Home > Cerita Horor > Asal Usul Dari Kuyang

Asal Usul Dari Kuyang

Asal Usul Dari Kuyang

 

 

Gegernya warga Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, Kalimantan selatan (KalSel) karena kemunculan Hantu Kuyang memunculkan berbagai cerita mistis dari pulau Kalimantan.
Hantu penyedot darah dari Kalimantan ini ternyata banyak diceritakan oleh banyak orang. Hingga asal mulanya keberadaan kuyang.
Seperti dituliskan asalqq.com yang menjelaskan jika kuyang sebenarnya bukan hantu, melainkan siluman perempuan yang mempelajari ilmu hitam.
Tujuannya agar bisa awet muda hingga berumur panjang. Wujudnya di siang hari seperti manusia dan di malam hari menunjukkan sosok kuyang, hanya bagian kepala saja.
Yang bertujuan hanya untuk mendapatkan umur panjang dan awet muda namun biar bagaimana pun wujudnya tetap saja dibilang hantu.
Di siang hari wanita penuntut ilmu hitam Kuyang tampil seperti biasa namun saat malam hari wanita tersebut akan berubah wujud untuk mencari mangsa.
Berupa ari-ari darah dan janin bayi demi menyempurnakan ilmu hitam yang mereka jalani saat menampakkan diri Siluman Kuyang sangat menyeramkan yaitu hanya kepala dengan organ tubuh yang terurai dan terbang melayang mencari mangsa ke rumah-rumah penduduk yang diketahui terdapat wanita hamil atau baru melahirkan.”
Dalam laman asalqq.com ini juga dijelaskan asal mula kuyang yang berawal dari 4 perempuan. Diketahui jika 4 perempuan ini menggunakan minyak kuyang.
Berdasarkan cerita, pengguna minyak kuyang ini yang kemudian menjadi kuyang ketika malam hari. Minyak dioleskan pada bagian leher.
Ketika malam, kepalanya terbang bersama dengan isi perutnya. Sementara pada siang hari tetap menjadi manusia biasa. Hanya saja memiliki tanda hitam di bagian leher.
“Ada cerita yang melatar belakangi asal muasal minyak kuyang ini ketika jaman dahulu pernah hidup seorang janda cantik dengan 4 orang saudarinya dengan nama:
Camariah
Dandaniah
Tambuniah
Uraniah

Kecantikan paras wanita ini semakin lama semakin bertambah cantik namun tidak ada satupun para lelaki yang langgeng membina rumah tangga dengan mereka.
Karena setiap kali dinikahi tak berapa lama pasti akan bercerai ketika hendak meninggal dunia datanglah 99 lelaki yang pernah menjadi suami mereka.
Para suami tersebut menangis dan merasa bersalah karena telah bercerai dan meninggalkannya.
Pada saat ketika suasana sedih tersebut ada suara gaib yang membisikkan bahwa wanita yang akan meninggal tersebut memiliki cupu alias guci kecil
yang berisi minyak untuk dibagi-bagikan kepada 99 orang lelaki tersebut untuk dipelihara dan sebagai kenang-kenangan,
suara gaib tersebut membisikkan juga bahwa minyak dalam guci tersebut memiliki khasiat.
Setelah itu 99 lelaki tersebut membawa minyak dalam guci kecil tersebut ke kampung mereka masing masing dan akhirnya tersebar kemana mana hingga kini
Minyak dalam cupu tersebut kemudian oleh penduduk dinamakan Minyak Kawiyang,Minyak Sumbulik atau Minyak Kuyang.”
Minyak kuyang ke-1: Berwarna Hitam kalau ini diketahui untuk ilmu kebal tahan terhadap tebasan benda tajam atau tertembak peluru musuh.Khasiat atau apuah lainnya adalah pemiliknya dapat menghilang dengan cepat dan tanpa jejak.

Minyak Kuyang Ke-2: Berwarna Kuning dan ini dipercaya mampu membuat hati para perempuan bertekuk lutut dan mengikuti arahan si pemilik minyak tersebut.Biasanya minyak ini akan dioleskan pada 2 telapak tangan dan kemudian bersentuhan dengan perempuan yang dimaksud.

Minyak Kuyang Ke-3: Berwarna Putih dipercayai mampu mendatangkan uang dengan cepat dalam proses gaib beberapa kalangan masyarakat Kalimantan yang memiliki minyak ini menggunakannya untuk mengembalikan uang mereka kembali setelah bertransaksi.
Mereka akan mengoles minyak ini pada lembaran uang sebelum melakukan transaksi setelah proses jual beli sudah terjadi uang mereka akan kembali lagi kepada mereka secara gaib.

Minyak Kuyang Ke-4: Berwarna Merah di dalamnya terkandung ilmu yang mampu meringankan tubuh mampu berlari dengan cepat dan bisa memanggil serta memerintah para jin untuk mengikuti perintah yang diberikan si pemilik minyak merah tersebut.

Minyak Kuyang ke-5: Berwarna Hijau ada pun kalau minyak ini bisa mengirim ilmu santet dan teluh kepada orang lain yang ia kehendaki.Tidak hanya itu masyarakat juga mengenal Minyak Kuyang warna hijau sebagai minyak yang mampu membuat awet muda pemakainya.
Cara bekerjanya tentu bersinggungan sekali dengan ilmu hitam,minyak ini akan dioleskan pada si pemilik pada lehernya sendiri kemudian kepalanya akan terlepas dari jasad dan terbang mencari korban untuk dihisap darahnya.
Dengan mengisap darah korban khususnya ibu hamil janin atau perempuan yang sedang bersalin dipercaya mampu membuat mereka awet muda dan berumur panjang.

Pemakai minyak kuyang hijau ini lah yang dipercayai sebagai kuyang yang di kenal sebagai sosok hantu siluman yang bergentayangan hanya kepala dan organ dalam tubuhnya saja.
Dalam hal ini dijelaskan penangkal kuyang adalah bumbu dapur berupa bawang merah dan bawang putih, juga peralatan dapur yang dibunyikan. Penangkal lain adalah dengan ayat suci Al Quran.

Cara Menangkal Siluman Kuyang

Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap ilmu hitam pasti memiliki kekurangan masing masing ada pun dengan Kuyang.
Masyarakat kalimantan tahu benar bahwa aroma bawang merah dan bawang putih mampu mengusir mereka maka jika ada orang yang dicurigai memiliki ilmu Kuyang ini masyarakat yang sadar akan mengupas kulit bawang sebanyak banyaknya dan membakar semua kulit itu.
Cerita lain menyebutkan kuyang juga takut terhadap peralatan dapur seperti sapu ijuk,panci dan wajan benda-benda dapur tersebut konon bisa mengusir kuyang karena kuyang takut terhadap benda-benda tadi.
Caranya kalau didatangi kuyang tinggal pukulkan benda-benda tadi kepada kuyang dan kuyang pun akan segera pergi menjauhi anda dan selanjutnya tentu dengan Ayat-ayat suci Alquran.

Check Also

Cara Menang Bermain Permainan BandarQ Dengan Modal Yang Besar

Cara Menang Bermain Permainan BandarQ Dengan Modal Yang Besar

MENANG BESAR DALAM PERMAINAN BANDARQ DENGAN MODAL BESAR Halo beberapa bettor yang berada di Indonesia, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *