Home > Cerita Horor > Arwah Gentayangan Mencari Organ Tubuhnya Yang Hilang

Arwah Gentayangan Mencari Organ Tubuhnya Yang Hilang

Mencari Organ Tubuhnya Yang Hilang Karena Kecelakaan

 

Saya dan teman merencanakan untuk membuat acara perpisahan sendiri yang berisikan teman sekelas kami saja lalu Kami akan menyewa sebuah villa kecil di daerah Ciater. Niatnya sih kami ingin semua teman sekelas ikut kumpul dan membuat rencana setelah lulus nanti Tapi justru karena hal tersebutlah kami mendapatkan hal buruk. Sekitar pukul 20:00, Aku pergi menuju rumah Dimas dan Disanalah tempat kami berkumpul sebelum pergi besok pagi.

Sesampainya di sana aku lihat beberapa temanku sudah hadir dan Ada yang sedang duduk di depan tv menonton bola sambil makan kacang, dan ada juga yang sedang asik mengobrol di ruang tamu. Tak salah memilih rumah Dimas untuk menginap semalam sebelum pergi besok pagi, karena rumahnya cukup besar Dan pada saat itu kedua orang tua Dimas sedang pergi ke luar kota karena ada keperluan bisnis.

Jam sudah menunjukkan pukul 23:00, teman ku Sahrul mengajak aku mencari makan di luar tapi Karena perutku juga merasakan lapar, maka aku mengikut saja dibelakang dan Kami hanya pergi berlima, lalu temanku yang lain hanya menitip. Rumah Dimas terletak jauh dari jalan Raya dan Untuk menuju jalan, kami harus berjalan terlebih dahulu di Gang yang sempit dengan Udara malam itu sangat dingin, Mungkin karena Bandung baru saja diguyur oleh hujan.

Dan suasana sudah sangat sepi dan yang Ku lihat pedagang makanan sudah mulai berkemas untuk pulang dan Mudah-mudahan di sekitaran sini masih ada tukang nasi goreng yang mangkal. Sesaat kami berjalan menuju perempatan, “Brugh!” Terjadi kecelakaan motor, dan dengan Jelas sekali kejadian tersebut terjadi di depan tempat kami berdiri. Spontan kami langsung berlari untuk membantu korban kecelakaan tersebut kemudian Kedua pengendara motor tersebut tersungkur di pinggiran jalan raya tersebut.

Kulihat darah segar dimana-mana dan Baru kali ini aku melihat kecelakaan motor separah ini, Kedua-duanya mengemudikan motornya sangat kencang dan Satu pria dan satu lagi wanita. Keduanya masih hidup, karena kulihat pria tersebut menggerakan badannya saat dibopong ke pinggir Dan yang satu lagi, wanita, dia menjerit meminta tolong “Tolong.. Tolong!” suara nya sangat lirih.

Temanku Adit ikut menggotong wanita itu ke pinggir jalan, Dan tak lama kulihat sudah banyak orang yang berkerumun di sana. Mulai dari warga sekitar hingga pengguna jalan lainnya yang penasaran ingin melihat ada kejadian apa di sana. Kulihat dengan saksama wanita tersebut dengan Kepalanya yang pecah, darah berlumuran di wajahnya dengan helm yang dipakainya entah dimana. Karena tabrakan yang sangat keraslah yang menyebabkan seperti itu.

Dan tak lama kedua korban tersebut dibawa oleh mobil untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat dan Setelah melihat kejadian tersebut, kami memutuskan untuk kembali pulang ke rumah Dimas dan tak jadi membeli Nasi Goreng. Nafsu makan kami hilang begitu melihat darah yang berceceran kemudian Kami memutuskan untuk memasak mie saja untuk mengganjal perut lapar kami Dan yang kulihat baju yang dipakai Dimas penuh dengan darah wanita tadi Karena Ia menolongnya menggotong tubuh wanita itu. “Sungguh mengerikan”.

Esok paginya, kami semua sudah berkumpul dan siap untuk berangkat menuju Ciater Villa yang telah kami sewa. “Nu, bawa motornya pelan-pelan aja ya!” pinta ku kepada temanku, Danu. Aku berboncengan dengan Danu dan Aku masih ngeri memikirkan kejadian semalam dan semoga Acara ini berjalan lancar dan normal-normal saja. Tetapi malam harinya, Kami rombongan hendak pulang ke villa tempat kami menginap kemudian Setelah bersenang-senang, Kami pun pulang pada malam hari dan Kami bepergian dengan 7 motor, berboncengan dengan yang lainnya.

Udara terasa sangat dingin sekali, Dan hujan mulai turun deras, disertai dengan angin yang berhembus sangat kencang dan kemudian Kami pun menghentikan laju motor kami, dan berteduh di sebuah kios kosong tak berpenghuni. Suasana sekitar sangat sepi, ditambah gelap malam yang hanya diterangi oleh sinar bulan dan Di kios tersebut diterangi oleh lampu kecil yang menyala redup, menambah suasana menyeramkan di pikiranku.

Tiba-tiba saja, “Woy, dari pada bengong mending kita dengerin cerita Nightmare Side Ardan FM aja gimana? Ini kan malam jumat, Bro?” seru Andi. Kami memang sering mendengarkan Acara Nightmare Side bersama Tapi aku agak ragu melihat kondisi tempat sekitar, sangat menggambarkan suasana pemakaman umum. Andi terlihat sangat bersemangat mengeluarkan Ponselnya, dan segera menyetel radio Ardan.

Tepat sekali siaran Nightmare Side sedang berlangsung dan Ternyata sudah di cerita ketiga lalu kami pun semua mendengarkan dengan seksama. Setelah ceritanya selesai, kulihat hujan sudah berhenti “Gak sadar hujan nya sudah berhenti, Yuk Cabut!” perintah Sahrul. Entah kenapa saat akan pergi, ku lihat raut wajah Adit dan andi sangat pucat, Sepertinya habis melihat setan. Aku tak sempat menanyakannya, sahrul yang memimpin rombongan, dengan mengendarai motor paling depan tiba-tiba mengerem mendadak.

Aku dan teman-teman lainnya terkejut keheranan “Tadi gue lihat perempuan!” jelas Sahrul, “Serius gua gak bohong! Tadi kesorot sama lampu motor gue.” Lalu Sahrul menegaskan kalau dia benar “Ayo cepet pulang!” pinta Azis kemudian dia nampak ketakutan, kami pun semua mempercepat laju motor kami. Ingin rasa nya cepat sampai villa, Sebab aku sadari awal berada di kios sudah merasa tak nyaman dan pada Saat sampai di villa, kami langsung masuk ke dalam dan berkumpul di ruang tengah.

Kulihat lagi Azis masih terlihat pucat, “Zis, lo gak apa-apa?” aku coba bertanya dan Azis terlihat kaget mendengar pertanyaanku, “Ha, tadi di jalan gue lihat perempuan yang waktu kemarin kita tolong. Wajahnya sama persis dengan luka parah di kepalanya”. Kami semua kaget dengar pengakuan Azis dan Entah percaya atau tidak, Kami semua hening Lalu, “Dia meminta tolong untuk mencarikan bagian lidahnya yang hilang saat kecelakaan kemarin.” Setelah pulang dari Ciater, kami langsung ke lokasi dimana kecelakaan kemarin terjadi untuk mencari lidahnya dan kemudian azis mendapatkan lidahnya. Kemudian kami kubur lidahnya tersebut dan berdoa bersama dengan maksud arwah wanita tersebut tidak lagi mengganggu kami.

Pada saat kami siap berdoa,tiba-tiba saja Azis melihat sosok wanita itu sedang berdiri dan tersenyum kepada Azis lalu menghilang. Kemudian Azis bilang kepada kami kalau “wanita itu tadi tersenyum kepada aku”, dan Andi berkata mungkin wanita itu ingin berterima kasih telah membantunya untuk mencarikan lidahnya yang hilang dan mendoakannya.

Check Also

Makhluk Halus

Hewan yang ditakuti Makhluk Halus Dan Jin Dan Lain Lain Nya

Ternyata hewan memiliki kepekaan terhadap hadirnya Makhluk Halus, mitos mengatakan hewan-hewan Ini memiliki tanda-tanda bila …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *