aku mulai membersihkannya dan Sejak pagi aku sudah berangkat ke sana Dengan membawa peralatan seadanya, kubuka pintu pagarnya. Suara berderit mengiringi terbukanya pagar besi yang telah karatan. Sesaat aku sempat kaget ketika tiba-tiba saja terasa olehku hembusan angin sepoi-sepoi menerpa wajahku yang Halus dan hangat kurasakan….

Aku terus melangkahkan kaki dan mulai membuka pintu rumah dan Sama seperti ketika aku membuka pagar depan, Begitu pintu terbuka, suara derit seolah mengiringinya. Sepertinya, suara derit pintu itu berasal dari dari gesekan antar karat yang banyak terdapat di engsel daun pintu. Sejauh itu aku hanya berpikir, “Ya, beginilah kalau rumah dibiarkan lama dan tidak dirawat.

Setalah berpikir seperti itu, hembusan angin kembali menerpa wajahku yang Masih tetap seperti yang pertama, Halus dan hangat yang kurasakan. Secara spontan aku langsung geleng-geleng kepala begitu tahu keadaan di dalamnya, meskipun ada seperangkat kursi tamu yang lengkap, namun debu tebal yang menempel ibaratnya bisa ditanami jagung.

Pertama aku harus membersihkan semua mebel dengan kain yang kubasahi dengan air, Setelah itu barulah aku membersihkan temboknya Satu persatu dan foto-foto yang terpampang kuturunkan. Mataku agak tertegun ketika hendak menurunkan sebuah foto seorang gadis dengan rambut panjangnya yang sebahu. Cantik sekali anak ini. Siapa, ya…? Apakah anak Pak Anto?” Pertanyaan itu terus mengusikku.

Aku pun terus melanjutkan pekerjaanku dan tidak tau sudah berapa batang rokok yang kuhisap sambil bersih-bersih kemudian Aku juga tidak ingat lagi, sudah berapa gelas aku minum, kuteguk untuk mengusir rasa haus yang mencekik tenggorokanku. Namun yang pasti, pada akhirnya aku kelelahan karena Bisa jadi saking capeknya, secara tidak sadar aku tertidur pulas di sofa ruang tamu yang telah kubersihkan itu.

Di saat tidur, antara sadar dan tidak telingaku mendengar suara seseorang mengetuk pintu dan tidak hanya, bersamaan dengan ketukan itu, aku juga mendengar suara seorang wanita yang memberi salam, “Assalamu’ailakum…!” “Waalaikumsalam! Ya, silahkan masuk,” ujarku membalas suara perempuan itu di depan pintu. Aku segera bergegas menuju ke arah suara tersebut dan begitu pintu kubuka, nampak seorang gadis belia berdiri di depan pintu.

Sesaat lamanya aku tertegun dibuatnya, yang Seolah tidak percaya dengan pandangan mataku dan Gadis itu, cantik sekali!” Hanya itu yang mampu terucap pelan dari bibirku, yang seolah terasa terkunci. Setelah kupersilahkan masuk, barulah gadis yang mengaku bernama Mayang Sari itu mau masuk ke rumah. Langkah kakinya pelan namun serasi dan penuh wibawa dan kemudian Sorotan matanya sendu, seolah memancarkan kesedihan yang mendalam. Begitu memasuki ruang tamu, dia langsung menatap foto dirinya yang saat itu masih tergeletak di atas meja lantaran baru kubersihkan dan Lama sekali dia menatap foto dirinya, Lalu, senyumnya mengembang sarat arti….

“Maafkan, foto itu terpaksa aku turunkan dan Kukira kamu tidak akan datang kemari, cetusku, coba menyelami perasaannya.
Mungkin memang foto ini sudah tidak pantas menghiasi ruangan ini,” ujarnya, getir. Tidak tau bagaimana mulanya, setelah agak lama mengobrol spontan tercipta suasana akrab di antara kami dan kemudian Mayang Sari tidak lagi merasa sungkan untuk mengambil minuman di dapur, Dengan cekatan tangannya membuka laci kitchen set. Dari sana, diambilnya sebotol selai strawberry dan beberapa potong roti tawar, kemudian secara perlahan dia mengoleskan selai itu di atas roti tawar.

Tidak bisa kupungkiri, Selama berbincang dengan Mayang Sari, terus terang, pikiranku mendadak jadi pikiran kotor dan Sempat pula kubayangkan, bagaimana enaknya bercumbu dengannya. Kulitnya yang putih bersih nampak terawat, dan kecantikan wajahnya sempat membuat jantungku bergetar, bergetar menahan gejolak nafsu….

“Hayo sedang berpikir apa? Aku tahu yang sedang Mas pikirkan,” ujar Mayang Sari yang secara spontan membuatku kaget dan kemudian Setelah dia mengatakan hal itu, tiba-tiba saja dia berdiri dan langsung menghampiriku. Yang lebih membuatku kaget adalah dia tanpa sungkan dan basa-basi dia langsung mendaratkan ciuman setelah duduk di pangkuanku dan Seakan tidak memberiku kesempatan untuk bernafas, Mayang Sari terus mencumbuku.

Untuk beberapa saat lamanya bibir kami saling berpagut, dan pada saat hal itu kami lakukan, sampai-sampai aku tidak sadar ketika dengan halus tangan Mayang Sari mulai membuka kancing baju dan celanaku. Pikiranku langsung bagikan melayang, terbang di awang-awang, sehingga Semuanya yang kurasakan terasa begitu indah. Kuakui, Mayang Sari memang lihai dalam memainkan lidahnya.

Bisa jadi, hal itu pula yang membuatku semakin hanyut, Bahkan secara jujur kuakui, aku semakin tidak mampu mengendalikan diri ketika dengan beraninya Mayang Sari menanggalkan semua kain yang membungkus tubuh mulusnya Dan, astaga! “Mayang Sari, Sayangku!” hanya itu yang mampu terucap dari bibirku. Belum hilang rasa heran dan keterkejutanku, Mayang Sari langsung menindih tubuhku dan Setelah puas melumat bibirku, kini gilirannya menjilati sekujur tubuhku. Aku semakin tidak bisa menguasai diri ketika jilatannya semakin berani Dan lagi-lagi aku hanya pasrah ketika dia membawaku ke alam nirwana yang Bagai mendaki sebuah gunung yang tidak pernah ada puncaknya, aku terus dibimbingnya…

Ketika nyaris mencapai puncak kenikmatan itu, tiba-tiba badanku terjatuh dan kemudian Keringat dingin membasahi sekujur tubuhku, pada saat itu Aku hanya celingukan seperti orang tolol dan Aku semakin malu ketika tiba-tiba kudengar suara isteriku, “Mas…Mas, sadar… kenapa sih…?”

Astaghfirullah…! Saat itu aku teramat sangat malu, Bagaimana tidak? Selain isteriku, bapak-ibu mertuaku juga melihatku dalam keadaaan bugil dan aku masih dengan menahan perasaan malu yang tidak tergambarkan, aku mencoba meraih baju dan celanaku. Setelah diberi segelas air putih, barulah secara berangsur-angsur pikiranku kembali normal dan Aku pun baru sadar kalau ternyata aku telah diajak bercinta oleh Mayang Sari di alam gaib.

Menurut cerita para tetangga kanan-kiri rumah milik almarhum Pak Anto tersebut, Mayang Sari adalah puteri tunggal saudagar kaya pada era tahun 70-an itu. Tanpa sebab yang jelas, gadis itu meninggal dan Hal itu pula yang membuat isteri Pak Anto sedih hingga akhirnya meninggal. Tidak lama, Pak Anto pun mengalami kesedihan yang sama-sama, sehingga memilih hidup sendiri, dan akhirnya pergi meninggalkan rumahnya setelah mengontrakkannya padaku. Karena meninggalnya tidak jelas, maka diyakini arwah Mayang Sari sering menampakkan diri. Bahkan, konon kabarnya dia suka menggangu, terutama kaum lelaki.

Check Also

Makhluk Halus

Hewan yang ditakuti Makhluk Halus Dan Jin Dan Lain Lain Nya

Ternyata hewan memiliki kepekaan terhadap hadirnya Makhluk Halus, mitos mengatakan hewan-hewan Ini memiliki tanda-tanda bila …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *